Manusia Lama

DI 22032025

Efesus 2:3
Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

Seperti apa manusia lama kita sebelum menjadi seorg Kristen karena percaya pd Injil Kristus? Di dlm ayat ini ada gambaran ttg itu, karena dahulu rasul Paulus hidup di dalamnya.

Pertama, hidup di dalam hawa nafsu daging, ini ttg apa yg berkenaan dgn kenikmatan utk tubuh jasmani kita, wujudnya beragam, bukan saja yg berkaitan dgn dosa seksual dan moralitas, tapi jg misalnya kerakusan dlm hal makan, berbuat yg jahat terhadap org lain karena dendam, tidak bs menolak keinginan utk berbuat dosa, dsbnya. Semua yg bersifat nafsu yg arahnya negatif, yg berlebihan dan merusak hidup baik scra lambat maupun instant. Hawa nafsu diperlukan, tetapi hrs dikendalikan dan digunakan dg tepat sesuai dgn tujuan yg baik. Makan sampai kenyang itu baik, tapi rakus dgn makan berlebihan, tentu ini bs menimbulkan ketidak nyamanan tubuh. Seks jg demikian, dilakukan dlm batasan yang benar menjd suatu pengikat kasih suami istri. Daging dlm bbrpa pengertian disebut sbg lawan dr roh, keinginan daging berlawanan dgn keinginan roh. Kuncinya adalah memiliki pengendalian diri yg kuat dan disiplin diri yg trs menerus. Keinginan yg timbul dr hawa nafsu daging akan selalu ada dan muncul, bila kita bs kendalikan, kita dapat menghindari utk berbuat dosa melawan Tuhan dan tdk merugikan org lain, efeknya akan dapat membuat kita panjang umur dan hidup damai.

Kedua, pikiran yg jahat, pikiran yg tdk berdasar pd kasih Kristus. Benih dosa dlm kedagingan yg ada pd tubuh kita akan merangsang munculnya beragam pikiran yg tdk kudus dan jahat. Makna dr pikiran jahat adalah pikiran yg tdk sejalan dgn pikiran Tuhan. Ada yg menyebutnya dgn pikiran yg berasal dr iblis, dr kedagingan, dr luka batin, dr hawa nafsu jahat, dsbnya. Pikiran yg tujuan akhirnya adalah bgmna membuat org lain hidup dlm tdk damai, menderita fisik maupun kejiwaan yg parah, berani melawan Tuhan. Sesama orang percaya hrsnya saling membangun, bkn saling menjatuhkan, harusnya saling menolong, bukan saling membuat org lain menderita, hrsnya ada saling mengasihi, bukan saling memusuhi dan bertengkar terus menerus. Tidak suka berdamai dan menjd pembuat masalah di manapun orang ini berada. Harusnya kita jadi berkat, bkn orang yg dikutuki kehadirannya, harusnya org merasa nyaman berada dekat kita, bukan merasa sebal dan takut. Pikiran jahat bs saja muncul, tp kita hrs segera ‘mematikannya’, jika tdk, maka dosa yg awalnya hanya dlm pikiran akan berubah jadi sebuah perbuatan dosa. Semua yg jahat tidak sejalan dgn kasih Kristus.

Kuasailah hawa nafsu daging dan pikiran jahat yg bisa saja muncul, pengendalian diri yg kuat, ikatan kasih yg murni, akan bs menang darinya, jgn sampai kita berdosa karenanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Manusia Lama

Neraka itu Apa?

Neraka itu Apa?

Matius 8:28-29
Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.
Dan mereka itu pun berteriak, katanya: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”

Disclaimer : materi ini sensitif, harap diuji dan di cross check dengan kebenaran Alkitab

Neraka itu tempat terseram yang pernah disebut dlm sejarah manusia, di mana letaknya dan spt apa suasananya? Ini perlu sebuah pemahaman yg benar supaya kita tdk keliru.

Setelah manusia meninggal, rohnya kemana? Ini suatu misteri yg perlu dijawab dgn jelas, apakah langsung ke surga atau neraka? Dlm Alkitab yg kita miliki, ternyata ada bbrpa istilah tempat di mana roh seseorg pergi setelah meninggal. Ayo kita lihat bersama:

1. Syeol (Ibrani)
Dalam PL, syeol menggambarkan sbg tempat berkumpulnya org mati, tetapi ada pemisahan utk 2 jenis kelompok, kelompok org benar dan kelompok org jahat, ini bs terlihat dari apa yang Yesus jelaskan ttg Lazarus pengemis dan orang kaya, setelah keduanya meninggal, mereka tidak berada dlm tempat yg sama:

Lukas 16:24-26
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.

