Bersihkan Bagian Dalam

DI 06022026

Matius 23:26 ILT3
Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah terlebih dahulu bagian dalam cawan dan pinggan, supaya bagian luarnya dapat menjadi bersih juga.

Teguran Yesus pd org Farisi ini mgkin agak kasar atau sarkastik kedengarannya, tetapi inilah yg harusnya dilakukan saat kita ingin hidup kita ‘bersih’ luar dalam.

Kita ilustrasikan saja sedang mencuci satu gelas, apa jadinya jika yg kita bersihkan itu hanya bagian luarnya saja? Pikirkanlah ini: bukankah nanti yg kita minum itu kualitas dan kebersihannya bergantung pd keadaan bagian dlm gelasnya? Bagian dalam kotor pasti membuat air di dalamnya jg tercemar dan bs menimbulkan penyakit selesai kita minum. Jadi bgmna, lebih penting bersih bagian mana? Pertanyaan ini jebakan yang membuat kita memilih salah satu bagian dr gelas itu, yg benar adalah bersih bagian luar dan dalam, ini satu paket kebersihan sebuah gelas tadi. Ada org yg peduli hanya tampilan luar, misalnya demi terlihat kaya, pdhal hartanya minim, ingin terlihat seperti org intelek atau pintar, pdhal bodoh, semua dibuat-buat utk ‘menipu’ penglihatan orang lain, tapi Tuhan tembus melihat hati.

Bagian dalam hidup kita, bs bicara tentang hati nurani, karakter, ketaatan pada Tuhan, dsbnya. Kadang org bs terlihat religius, tapi ternyata munafik, melakukan hal cemar yg memalukan nama Tuhan dan kekristenan. Banyak kisah penipuan yg pelakunya tidak kita duga sblumnya, mereka ada yg hamba Tuhan, org yg giat pelayanan, hingga orang biasa. Kisah perselingkuhan, perselisihan, dsbnya, bukan hal baru yg kita dengar, tapi pelakunya justru org yg terlihat religius dan katanya ‘cinta Tuhan’, intim dgn Tuhan dan selalu bicara hal-hal rohani. Tuhan mau utk kita religius, bukan terlihat religius, org bisa kita tipu, tapi Tuhan tidak. Pikirkanlah soal nama baik kita, keluarga kita akan dihargai jika kita punya nama baik yg ‘harum’, tetapi sebaliknya, keluarga kita bs dihujat ketika kita berbuat aib dan jahat.

Benahi bagian dalam diri kita, tampilan luar juga penting, keduanya hrs seiringan serta saling melengkapi, supaya hidup ini bersih di hadapan Tuhan dan manusia.

Posted in Renungan | Comments Off on Bersihkan Bagian Dalam

Pemuridan Yang Salah

DI 05022026

Matius 23:15 ILT3
Celakalah bagimu, hai para ahli kitab dan orang-orang Farisi, hai orang-orang munafik, karena kamu menjelajah lautan dan daratan untuk membuat satu orang proselit, dan ketika dia sudah jadi, kamu membuatnya sebagai anak neraka yang dua kali lipat daripada kamu.

Tentu kita gembira saat ada org yg dahulu tdk kenal Tuhan dan skrg bertobat menjadi seorg Kristen, tp kegembiraan itu bukan yg utama.

Para ahli Taurat sangat bersemangat untuk menarik org luar masuk dlm Yudaisme, di dlm ayat ini disebut sampai menjelajah laut dan daratan demi membuat seseorg menjd proselit atau masuk agama Yudaisme. Wkt itu memang blm ada gereja, namun antara pengikut Yesus dan penganut Yudaism ini pny perbedaan, seringkali pengikut Yesus dianggap sbg bidat. Kalau zaman sekarang spt para misionaris yg militan. Namun dlm tahap selanjutnya, mereka merekrut orang itu bukan mengarahkan untuk membangun hubungan dgn Tuhan (YHWH), tapi menjadi murid mereka yg level ‘keparahan’ rohani 2 kali lipat dr para ahli Taurat itu sendiri. Dlm pandangan Yesus, disebut ‘anak neraka’, di kategorikan sangat negatif. Hati-hati untuk para petobat baru, jgn sampai salah masuk komunitas yg rohani sekalipun.

