DI 25032025
Efesus 4:13-14 ILT3
hingga kita semua dapat tiba pada kesatuan iman dan pengenalan penuh akan Putra Elohim, sebagai manusia sempurna, menuju taraf kedewasaan kepenuhan HaMashiakh,
sehingga kita tidak lagi menjadi kanak-kanak yang diombang-ambingkan dan terbawa oleh pelbagai angin pengajaran, dalam tipu daya manusia, dalam kelicikan, dengan cara penyesatan.
Begitu banyak pengajaran yg menuntut kita utk bs mengujinya, mana pengajaran yg Alkitabiah, mana pengajaran yg bersumber campuran dari Alkitab dan filsafat manusia, ini semua perlu utk memiliki kedewasaan rohani.
Hal pertama ialah perlu memiliki kesatuan iman, ini berarti bukan ttg iman personal perorangan, tapi dalam kehidupan berjemaat, kesatuan iman yaitu tekad bersama utk menjaga diri dr banyak pengajaran di luar doktrin yg dianut gereja lokal, perlu utk diuji dgn benar. Setiap denominasi itu punya doktrin-doktrin sbg pegangan dlm hidup bergereja, mana yg benar serta Alkitabiah, mana yg berupa dogma atau pengajaran yang sifatnya tdk sesuai doktrin, tetapi hrs dihargai jika gereja lain menganutnya sbg doktrin. Kesatuan iman di sini bs jg diartikan sbg memiliki iman yg sejenis atau sama, apa yg diimani itu hal yg sama, tidak menimbulkan kerancuan di tengah jemaat, tidak membuat menjd sebuah pertengkaran yg ujung akhirnya menjd perpecahan di kalangan jemaat gereja lokal. Inilah pentingnya divisi pengajaran di masing-masing gereja memiliki para teolog yg paham benar ttg Alkitab dan penafsirannya yg benar, sehingga dapat menyaring pengajaran mana yg Alkitabiah dan mana yg sesat. Sampai pd kesatuan iman dimulai dari kesadaran untuk menjaga keselamatan yg Tuhan anugerahkan ini jgn sampai terlepas dr tangan kita akibat tertipu oleh pengajaran yang ternyata menyimpangkan iman kita dr keselamatan.
Kedua, adalah pengenalan akan Yesus sebagai manusia sempurna, teladan satu-satunya yg dpt diteladani tanpa cela. Yesus hidup di dunia tapi Dia tdk berdosa sama sekali. Apa yg membuat Dia mampu spt itu? Inilah yg perlu dipelajari dan dipraktekkan dlm hidup kita. Yesus mengalami apa yg semua manusia lain alami, tapi Dia tidak berdosa sampai akhir, sementara kita ini masih terkadang berbuat dosa karena kelengahan dan kelemahan yg kita miliki. Belajar ttg siapa Yesus itu, bagaimana cara Dia hidup sewaktu di dunia, bagaimana Dia menyikapi situasi yg Dia hadapi, bgmna Dia bs menang melawan godaan iblis & tetap setia sampai akhir. Apabila 2 hal ini dapat dipraktekkan dan dimiliki oleh jemaat gereja, ini menjd sebuah benteng pertahanan utk melawan serangan terhadap gereja melalui pengajaran & tipu daya manusia yg licik dan tujuannya untuk menyesatkan jemaat, membuat jemaat hilang keselamatan dan hidup mengikuti hawa nafsu kedagingan yg terus menerus bekerja dlm tubuh jasmani. Tuhan ingin jemaat-Nya hidup kudus & berkenan di hadapan-Nya, tetapi iblis ingin kita menjauh dr hadapan Tuhan, merusak hidup kita dgn tawarannya yg menyesatkan.
Apakah kita sudah memiliki kesatuan iman dan mengenal Yesus sbg manusia sempurna? Perlu berhati-hati dgn pengajaran yg ternyata berbeda dgn kebenaran yg Alkitabiah, jgn disesatkan.