Jadi syeol ini belum masuk neraka, hanya satu tempat di mana semua roh org mati terkumpul dan arah akan masuk ke surga atau neraka ada sedikit petunjuk, karena ada 2 tempat terpisah di dalam syeol

2. Hades (Yunani)
Dunia org mati, kata lain dari syeol (Ibrani). Dlm bbrpa bagian dr Alkitab, disebut jg sbg kerajaan maut, alam maut:

Matius 16:18
Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Yesaya 38:10
Aku ini berkata: Dalam pertengahan umurku aku harus pergi, ke pintu gerbang dunia orang mati aku dipanggil untuk selebihnya dari hidupku.

Jadi baik syeol maupun hades, keduanys sama, hanya berbeda asal bahasanya, sebuah tempat ke mana perginya org yg telah meninggal untuk menunggu 2 jenis penghakiman yaitu:

2 Korintus 5:10
Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Tahta pengadilan Kristus ini lebih merujuk pada pemberian upah atas perbuatan setiap org yang awalnya percaya pd Injil Kristus, kemudian apa yang mereka lakukan, yang baik maupun yang jahat, akan menerima balasannya dr Tuhan.

Wahyu 20:11-13, 15 (TB)
Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Pengadilan tahta putih, merupakan pengadilan akhir dr keberadaan manusia sejak diciptakan hingga generasi yg terakhir, mengadili semua org dari latar belakang apapun, dan apakah dia namanya tercatat dlm kitab kehidupan, ini yang jadi penentunya. Org yg sedang menunggu di hades atau syeol, juga akan diadili.

3. Gehenna (Ibrani)
Bisa dikatakan inilah tempat final bagi iblis dan org-org yg namanya tdk ada di kitab kehidupan, disebut lautan api. inilah neraka yg sebenarnya, beda dgn dunia org mati. Sekarang ini gehenna belum terisi, kosong, karena iblis masih ada di dunia ini:

Wahyu 20:14-15 (TB)
Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Sederhananya, syeol dan hades, tempat roh org mati dikumpulkan utk sementara, belum masuk surga atau neraka karena belum diadili, neraka atau gehenna adalah tempat final bagi iblis dan pengikutnya, jg org-org yg namanya tdk tercatat dlm kitab kehidupan.

Lalu mengapa hamba Tuhan selalu berkata bhw org yg baru meninggal sudah ada bersama dgn Tuhan di surga? Ini utk memberikan ketenangan psikologis penghiburan bagi keluarga yg sedang berduka, bila dijelaskan seperti di atas, tentu ini tdk mudah diterima apalagi dipahami.

Posted in Renungan | Comments Off on Neraka itu Apa?

Iman Bekerja Oleh Kasih

DI 20032025

Galatia 5:6
Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

Ternyata iman yg bekerja itu ada hubungannya dgn kasih, atau melalui kasih, iman itu bekerja, jadi memang tepat kalau kita simpulkan, tidak mungkin beriman pd sesuatu tanpa mengasihi sesuatu itu.

Kalau terjd sesuatu pd kasih yg kita miliki, maka iman kita jg akan mengalami gangguan. Sebab akibat akan menjelaskan terjadinya sesuatu. Di sinilah kita mendapati suatu rumusan: iman yg goyah terjd karena kasih kita pd Tuhan sedang tergoncang. Ketika badai kehidupan itu melanda kita, apa yang kita pikirkan? Kadang kita berpikir spt para murid yg mengalami angin ribut di saat mereka berlayar sedangkan Yesus kedapatan di dlm kondisi tidur nyenyak, pikiran sesat karena berpikir Yesus membiarkan mereka binasa. Ini yg kadang menggoncang iman org percaya, di saat mengalami masalah besar, terlintas suatu pikiran bhw Tuhan biarkan semuanya terjd dan membiarkan kita terpuruk, malu, ketakutan, tdk ada pertolongan, dsbnya. Bayangan kita tentang kasih Tuhan adalah Dia tidak akan membiarkan kita mengalami yg buruk sama sekali, tdk akan terluka sama sekali, dsbnya. Padahal di Alkitab jelas bgmna semua org-org yg dikasihi-Nya itu mengalami banyak hal yg buruk, tetapi mereka nantinya diselamatkan dr badai kehidupannya. Jadi jgn salah memahami kasih Tuhan, Dia mau kita menjd kuat, berototitas, tidak kanak-kanak, dan lebih dr penakluk.