Menjadi seorg Kristen harusnya dididik utk punya hubungan yg baik dgn Tuhan, Tuhan yang jadi ‘model’ ideal, bukan mentor, ketua komsel bahkan para hamba Tuhan.Jangan tersihir dgn pesona seseorg, karna mereka tetaplah manusia, punya kelemahan dan jg kekurangan, bs berbuat salah dan bs jatuh dlm dosa yg memalukan. Ikuti teladannya, tp jgn sampai figur mereka disetarakan dg Tuhan, kita org Kristen ini pengikut Yesus, bukan pengikut pendeta atau siapapun. Jd pembinaan rohaninya hrs mengarah pada Tuhan, serupa dgn Kristus, bkn serupa dgn hamba Tuhannya. Ikuti teladannya tapi jgn ikuti dosanya mereka, jgn sampai kita jadi ‘anak neraka’ spt yg Yesus katakan di dlm ayat ini, jgn mengidolakan hamba Tuhan secara berlebihan, kagum boleh tapi bukan utk ditiru mentah-mentah.

Arahkan para petobat baru utk mengenal Tuhan secara pribadi, mengalami Tuhan di dlm hidup mereka, kita hanya pembimbing tapi bukan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pemuridan Yang Salah

Bahaya Ingin Terlihat Religius

DI 04022026

Matius 23:13 ILT3
Celakalah bagimu, hai para ahli kitab dan orang-orang Farisi, hai orang-orang munafik, karena kamu sedang menutup kerajaan surga di hadapan orang-orang! Sebab, kamu sendiri tidak masuk, bahkan mereka yang sedang masuk, kamu tidak membiarkan untuk masuk.

Ahli Taurat (ahli kitab) dan org Farisi, kedua golongan ini tentunya menguasai teori ttg hukum Taurat dan keagamaan dgn sangat mendalam, tetapi praktek hidup mereka ini justru tdk sesuai dgn yg seharusnya.

Ingin menjd religius itu baik, tapi bedakan dgn ingat terlihat religius, menjd religius itu ingin mendekat pd Tuhan dan memahami dgn benar firman-Nya, tapi yg ingin terlihat religius itu cuma memperhatikan tampilan luar mereka saja, melakukan ibadah hanya ingin dilihat orang, bangga disebut religius, tetapi mereka ini spt kuburan yg luarnya itu indah tp isi dalamnya tulang belulang org mati (Matius 23:7). Yg menarik dr ayat ini ialah ternyata mereka justru menghalangi org-org yg ingin masuk dlm kerajaan surga, bukankah ini aneh? Religius tp tdk mau utk masuk surga? Atau mereka sadar surga itu tdk layak bagi mereka, jadi ingin jg banyak org menemani mereka di luar surga nanti. Pikiran ini persis sama dgn iblis, dia pasti tahu tdk bs masuk surga, jadi ingin supaya banyak manusia menemani mereka nanti di neraka kekal.

Mereka ini disebut Yesus sbg org munafik, jadi bs kita simpulkan bhw org munafik itu org yang menghalangi kita masuk kerajaan surga, tapi mereka terlihat sangat religius. Siapa sih yg terlihat religius di zaman skrg ini? Kita pasti tahu jawabannya, karena itu jagalah diri kita baik-baik! Ada yg asli dan ada yg palsu, ada yg munafik dan ada yang sejati, ada yg bicara banyak ttg ayat & ada yg banyak mempraktekkan ayat. Religius itu bukan terlihat dari pandainya berdebat ayat Alkitab, bukan yg rajin ke gereja tetapi dgn maksud terselubung, yg pintar berdoa tp tdk pernah mengalami Tuhan dlm hidup kesehariannya. Banyak mengklaim dapat dr Tuhan tp tdk pernah terbukti semuanya itu benar dan terjadi. Akhir zaman muncul banyak nabi dan guru palsu, mesias palsu, kita jgn sampai disesatkan.

Ingatlah jgn ingin terlihat religius, terjebak hanya memperdulikan penampilan luar tp tdk membenahi hidup kita, jgn munafik dan menjauh dr surga.

Posted in Renungan | Comments Off on Bahaya Ingin Terlihat Religius

Jangan Hanya Satu Pihak

DI 03022026

Markus 12:32-33
Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”

Ada org yg senang terlihat religius, tp tidak peduli dgn apa yg terjadi pd org-org sekitar di mana dia ada, ini bukan kasih yg Kristus ajarkan pd setiap kita.

