Jangan Setengah-Setengah

DI 21022026

Wahyu 3:15-16
Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Panas akan turun suhunya kalau sengaja dibiarkan begitu saja dlm jangka waktu yg cukup lama, dari panas bs berubah menjd mengikuti suhu normal di tempat itu.

Dlm menjalani kehidupan ini, Tuhan ingin kita menunjukkan suatu keadaan yg jelas, dalam hal ini digambarkan dgn panas dan tidaknya suhu yg terasa. Baik panas atau dingin, keduanya akan mendpt penilaian & balasan dr Tuhan. Keaktifan hidup kita ini biasanya lebih terasa ketika cuaca cerah & panas, org bs beraktifitas lancar hingga di jalan sekalipun. Jd panas menggambarkan suatu keadaan yg bergelora, bersemangat dan hidup. Suhu badan org hidup pasti ada panasnya, tetapi badan org meninggal itu dingin karena organ tubuh dan darah tidak lagi bekerja, jadi kita ini ‘hidup’ atau ‘mati’, diumpamakan dgn panas atau dingin. Kita ‘hidup’ berarti berkarya, kita ‘mati’ berarti tdk menghasilkan apa-apa, dan Tuhan mau kita ini ‘hidup’, meskipun bnyk hal yg terjadi dlm hidup kita.

Akibat keadaan tdk dingin dan tdk panas, maka Tuhan akan ‘memuntahkan’ kita dari mulut-Nya. Sesuatu yang masuk dlm mulut itu biasanya utk dimakan, dlm hal ini bukan berarti Tuhan ‘memakan’ kita, tp mari kita sedikit berlogika: saat seorg raja ingin satu makanan yang disajikan langsung, tl yang disajikan itu sudah tdk panas lagi, hangat tp tentu berbeda dgn standart yg raja mau, maka makanan itu bs dimuntahkan. Atau saat makan bakso, lebih nikmat ketika itu masih panas. Suam-suam kuku, membuat sulit penilaian: mau dimasukkan ke surga atau ke neraka? Suam-suam kuku mgkin bs digambarkan dgn kata: ladang-kadang, kadang-kadang bersemangat ikut Tuhan, tp di lain waktu jenuh ikut Tuhan, ibarat di dlm hal cinta: sebenarnya masih cintakah atau sdh tdk lagi? Mau lanjut atau ….?

Jagalah kasih kita pd Tuhan agar tetap dlm keadaan membara, bila mulai jenuh, check diri kita, apa yg jd penyebabnya, dan coba utk mengatasinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Setengah-Setengah

Ternyata Itu Dosa

DI 20022026

Yakobus 2:6, 9 ILT3
Namun, kamu meremehkan mereka yang miskin. Bukankah mereka yang kaya menindas kamu, bahkan mereka itu menyeret kamu ke pengadilan?
Namun, jika kamu membeda-bedakan orang, kamu sedang melakukan dosa, karena oleh torah itu terbukti sebagai para pelanggar.

Tak bs dipungkiri atau disanggah bhw ada org-org yg memperlakukan sesamanya itu berdasarkan status sosialnya, diantaranya dlm hal miskin atau kayanya.

Rasul Yakobus menjelaskan ini dan dengan tegas menyatakan bhw membeda-bedakan org hanya karena dia miskin atau kayanya, itu sebuah dosa. Tentu saja ini butuh suatu penjelasan yg valid. Ada ayat di dlm Alkitab bicara ttg org miskin: “Siapa yg menindas orang miskin menghina Penciptanya, tetapi siapa memuliakan Dia akan menunjukkan kemurahan kepada yang membutuhkan (Amsal 14:31 ILT3). Jd siapa menindas org miskin itu menghina Tuhan. Kemiskinan dr seseorg hrs dilihat dr bbrpa sudut pandang misalnya dr sisi dosa, apakah kemiskinan itu akibat dr dosa yg diperbuat, karena org itu malas, atau penyebab lainnya. Dlm ayat ini: “Sebab kamu selalu mempunyai org-org miskin bersamamu, dan bilamana km mau, kamu dapat berbuat baik kepada mereka, tetapi km tdk selalu memiliki Aku (Markus 14:7 ILT3).

Yg hrs dilakukan justru berbuat baik pd org miskin, tetapi Yesus menyatakan bhw hal itu bs kita lakukan kalau kita mau. Berarti kita pny kemampuan tapi belum tentu mau utk melakukannya. Jelas ini masalah hati & pikiran kita masing-masing, apa pikiran kita ttg org miskin. Kaya atau miskin tdk menjd penentu dlm hidup kekekalan seseorg, kita bs lihat ttg Lazarus miskin dan org yg kaya, org yg terlihat hina di dunia ternyata dia bs menikmati hal yg bahagia dlm kekekalan. Tp ini bukan berarti org kaya tdk bs seperti Lazarus yg menikmati hal baik nantinya, tp intinya adalah kaya atau miskin itu hanya 1 status duniawi saja, setiap org hrs kaya di dlm kekekalan: Sebab engkau berkata: Aku kaya dan aku telah menjadi kaya, bahkan aku tidak mempunyai kebutuhan apa pun! Namun engkau tidak mengetahui bahwa engkau adalah orang yang malang dan menyedihkan dan miskin dan buta dan telanjang (Wahyu 3:17 ILT3).

Jgn membeda-bedakan org dr miskin atau kayanya, perlakukan org miskin dgn baik, itu sama artinya kita memuliakan Tuhan, sbg karakter org beriman.