Mengasihi Tuhan bukan ditandai dgn menangis saat menyembah Tuhan, tp bgmna respon kita dlm menghadapi situasi yang ada, menyalahkan Tuhan? Kecewa karena janji-Nya blm digenapi? Menunggu pertolongan Tuhan terlalu lama dan benarkah kita akan dipulihkan nantinya? Timbul keraguan berarti kasih kita mulai goncang dan kita berpikir bukan didasari iman lagi tetapi oleh logika manusia kita. Sudah lakukan ini itu, sdh berikan persembahan ini itu, tapi kenapa Tuhan diam saja? Berusaha memahami pikiran Tuhan itu sesuatu yg sukar, perbedaannya jauh antara pikiran kita dgn pikiran Tuhan. Karenanya tidak perlu utk berusaha memahami rencana Tuhan saat menghadapi masalah, tetapi fokuskan pd bgmna mengokohkan iman kita yg sempat TDK kuat, bahkan yang hampir ‘lumpuh’. Kehilangan iman berarti telah mengalami krisis kasih pada Tuhan, segera perbaiki kualitas hubungan dgn Tuhan, jgn menjauh tetapi semakin dekat pada Tuhan. Kasih yg utuh akan menguatkan kondisi iman yg sempat goyah, iman yg bekerja inilah yg akan mengubah keadaan, dari yg tertekan jadi pemenang, yg dicaci pecundang jadi pemenang.

Bgmna kualitas kasih kita pd Tuhan? Perhatikan terus setiap saat, kalau sempat meragukan Dia, bertobat dan berbalik pd Tuhan, Dia izinkan kita diproses supaya kualitas diri kita naik levelnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Iman Bekerja Oleh Kasih

Hidup Oleh Iman

DI 19032025

Galatia 3:9 (ILT3
Jadi, mereka yang karena iman, mereka diberkati bersama Abraham yang setia.

Utk segala hal yg tdk mampu ditelaah logika yg manusia miliki, maka di situlah iman berfungsi, jadi fungsi iman itu melampaui logika, sesuatu yg masuk logika bs dijelaskan dgn pengetahuan dan teknologi.

Bgmna membuktikan keberadaan Tuhan kalau yg dipakai adalah ilmu pengetahuan & teknologi hasil ciptaan manusia? Di mana letak surga dan neraka? Bgmna bs tercipta jantung baru melalui mujizat? Banyak hal yg sulit dijelaskan memakai logika, karena sangat jauh beda antara hikmat manusia dgn hikmat Tuhan. Iman jugalah yang membuat kita bisa masuk dlm keberkatan yang Tuhan berikan pd Abraham dan keturunannya. Kita bukan keturunan Abraham secara jasmani, kita ini Gentile, non Yahudi, tetapi karena iman, org yg percaya pd Injil Yesus Kristus, terhisab & dimasukkan dlm keturunan Abraham. Sesuatu yg sulit dipahami secara logika, tp itulah iman yg hrs dimiliki oleh setiap org percaya. Dlm hal keselamatan yg awalnya hanya diperuntukkan bagi bangsa Israel saja, tp karena sebagian dr mereka menolaknya, sebagian dr keselamatan itu diberikan utk bangsa-bangsa non Israel, dlm keselamatan inilah jg tersedia berkat Abraham utk kita, diberikan oleh Tuhan dan bs dinikmati oleh anugerah Tuhan. Karenanya perlu utk kita memelihara kondisi iman kita dgn baik, supaya kita tetap ada dlm keselamatan yg dari Tuhan.

Iman dan kesetiaan, keduanya sangat penting & saling berkaitan satu sama lain. Orang beriman pasti memiliki kesetiaan, tdk tergiur oleh semua bentuk godaan atau tawaran yg berusaha untuk menggoyahkan iman, berusaha menjauhkan dr Tuhan dan kehilangan keselamatan. Iblis tidak senang kita diselamatkan Tuhan, segala macam cara dia pakai utk menarik kita menemani dia di neraka nantinya. Iblis tahu kebutuhan manusia, apa yg diinginkan manusia, dan memanfaatkan sifat pemberontakan yg manusia miliki itu untuk melawan Tuhan. Incaran iblis adalah mereka yg mengagung-agungkan logika, segala sesuatu itu hrs masuk logika, karenanya ada kalimat lucu yg berkata bhw org yg meninggalkan imannya pd Tuhan adalah org yg pintar. Iblis itu pendusta yg sudah ada sejak manusia diciptakan, dia sukses utk memperdayakan manusia di Taman Eden, yg mengakibatkan dosa masuk ke dlm kehidupan manusia, merusak semua yg baik, memisahkan kita dengan Tuhan. Kita bersyukur melalui karya pengorbanan Kristus, kita diselamatkan dan jg dipulihkan dr keterpurukan yg dibuat oleh dosa.