Korban bakaran dan persembahan, itu arah tujuannya pastinya pd Tuhan, tdk mungkin semua itu diberikan utk manusia. Artinya itu salah satu wujud mengasihi Tuhan dan bukti ketaatan pd aturan yg Tuhan berikan. Tentu hal ini hal yg baik, namun jika hanya mengasihi Tuhan tanpa mengasihi sesama kita, ini kasih yg ‘cacat’. Kalau mgkin dapat diilustrasikan spt seorg suami harus sadar bhw menikahi istrinya berarti jg mengasihi keluarga istrinya. Mengasihi Tuhan harus jg mengasihi sesama kita, Tuhan tdk ingin kita terlihat religius tp munafik di mata org lain, bergereja tp tdk berjemaat, artinya ini bkn ttg keanggotaan gereja, tp beribadah serta membangun persaudaraan dgn sdr seiman lainnya di gerejanya itu. Kadang di gereja yg jemaatnya terlalu banyak, hal ini sulit dilakukan, yg ada kadang eksklusifitas golongan dlm jemaat keseluruhan.

Mengasihi itu perlu obyek orangnya, tidak mgkin mengasihi hanya berupa keinginan tanpa pernah diwujudkan. Artinya memang kita butuh membangun hubungan dgn org lain serta sdr seiman. Di gereja, komunitas sel atau komsel menjd wadah utk praktek mengasihi. Dlm keberagaman anggota yg ada, latar belakang yg berbeda, status juga yg beragam, bisakah menyatu dgn sangat erat? Kadang terjd pergesekan antara yang satu dgn lainnya, tp semuanya hrs dengan sadar tetap mengedepankan kasih. Dalam praktek mengasihi, mulailah mengasihi pd org-org terdekat kita, mulai dr keluarga, di lingkungan di mana kita tinggal, tempat di mana kita beraktivitas, apapun yg terjadi, kasih hrs selalu kita tunjukkan, bkn emosi, bkn memanipulasi keadaan demi tujuan & keuntungan pribadi kita.

Mengasihi Tuhan dan sesama, satu paket mengasihi yg hrs kita tunjukkan dlm setiap saat kita beraktivitas, jgn hanya religius, tp jg peduli pd sesama kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Hanya Satu Pihak

Mendengar Dengan Gembira

DI 02022026

Markus 12:37 ILT3
Jadi, Daud sendiri menyebut-Nya sebagai Tuhan, dan bagaimana mungkin Dia adalah anaknya?” Dan kerumunan orang banyak itu mendengarkan Dia dengan gembira.

Kerumunan org mendengar apa yg Yesus katakan saat itu, dengan gembira, dengan penuh minat, layaknya mendengar sebuah kabar sukacita untuk semua org.

Perkataan Yesus zaman ini terwakili oleh renungan, khotbah, pembacaan Alkitab, yg semuanya mudah diperoleh dan didengar. Tinggal buka sosmed, khotbah dari hamba Tuhan manapun bs kita dapatkan dg cepat, bahkan yg sdh bertahun-tahun lalu. Alkitab ada di hp kita berupa aplikasi, bahkan radio rohani jg masih bersiaran. Sebagian orang berkesempatan mendalami Alkitab melalui program sekolah teologia. Apa yg kita bisa rasakan saat mendengar perkataan Yesus melalui sarana yg disebutkan tadi? Apakah spt org-org dlm ayat ini? Atau tdk antusias dan cenderung merasa biasa saja sebagai sebuah rutinitas harian? Kadang sesuatu yg mudah didapat dan dijangkau itu menjd kurang berharga dibandingkan yg terbatas dan susah didapat. Kisah bbrpa tahun lalu ttg Alkitab yg dimasukkan ke negara yang ketat menjd suatu yg sangat berharga.

Setiap hari kita makan nasi, tapi begitu di dlm situasi sulit pangan, nasi jd makanan yg ‘mahal’ dan berharga. Seberapa Alkitab itu berharga bagi kita? Itu bergantung pada apa pengaruhnya Alkitab bagi hidup setiap kita. Dengar khotbah di gereja masih dapat merasakan gembira dan antusias? Atau yg terjd malah berharap khotbah jgn panjang dan kelamaan. Memang kadang khotbah terasa membosankan karena bbrpa faktor, ada yg suka pengkhotbah tertentu, yg suka humor diselipkan dlm khotbah, atau yang berkhotbah nadanya datar-datar saja yang mengundang rasa kantuk datang. Kita hrs mulai belajar utk menghargai firman Tuhan bkn dr siapa atau cara penyampaiannya, tp memperhatikan isi khotbahnya. Membaca Alkitab jgn saat badan lelah, sehingga jadi ‘obat tidur’ yg ‘manjur’, baca Alkitab malah ngantuk, ada yg salah dgn itu.

