DI 27032025
Efesus 4:25
Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
Buanglah dusta, dimulai dr kebohongan hingga kesaksian yg palsu, yg tdk sesuai dg kenyataan, ini semua kita lakukan jika memang kita saling mengasihi satu sama lain.
Kebohongan itu ada beragam jenisnya, hal yang umum terjadi adalah kebohongan dlm konteks ‘ranah tamah’, misalnya ditanya: sudah makan? Biasanya dijawab dgn ‘sudah’, tujuannya supaya tdk merepotkan tuan rumah, kelihatannya baik, tapi bohong ya tetap bohong, bukan? Bersaksi dusta, ketika ditanya sesuatu yg kita lihat sndri, kadang jawaban yg diberikan itu dusta/bohong, alasannya demi melindungi seseorg, menjaga suasana tetap damai, dsbnya. Kadang hampir semua org bs membenarkan hal itu, daripada terjadi sesuatu yg lebih buruk, ya bohong saja, itu ‘bohong putih’, demi kebaikan, dsbnya. Tapi sbg org Kristen, kita diajar utk berkata ya jika ya dan tidak jika tidak: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat” (Matius 5:37). Jadi tdk ada bohong utk kebaikan atau bohong putih, bohong ya bohong! Sebagian kalangan pasti berkata: ikut perintah Tuhan itu tdk selalu lurus, kadang berbelok dikit dan lebih mengutamakan kepentingan bersama, jadi tak apa sedikit berbohong, yg penting nanti katakan yg sebenarnya. Pemahaman ini banyak dibenarkan dan dianut bbrpa kalangan.
Bersaksi dusta, bisa sangat menentukan nasib seseorg, misalnya org yg sebenarnya tdk salah, tapi ketika ada org yg bersaksi palsu, nasibnya berakhir di penjara, atau kadang dihakimi scra massal, karenanya penting untuk mengucapkan apa yg benar, termasuk di dalamnya ketika kita ditanyakan ttg sesuatu, apa yg Alkitab katakan ttg hal itu, itulah yg seharusnya dikatakan, bkn filsafat atau pendapat kita pribadi. Beranikah kita menanggung resiko ketika mengatakan apa yg benar? Akan selalu ada kalangan atau orang yg tdk suka dgn kejujuran kita, kita disalahkan & dianggap terlalu ‘suci’. Berkata jujur memang tdk selalu baik dampak baliknya utk kita, tetapi kita akan dibenarkan oleh Tuhan saat nantinya setiap dari kita akan bertanggung jawab pada Tuhan utk setiap perkataan kita: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung jawabkannya pada hari penghakiman (Matius 12:36). Pilihan ada di tangan kita, mau jujur atau bohong, mata Tuhan melihat kita, telinga Tuhan mendengar setiap perkataan bohong kita, satu saat kita akan berhadapan dgn Tuhan. Jangan sampai murka Tuhan yg menimpa kita.
Sekali berbohong, perlu tambahan kebohongan lagi utk menyakinkan kebohongan yg pertama, dosa makin banyak, bertobatlah dan mulailah perkatakan apa yg benar.