Beriman dan setia, inilah yg harus didapati oleh Tuhan dalam diri kita. Tidak mudah menjadi org yg setia, tapi kalau kita tetap beriman pd Tuhan Yesus, kita dimanpukan utk setia.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Oleh Iman

Membandingkan Diri

DI 18032025

2 Korintus 11:5 KJV
For I suppose I was not a whit behind the very chiefest apostles.

Karena aku mengira, aku tidak tertinggal sedikit dari para rasul yang terutama.

Membandingkan diri dengan org lain biasanya diduga karna terlalu percaya diri, sombong, mau menjatuhkan org lain dsbnya, namun tujuannya ada yg positif juga, supaya menyakinkan orang lain ttg sesuatu.

Paulus memang di luar dr 12 murid Yesus yang kemudian menjd rasul di zaman itu, dipanggil Tuhan saat giat mengejar dan menganiaya org percaya saat itu. Tetapi kemudian, dia menjadi salah satu rasul yg banyak menulis surat untuk jemaat-jemaat di beberapa kota, yg non Yahudi (Gentile), pergi menginjil dgn segala tantangan dan hambatannya, berhasil mendirikan jemaat di beberapa kota dan menjd rasul bagi mereka. Lalu mengapa dlm ayat ini dia membandingkan dirinya dgn para rasul yg lain? Kalau melihat dr konteks dlm pasal ini, tujuannya bukan karena ingin menyombongkan diri, tetapi ingin supaya jemaat Korintus yakin dgn kualitas kerasulan yg Paulus miliki, jgn iri hanya dilayani oleh Paulus, bukan Petrus, Yohanes, dan yg lainnya. Ini yang sering terjd juga di zaman skrg, jemaat dengan sengaja memilih mau jadi jemaat di gereja yang gembalanya sesuai dgn kriterianya, yg terkenal, yg ganteng atau cantik, dsbnya. Si A tdk cocok, masih banyak pilihan si B, si C, sampai si Z. Jika benar jemaat ini bertumbuh rohaninya, berarti pilihannya tepat digembalakan oleh gembala yg dipilihnya, tapi kalau cuma ingin gaya-gayaan tp rohaninya tdk bertumbuh, ini satu kesalahan.

Sebaliknya, bukan saja jemaat bebas memilih yg akan jadi gembalanya, tapi di beberapa tempat, justru terjd perebutan jemaat yang mulai secara halus sampai cara yg brutal. Perpindahan antar jemaat gereja bukanlah peningkatan jiwa baru, tp ada saja kalangan yg bangga dengan itu, bisa punya jemaat banyak dlm waktu singkat. Dalam hal seharusnya mencari jiwa baru dg penginjilan yg benar, yg ada justru menjual ibadah sebagai sebuah produk ‘entertainment’ yg kelihatannya rohani. Yang diutamakan bukan hadirat Tuhan tetapi tontonan ibadah yg bagus layaknya satu konser artis. Dana gereja dipakai mengundang pengkhotbah terkenal, memakai WL kondang, pemusik ‘skill maut’, tapi hanya sedikit saja yang dipakai utk penginjilan. Ini tentu sesuatu yg tdk tepat programnya. Carilah petobat baru, bukan memancing jemaat gereja lain utk pindah. Yang terpenting adalah pertumbuhan rohani, karakter yg makin serupa dgn Kristus, gereja yg jemaat & gembalanya mempraktekkan kasih, itu yg harus terlihat dr sebuah kehidupan gereja, bukan satu tontonan ibadah yg hanya menyenangkan mata dan telinga saja. Suatu saat Tuhan akan minta pertanggung jawabannya dr kita.

Membandingkan diri untuk tujuan menyakinkan, itu baik adanya, jangan melenceng menjadi utk menyombongkan diri dan menjatuhkan pihak & org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Membandingkan Diri

Memberi Dengan Gembira

DI 17032025

2 Korintus 9:7 ILT3
Masing-masing memutuskan seperti apa yang ada dalam hatinya, bukan karena duka atau karena keterpaksaan, sebab Elohim mengasihi pemberi yang gembira.