Dengarkan perkataan Yesus dgn gembira, penuh minat utk memahaminya, cintailah firman Tuhan setiap waktu, jgn terjebak di dalam rutinitas yang menjd sebuah ritual rohani semata.

Posted in Renungan | Comments Off on Mendengar Dengan Gembira

Yang Lebih Berharga

DI 31012026

Matius 9:13 ILT3
Namun, seraya pergi, pelajarilah apa artinya: Aku mengingini kemurahan dan bukan kurban, karena Aku datang tidak untuk memanggil yang benar, melainkan yang berdosa ke dalam pertobatan.”

Apa yg lebih berharga di mata Tuhan, tentu ini tdk bs memakai standar atau pemikiran manusia kita karena pikiran Tuhan sangat berbeda dgn pemikiran manusia.

Dlm hal persembahan, memang dalam PL diturunkan hukum ttg persembahan yang hrs umat-Nya patuhi utk dilakukan, harus sesuai syarat yg diberikan, kalau tdk maka itu dianggap ‘cacat’ dan tdk layak diberikan pd Tuhan. Org bs mentaati hukum secara pandangan mata jasmani, tapi bagaimana suasana hatinya itu hanya dia dan Tuhan saja yg tahu. Kaya akan harta bs memberi persembahan yg besar dan banyak, tetapi kalau tdk diimbangi dgn ‘kaya hati’, orang hanya akan terhormat di mata manusia, tp tdk di mata Tuhan. Dlm ayat ini Yesus dgn tegas mengatakan bhw lebih mulia orang yg menunjukkan kemurahan pd sesamanya drpd org yg memberi persembahan besar & banyak. Tuhan yg menciptakan segala yg ada di dunia, Dia mau apa, cukup berfirman dan langsung tercipta, tdk butuh tambahan materi dr manusia.

Di dunia, banyak ilmu yg mengajar bgmna bs menjd kaya, bahkan iblis jg tahu hal itu dan menawarkan cara utk menjadi kaya, tp hanya firman Tuhan yg mengajar kita untuk punya ‘kaya hati’ yg sesungguhnya. Orang bs terlihat dermawan, sering memberikan sumbangan, beramal, tp apakah itu dengan ketulusan hati? Atau sbg pencitraan demi tujuan tertentu? Persembahan bukan soal materinya, tp soal hati seseorg waktu dia mempersembahkannya. Kisah janda yang miskin saat memberi persembahan uang, ini yg jadi pelajaran bagi kita, meskipun yg dipersembahkan jumlahnya sedikit, tidak spt persembahan org kaya, tp janda miskin ini dipuji oleh Yesus karena dia memberi yg ada padanya (Markus 22:41-44). Memberi persembahan dgn pengorbanan, itu yang menguji ketulusan hati, memberi utk Tuhan atau menikmati utk diri sndri?

Belajar utk memiliki ‘kekayaan hati’, jangan kejar penghormatan dr manusia, semua itu semu dan sementara, hari ini kita dipuji, tp mgkin nanti kita dihujat.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Lebih Berharga

Sepakat Meminta

DI 30012026

Matius 18:19
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Ayat ini telah sekian lama salah dipahami, akibatnya salah mengimani dan yg terjadi justru tdk spt yg tertulis dlm ayat ini, jelas bukan salah firman-Nya, tp kitalah yg telah sembarangan menafsirkannya.

Memahami sebuah ayat perlu dilihat bbrpa hal, misalnya konteks di mana ayat ini ada: Yesus sdg bicara pd murid-murid ttg cara menegur yg benar, lalu siapa saja yg ada di dlm ayat ini: ada kata Aku: ini jelas Yesus, lalu kamu: para murid, lalu mereka. Mereka itu bukan Yesus, bukan jg para murid, jadi ini pihak lain, obyek pembicaraan dlm ayat ini ttg menegur mereka: org-org yg berbuat salah atau dosa. Maka kalau dipahami dgn benar, Yesus sdg berkata bhw kalau ada 2 org di antara para murid sepakat meminta sesuatu, maka permintaan org-org yg tadi ditegur akan dikabulkan oleh Bapa. Supaya mudah dimengerti kita ilustrasikan seperti ini: 2 org pemimpin gereja menegur seorg pengerja yg berbuat kesalahan, si pengerja ini akhirnya mau mengakui kedaulatan dan bertobat, meminta 2 org pemimpin ini utk mendoakannya ttg sesuatu yg baik.

Doa org yg ditegur lalu bertobat ini dinilai sbg sesuatu yg baik dan sesuai dg apa yg jadi kehendak Tuhan, lalu 2 pemimpin ini sepakat mendoakannya pd Bapa beserta dgn permintaan si pengerja ini, maks nanti Bapa di surga akan mengabulkannya. Jadi ada brpa org yg meminta? 2 pemimpin dan si pengerja = 3 org, ini bkn ttg permintaan pribadi kita pd Tuhan, tapi perkara khusus ttg permintaan org yg bertobat yg mendpt kesepakatan dr 2 org yg punya otoritas di kerohanian. Tdk bisa dipraktekkan untuk permintaan pribadi. Inilah pentingnya kita melihat ayat sesuai konteks keberadaan, siapa saja yg disebut, kapan itu terjadi. Hal ini bisa menghindari kita keliru memahami apa yg sebenarnya dimaksud Tuhan. Tidak mudah utk memahaminya, tp Tuhan akan memberikan pencerahan dan pengertian yg benar ketika kita belajar ttg kebenaran Tuhan.

Bukan salah ayatnya, tapi kitalah yg salah dlm memahaminya, sehingga yg terjadi itu berbeda dgn yg dimaksud dlm ayat ini, jadi teruslah belajar dgn berhikmat.

Posted in Renungan | Comments Off on Sepakat Meminta

Menjadi Musuh?

DI 29012026

Galatia 4:16
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

Apa sikap kita saat mendengar kebenaran ttg sesuatu? Memperhatikan atau cuek? Ini bergantung pd kebenaran personal yg kita pegang.

Contohnya, teman kita yg berjemaat gereja beda dgn kita, berbeda doktrin ttg sesuatu, dlm satu kesempatan ngobrol, jelas terlihat perbedaan pemahaman ttg sesuatu, sikap kita bgmna? Kadang beda doktrin berubah jadi beda persaudaraan dlm Tuhan. Hanya yg sedoktrin diakui sbg sesana sdr seiman, bahkan ada yg menganggap ‘musuh’ yang sebaiknya dijauhi saja. Bukankah mereka yg percaya pd Tuhan Yesus Kristus adalah kesatuan sbg tubuh Kristus? Beda doktrin jgn sampai memecah belah kesatuan yang ada dlm tubuh Kristus di dunia ini. Lakukan saja apa yg kita yakini sbg doktrin, apakah org lain tdk melakukannya, itu urusan yang pribadi antara dia dgn Tuhan, kita bukanlah Hakim yang berhak mengadili, serahkanlah itu pd Tuhan Sang Hakim Yangadil, jangan mencuri posisi Tuhan.

Ketika kita ditegur dan dijelaskan lakukan kesalahan, apakah kita menerimanya dgn kerendahan hati? Kita kadang gengsi utk mengakuinya, dan curiga org itu ingin utk menjatuhkan kita di depan umum. Alkitab menjelaskan bahwa menegur itu dilakukan spt ini: “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan (Matius 18:15-16). Tetap jaga martabat orang yang kita tegur, kalau kesalahannya itu sesuatu yg bersinggungan dgn kepentingan umum, bawalah org lain utk menjd saksi, niatnya bukan utk menjatuhkan tp menyadarkan saja.

Menegur atau ditegur, lakukan dgn sikap hati yg benar, kita belum sempurna, pasti akan bisa buat kesalahan di satu waktu, tp jgn menutup hati pd teguran yang memang benar dan terbukti.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Musuh?

Menimpakan Kesalahan

DI 28012026

Kejadian 3:12-13 (TB) Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”
Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kau perbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

Kebiasaan menimpakan kesalahan pd org lain ternyata pertama kali terjadi peristiwa kejatuhan manusia pertama dlm dosa, dan ini terus berlanjut hingga sekarang.

Adam menyalahkan Hawa, tp secara tidak langsung menyalahkan Tuhan jg, dia bilang ttg Hawa ialah perempuan yg ditempatkan Tuhan di sisinya. Seandainya tdk ada Hawa mgkin saja Adam berpikir dia tdk berdosa karena makan buah pohon yg dilarang oleh Tuhan. Kadang org jg berpikir: Tuhan pasti Mahatahu, Dia tahu Adam dan Hawa akan berdosa, kenapa Dia tidak mencegahnya? Hal ini kadang menjd bahan perdebatan di kalangan pecinta teologi, ujungnya selalu mengatakan bhw karena Tuhan beri satu kebebasan bagi manusia utk memilih dan melakukan apa yg dia mau. Manusia bkn robot, ada kehendak bebas (free will), tapi ini dr sisi manusia, tak ada yg tahu ttg apa yg Tuhan pikirkan saat itu hingga peristiwa itu terjd.