Apa yg hrs kita perhatikan saat akan memberi? Jenis pemberian ini beragam sekali, ada untuk persembahan di rumah Tuhan, dan ada yg untuk diakonia spt dlm ayat ini.

Banyak org memakai ayat ini sbg pendukung di saat kita akan memberi persembahan di rumah Tuhan atau gereja, biasa disebut ‘kolekte’ atau persembahan saat beribadah. Tapi ayat ini bcra ttg memberi persembahan diakonia, jd berbeda dgn persembahan yg sifatnya umum spt kolekte dlm ibadah. Namun ada 1 kesamaan yg mgkin bisa dipakai utk semua jenis persembahan, ini kita temukan di kalimat terakhir dalam ayat ini, yaitu Tuhan mengasihi atau suka dgn pemberi yg gembira. Apa maksudnya? Kita lihat berikut ini:

1. Persembahan dlm ibadah tdk berlaku hukum tabur tuai, karena kita memberikannya kepada Tuhan, apa yg kita punya, lalu dipersembahkan pd Tuhan, itu nantinya menjd milik Tuhan, bukan milik kita lagi, ini yg banyak org tdk paham, dgn bodohnya mengira persembahan dlm ibadah itu spt investasi pd Tuhan, nanti dibalikkan berkali lipat oleh Tuhan. Jangan sesat! Bukan Tuhan yg hrs mengembalikan uang kita berkali lipat, tapi justru kitalah yg hrs mengelola uang dgn benar, spt dlm perumpamaan 3 hamba yg dipercaya tuannya utk mengelola uang (Matius 25:14-30).
Berilah persembahan ini dgn sukacita, karena telah bertanggung jawab dlm mengelolanya dan bs menghasilkan lebih dan mengembalikannya pd Tuhan dlm bentuk persembahan dlm ibadah.

2. Persembahan diakonia, utk kebutuhan orang kudus, saudara seiman yg berkekurangan dan berkebutuhan. Ini bs dipungut oleh gereja dan dikelola utk menolong jemaat yg berkebutuhan dlm hal keuangan, biasanya ada kriteria tertentu ttg siapa yg layak utk menerimanya. Bisa juga di luar gereja, artinya tdk melalui gereja, istilah yg biasa kita kenal dgn ‘patungan’, bbrpa org dgn sengaja memberi sejumlah uang sesuai dengan kemampuannya, hingga jumlah yg dikumpulkan dianggap cukup utk yg membutuhkannya. Dlm hal ini, hukum tabur tuai berlaku, karena dalam ayat sebelumnya dijelaskan: Dan ini: Siapa yang menabur sedikit, ia akan menuai sedikit pula, dan siapa yang menabur dengan penuh berkat, ia akan menuai dengan penuh berkat pula. (2 Kristus 9:6 ILT3). Mengapa dikaitkan dengan hukum tabur tuai? Karena ini diberikan kepada sesama manusia, bukan utk Tuhan. Memberi maka akan diberi, tdk boleh berduka dan tidak rela, jgn karena tdk enak hati, org lain memberi ya tdk enak kalau kita tdk memberi, ini pikiran yg salah dlm memberi persembahan diakonia. Hrs dengan gembira, Tuhan mengasihi pemberi yg gembira.

Kasihi Tuhan dan sesama, salah satu wujudnya adalah ketika kita gembira saat memberi baik persembahan pd Tuhan maupun persembahan diakonia, kasih hrs nyata dlm perbuatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Memberi Dengan Gembira

Yang Kita Perhatikan

DI 15032025

2 Korintus 4:18
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Memperhatikan sesuatu itu tdk mungkin fokus kepada 2 hal atau lebih, hanya bisa satu hal saja yg difokuskan, dan inilah yg bs kita pelajari dari ayat di atas.

Fokus pd apa yg tdk kelihatan, kedengarannya ada yg aneh, kalau tdk kelihatan, bagaimana bs diperhatikan? Sebenarnya ini bukan spt fokus yg dilakukan oleh mata jasmani kita, tapi prioritas dlm keseluruhan hidup kita. Mgkin kita berpikir bhw rasul Paulus menulis ini karena dia rasul yg memang fokusnya ke yang rohani, jadi hal yang rohani jd prioritasnya. Ini ttg hidup semua orang, karena apapun profesinya, manusia suatu saat pasti akan meninggalkan dunia ini dan masuk ke dlm kekekalan. Hidup di dunia ini sementara saja, tp hidup kekal itu selama-lamanya, tp saat masih hidup di dunia ini, kita hrs persiapkan utk nantinya hidup dlm kekekalan, karena bila nanti kita meninggalkan dunia ini, tiada kesempatan lagi utk mempersiapkannya. Sudah terlambat, dan akankah kita masuk surga? Ingatlah bahwa masuk surga itu bukan otomatis kita dapatkan, memang kita diberikan anugerah keselamatan, tapi perlu kita bersiap utk masuk dlm surga. Dlm Alkitab, ada bbrpa hal yang disebutkan baik oleh Yesus sendiri maupun para rasul, ttg bagaimana seriusnya kita hrs bersiap diri ketika waktunya telah tiba. Jangan anggap remeh ttg kekekalan, tp persiapkan diri kita.

Memperhatikan yang sifatnya kekal, karena roh manusia itu kekal sifatnya, tubuh jasmani pasti akan mati suatu saat. Jadi selama hidup ini, kita memang pasti akan disibukkan utk menghidupi diri kita secara normal, perlu bekerja, bisnis, dan apapun hal lainnya supaya hidup kita terjamin & tidak berkekurangan, tapi bukan berarti seluruh waktu yg kita miliki itu hanya dipakai utk semua yg fana, tak ada waktu memperhatikan hal yang kekal nantinya. Kalau kita perlu menyiapkan utk masa depan, tahun-tahun di depan kita, ini juga penting utk mempersiapkan masa depan yang lebih penting lagi yaitu masa depan kekekalan. Perhatikan kerohanian kita, hubungan dengan Tuhan, ketaatan kita akan perintah Tuhan, waktu doa dan merenungkan firman. Hal yg jasmaniah memang penting, tp hal yg rohaniah jg penting utk dipelihara dgn baik. Hrs seimbang dan juga berjalan beriringan, sehingga kita tdk hidup dgn cara duniawi, tetapi hidup sbg org Kristen yang rohani, punya nilai moral dan etika yg baik, siap utk bertemu dgn Tuhan, mengasihi sesama dan trs melakukan kebaikan. Jangan terikat dengan semua yg fana, yg hanya sementara sifatnya.

Bgmna persiapan kita utk memasuki kekekalan? Ingat bhw itu bukan otomatis terjadi, jgn larut di dlm kesenangan dunia, tp harapkanlah hidup yg damai dlm kekekalan nanti.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Kita Perhatikan

Selubung Yang Menutupi Hati

DI 14032025

2 Korintus 3:15-16 ILT3
malah sampai hari ini, ketika Kitab Musa dibaca, suatu selubung terbentang pada hati mereka.
Namun, ketika orang dapat berbalik kepada Tuhan, selubung itu disingkirkan.

Selubung dlm Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sbg kain atau sesuatu yang menutupi kepala atau wajah, bs juga disamakan seperti tabir: tirai penyekat atau penutup dinding.

Umat Israel dijelaskan Rasul Paulus dalam ayat ini saat membaca Kitab Musa, ada selubung yg terbentang atau menutupi hati mereka, apa yg difirmankan Tuhan, sulit untuk masuk dlm hati seseorg, sulit utk memahami dan menerapkan dlm keseharian hidup. Hal ini karena seseorang belum berbalik pd Tuhan, mengikuti kata hati & pikirannya sendiri, punya aturan buatan sendiri yg berlawanan dgn kebenaran firman Tuhan. Ini gambaran ttg seseorg yg gagal ‘melihat’ Tuhan dlm hidupnya, tahu bhw Tuhan itu ada, tapi tdk bisa mengalami Tuhan dlm hidupnya. Hatinya terpisah dari Tuhan karena ada selubung yang terbentang menutupi hatinya. Ada beberapa org yg mengaku sulit menerima kebenaran dr firman Tuhan karena dianggap tdk masuk logika, tidak relevan lagi dgn kehidupan zaman sekarang, dia ingin hidup bebas dari aturan Tuhan. Intinya dgn sengaja menolak Tuhan baik secara halus atau malah secara terang-terangan memberontak dr Tuhan. Berjalan menjauhi Tuhan, Kristen tapi tdk mau tunduk pd Firman Tuhan, tidak memahami bahwa aturan Tuhan itu sebenarnya melindungi dirinya dr keadaan buruk di masa depan.