Setelah disalahkan Adam, Hawa memberi jawaban dgn menimpakan kesalahan pada si ular yg memperdaya dia. Di satu sisi dia akui dan tdk menyangkali bhw diaiah yang memberi makan buah itu pd suaminya, dia ingat ada ular yg bs ditimpakan kesalahan atas semua yg terjd. Hal serupa masih jg terjd hingga skrg, saat ketahuan bersalah, manusia menyalahkan org lain, situasi, ini dilakukan untuk sedikit membela diri atau supaya hukumannya diperingan. Jarang yg dgn berani mengakui kesalahannya tanpa menimpakan sebagian kesalahannya pada org lain. Mgkin dlm kesalahan yg dilakukan secara berkelompok, benar yg salah ialah sekelompok org itu, jadi nenang tergantung pd kasusnya. Tetapi jgn pernah berpikir utk menyalahkan Tuhan jg, karena Tuhan tidak pernah menginginkan kita berbuat salah & berdosa.

Akuilah kalau memang kita yg salah, berani berbuat ya berani jg bertanggung jawab, ini sebuah wujud perilaku org yg berintegritas tinggi, sebuah sikap kedewasaan rohani.

Posted in Renungan | Comments Off on Menimpakan Kesalahan

Ada Yang Tidak Cukup Hanya Sekali

DI 27012026

2 Raja-raja 13:17-19
serta berkata: “Bukalah jendela yang di sebelah timur!” Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa: “Panahlah!” Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: “Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap.”
Sesudah itu berkatalah ia: “Ambillah anak-anak panah itu!” Lalu diambilnya. Setelah diambilnya, berkatalah Elisa kepada raja Israel: “Pukulkanlah itu ke tanah!” Lalu dipukulkannya tiga kali, kemudian ia berhenti.
Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: “Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap. Tetapi sekarang, hanya tiga kali saja engkau akan memukul Aram.”

Tdk semua cara penyelesaian masalah itu selalu sama, masalah yg ini mgkin selesai dgn cara A, tp masalah yg lain dgn cara B, tergantung bgmna kita memahami cara yg tepat utk setiap masalah.

Kisah ini ttg tindakan profetik, sdh dibilang itu anak panah kemenangan, tetapi yg raja lakukan hanya memukulnya 3x saja, tetapi masalah musuh ini ternyata butuh 5-6 kali dikalahkan, artinya tindakan profetiknya ini kurang tepat, dan nantinya ini berdampak pd kenyataan hanya 3x menang tapi tidak cukup utk membinasakan sama sekali. Di dlm menghadapi masalah yg ada, selalu dibutuhkan pengamatan dan ‘mengukur’ dg benar solusi yg hrs dilakukan. Mgkin ini ttg frekuensi, spt menebang pohon besar yang tdk cukup hanya 1x pukulan saja. Mgkin di masalah yg lain itu soal waktu, harus cepat atau jgn terlalu cepat, hrs cara damai atau ketegasan, dsbnya. Hikmat dibutuhkan utk itu, kalau memang Tuhan ingin kita dengan iman melakukan tindakan profetik, lakukan dgn tepat.

Mengapa masalah yg sudah cukup lama tp belum jg teratasi, mgkin ada yg perlu untuk dikaji ulang, tdk tepatnya di mana? Apakah cara yg dipakai itu salah sehingga perlu utk diganti? Harus pakai cara baru? Atau kita kurang memberi perhatian, putus asa dan menyerah begitu saja? Jgn lupa bertanya pd Tuhan ttg cara mengatasi masalah itu, supaya tdk berlarut-larut dan menyita bnyk waktu, yg seharusnya sebentar tp malah jd lama, yg sebenarnya sederhana malah jadi rumit, yg sebenarnya kecil tp sekarang jadi besar. Masih banyak hal yg perlu kita beri perhatian dan waktu, utk dilakukan, jangan sampai akhirnya bnyk hal yg tertunda dan malah berujung kegagalan, kerusakan dan kerugian besar. Atasi segera dan jgn tunda lebih lama. Kelegaan kita alami ketika yang jadi masalah itu bs teratasi.

Libatkan Tuhan, jgn ragu kalau Tuhan yang menyuruh kita melakukan tindakan profetik karna hasilnya pasti luar biasa, melampaui kemampuan manusiawi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Yang Tidak Cukup Hanya Sekali