Sulit memahami saat membaca Alkitab, bs jadi spt yg dijelaskan dlm ayat ini, ada selubung yg menutupi hati. Selubung apa itu? Bs berupa apa yg kita takuti lebih dr Tuhan, dosa yg blm diakui, sedang hidup menjauhi Tuhan, kecewa dengan hidupnya, menganggap Tuhan tdk peduli lagi & tdk mengasihi lagi, dsbnya. Kuncinya adalah hrs berbalik pd Tuhan, sudah tahu banyak dosa, tapi jgn mengeraskan hati utk bertobat, jgn ikuti apa yg iblis tanamkan pikirannya di dalam pikiran & hati kita, ingatlah bhw iblis itu pendusta, sangat ingin merusak hidup kita dgn godaan berbuat dosa melawan Tuhan. Mengikuti iblis berarti dg sengaja menjauh dari Tuhan. Berbalik pd Tuhan, inilah pertobatan yg sesungguhnya, menyadari hanya Tuhan yang sungguh-sungguh mengasihi kita, yg tdk menipu kita dgn janji manis yg palsu dan menjebak kita berjalan menuju neraka yang kekal. Penilaian dan pikiran yg salah ttg Tuhan, inilah yg iblis tanamkan dalam pikiran dan hati seseorg, namun kasih Tuhan melebihi hati yang keras, kasih Tuhan selalu menunggu seseorang utk berbalik pd Tuhan sekalipun butuh waktu yg lama utk itu. Org yg bertobat, hatinya siap untuk mengisi hati dan pikirannya dgn kebenaran yang bersumber dr kebenaran firman Tuhan.

Apakah ada selubung yang menutupi hati kita? Jgn keraskan hati, jgn tutup pintu hati kita untuk jamahan Tuhan, berbalik pd Tuhan dan bertobat dgn sungguh-sungguh.

Posted in Renungan | Comments Off on Selubung Yang Menutupi Hati

Tetap Ikuti Yang Tertulis

DI 13032025

Lukas 2:22-24
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”,
dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

Yesus saat bayi tetap disunat dan diserahkan pd Tuhan karena Dia adalah anak sulung Yusuf dan Maria, sesuai dg hukum Taurat karena Yesus ini secara manusia lahir di Israel, maka Dia adalah org Yahudi, taat pd hukum Taurat. Pelajaran yg bs kita dapati adalah taat pd apa yg tertulis dlm Alkitab meskipun kita jg menerima langsung yg dari Tuhan melalui doa atau karunia rohani. Sbg org Kristen, kita memang tdk terikat dgn hukum Taurat yg memang diberikan Tuhan hanya untuk ditaati oleh org Israel atau Yahudi, tetapi semua yg baik dan relevan dgn kehidupan kita, itu bisa diterapkan, misalnya ttg perintah menghormati orgtua, jgn membunuh, dsbnya. Ada sebagian kalangan yg ‘mengabaikan’ perintah Tuhan dlm Alkitab dgn alasan bhw ada firman Tuhan yang langsung diterima dr Tuhan. Kalangan yg biasa melakukannya adalah mereka yg mengaku sbg kalangan yg bersifat apostolik (kerasulan) dan profetik (kenabian), yg sering berhubungan dgn Tuhan secara supranatural. Logikanya itu akan sangat mudah: Tuhan yg memberi perintah dlm firman Tuhan yg tertulis (Alkitab), mungkinkah akan memberi perintah secara supranatural dgn isinya yang bertentangan dgn yg tertulis? Tidak mungkin!

Di zaman ini, semakin mudah oknum tertentu yg dgn mudahnya melegalkan sesuatu dgn berkata bhw yg dia dapatkan itu adalah dr Tuhan. Nama Tuhan menjd sebuah ‘jaminan’, sehingga ketika membawa-bawa nama Tuhan, diharapkan orang akan yakin dan percaya. Tak heran jika di gereja tertentu ada saja penyelewengan penggunaan karunia sehingga jemaat jadi korbannya, bahkan ada org yg mengaku dpt dari Tuhan utk bercerai dgn istrinya dan menikah dgn wanita lain. Mau dinubuatkan tp hrs kasih PK dulu ke si pendeta. Ada bnyk lagi cerita penyimpangan spt itu, kita hrs waspada, karena firman Tuhan memberikan tuntunan utk menguji segala sesuatu, termasuk yg katanya ‘dari Tuhan’. Sekali lagi, yg dari Tuhan secara supranatural didapati, tdk mungkin akan bertentangan dg firman yg tertulis dlm Alkitab. Kalau ada kalangan tertentu yg mengutak-atik isi Alkitab utk membenarkan doktrinnya, harus benar-benar diwaspadai, karena semuanya itu hanya utk menguntungkan kepentingan dirinya secara pribadi, bukan untuk memuliakan Tuhan. Hormatilah firman Tuhan, jgn memanipulasinya utk memuaskan kedagingan kita, apa yang kita lakukan hrs dipertanggung jawabkan pd Tuhan di hari penghakiman nanti.

Yg tertulis maupun yg dari Tuhan lewat karunia, keduanya pasti tdk bertentangan satu dengan lainnya, waspada dgn oknum-oknum yg dengan sengaja mencari keuntungan lewat penggunaan nama Tuhan utk membenarkan dirinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Ikuti Yang Tertulis

Makin Kuat Dalam Roh

DI 12052025

Lukas 1:80 ILT3
Dan anak itu bertambah besar dan dikuatkan terus dalam roh, dan dia berada di padang gurun sampai pada hari penampakan dirinya kepada Israel.

Informasi ttg kehidupan Yohanes Pembaptis di saat sebelum muncul ke publik dpt kita ketahui dr ayat ini, ada beberapa hal yg bs kita pelajari dr kehidupan Yohanes Pembaptis ini.

Dia bertambah besar dlm kondisi fisiknya, dan juga dikuatkan terus dlm roh, ini sesuatu yang penting, harus ada perkembang tumbuhan dlm hal tubuh jasmani dr seorg anak, tetapi itu juga diiringi oleh rohnya yg semakin kuat. Dikuatkan dlm roh, berarti utk masa depannya terutama di dlm pelayanannya kelak, Yohanes Pembaptis ini memerlukan roh yg kuat, ini tentu saja tdk terjd begitu saja. Berapa serius para orangtua dalam menguatkan kondisi roh anak-anak mereka? Yg tampak biasanya anak dicukupi dlm kebutuhan jasmaninya: makanan yang baik, baju yg bagus, disekolahkan di sekolah yg berkualitas, dsbnya. Tetapi bgmna dgn rohnya? Dlm bbrpa kali saat mengikuti ibadah di gereja, anak memang ikut dlm ruang ibadah, tetapi ada orgtuanya dengan sengaja membiarkannya bermain games di hp atau tablet mereka, alasannya supaya tdk rewel atau membuat berisik saat ibadah berlangsung, tapi apakah tindakan itu bijaksana? Sebaiknya diikut sertakan dlm kelas Sekolah Minggu yang sesuai dgn umur mereka. Tapi tetap saja orgtua ada yang memilih anak mereka bermain games drpd anaknya beribadah di Sekolah Minggu.

Anak-anak memerlukan roh yg kuat karena saat mereka dewasa nantinya, realita hidup sangat berbeda dgn apa yg dulu mereka pikirkan ketika mereka masih anak-anak. Dari zaman ke zaman selalu diingatkan agar orgtua jgn memanjakan anak mereka karena itu sangat berbahaya untuk masa depan mereka, nantinya tdk bisa mandiri, mentalnya mudah lemah dan tdk bs menghidupi dirinya nanti secara layak. Yohanes Pembaptis jg disebutkan hidup di padang gurun, tidak jelas apakah sejak anak-anak ataukah ketika dewasa dan sdh dekat waktunya utk Yesus muncul, tapi kemungkinan setelah Yohanes Pembaptis sdh dewasa. Padang gurun gambaran ttg kerasnya kehidupan di dunia ini, tdk mudah hidup di area padang gurun, hal ini jg perlu diingatkan orgtua pada anak-anaknya, hidup sbg org dewasa tdk mudah, akan selalu ada masalah yg terjd, akan selalu ada org-org yg tdk senang pd kehidupan baik mereka, dan jg beragam kemungkinan lain yg mungkin terjd di masa depan. Apalagi nanti saat orgtua sudah meninggal, situasi tentu saja akan berbeda, suatu saat merekalah yg menjadi orgtua bagi anak-anak mereka. Semuanya butuh kedewasaan yg ditopang oleh roh yg kuat.

Didiklah anak-anak kita dgn benar, fisiknya kita hrs perhatikan tumbuh kembangnya, tetapi juga roh mereka hrs diperkuat, libatkan Tuhan dalam mendidik anak-anak.

Posted in Renungan | Comments Off on Makin Kuat Dalam Roh