Posted in Renungan | Comments Off on Ternyata Itu Dosa

Menghindari Perpecahan

DI 19022026

1 Korintus 12:24-25 ILT3
dan mereka yang elok pada kita, dia tidak punya kebutuhan. Tetapi Elohim telah menyusun tubuh dengan memberikan lebih banyak kehormatan kepada yang membutuhkan,
supaya tidak ada perpecahan di dalam tubuh, sebaliknya anggota-anggota itu dapat saling memedulikan seorang terhadap yang lain.

Tubuh Kristus digambarkan spt susunan di dlm tubuh manusia, ada perlakuan khusus yg perlu dilakukan supaya tubuh tetap dlm performa yg baik.

Ada anggota tubuh kita yg kelihatan, ada jg yg tdk kelihatan. Yg tdk kelihatan misalnya bagian organ dlm tubuh spt jantung, ginjal, dsbnya. Hidup kita sebagian besar adalah hasil kerja organ tubuh yg tdk terlihat dan itulah yg perlu mendpt ‘penghormatan’ yg khusus, istilah lainnya adalah diperhatikan dgn sungguh-sungguh. Inilah alasan knpa begitu pentingnya melakukan ‘check up’ yg rutin ttg kondisi tubuh kita, bs menangani lebih dini jika ada bibit penyakit sblum itu menjd penyakit yg ganas dan kronis. Orang yg penampilan luar bagus tp tubuhnya tdk sehat, tentu sangat menyedihkan, nilai dari sebuah kesehatan jauh lebih berharga drpd apapun jg, tanpa tubuh yg sehat, aktivitas harian bisa terganggu dan tertunda. Hal ini yg ingin disampaikan dlm ayat ini, jangan abaikan setiap anggota tubuh Kristus.

Diperlakukan berbeda, kadang masih jelas terlihat dlm kehidupan berjemaat maupun pelayanan. Dlm Alkitab ada ayat ttg hal ini: “dan kamu menghormati org yg berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: “Silakan tuan duduk di tempat yg baik ini!”, sedang kepada orang yg miskin itu kamu berkata: “Berdirilah di sana!” atau: “Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!”, (Yakobus 2:3). Perlakuan berbeda kadang memicu munculnya benih perpecahan, perselisihan dan masalah besar pd akhirnya. Hindari itu semua dgn mempraktekkan kasih dengan benar spt yg Tuhan ajarkan. Contohlah apa yg Yesus lakukan selama ada di dunia ini, Dia bergaul dgn kalangan atas, menengah, dan bawah, memperlakukan semuanya dg penuh kasih, tdk membuat org lain merasa tdk terlayani.

Hormatilah dan berikan perhatian pd tubuh Kristus dgn penuh kasih, jangan dibedakan karena status sosial dan yg lainnya, tanpa mereka yg sederhana, banyak hal yg tidak akan tertangani.

Posted in Renungan | Comments Off on Menghindari Perpecahan

Karakter atau Karunia

DI 18022026

Matius 7:22-23 ILT3
Banyak orang akan berkata kepada-Ku pada hari itu: Tuhan, Tuhan, bukankah dalam Nama-Mu kami telah bernubuat, dan dalam Nama-Mu kami mengusir roh jahat, dan dalam Nama-Mu kami melakukan banyak mukjizat?
Dan pada waktu itu Aku akan menyatakan kepada mereka: Aku tidak pernah mengenal kamu, enyahlah dari-Ku, hai kamu yang mengerjakan kejahatan!”

Org yg berkarunia hebat malah dinilai sbg mengerjakan kejahatan? Kalau begitu ada yg salah dlm org-org yg disebut dlm ayat ini, apa itu?

Jgn salah paham, berkarunia itu tdk salah atau sesat, tp memang Tuhan yg memberi: “Namun, Roh yang satu dan yang sama mengerjakan semuanya itu dengan membagi-bagikan kepada masing-masing, sendiri-sendiri, seperti yg Dia maksudkan (1 Korintus 12:11 ILT3). Spt seorg petugas keamanan yg diberikan senjata, bisa saja dia menyalah gunakan senjata, harusnya menembak penjahat atau teroris, tapi yang ditembak teman petugasnya sendiri. Dlm bbrpa kasus, hal ini pernah terjd. Jadi jika berkarunia, itu sesuatu hal yg baik, tetapi bgmna kita bertanggung jwb memakainya, ini yg jadi fokus perhatian kita. Sewaktu ia hanya jemaat biasa, bs menjaga hati tetap murni, tp begitu diberikan karunia, sikap & karakternya mulai bergeser ke arah yg tdk murni lagi.

Giat melayani tp ditolak masuk surga, itu sesuatu yg menyakitkan. Berkarunia beda dgn berkenan di hadapan Tuhan, manusia mgkin menilai org yg berkarunia itu, sudah punya kelayakan dr Tuhan, sdh berkenan, pdhal bukan itu yg dinilai Tuhan. Kejarlah perkenanan Tuhan, bertanggung jawab dlm menggunakan karunia yg Tuhan berikan pd setiap kita, jgn ambil keuntungan saat kita melayani. Biasanya org berkarunia itu bisa jatuh karena uang, kedudukan dan pujian dr manusia. Tuhan menilai karakter kita di dlm hal keserupaan dlm Kristus, karakter yg spt punyanya Kristus. Ketaatan menjadi satu karakter yg Tuhan inginkan. Memang manusia tdk sempurna, tp Tuhan tdk ingin kita terjebak oleh ketidak sempurnaan yg kita miliki, Dia mendidik dan membentuk karakter kita supaya serupa dgn karakter Kristus.

Jgn kejar karunia saja, kerjalah perkenanan Tuhan, supaya pelayanan kita tdk sia-sia & akhirnya kita tdk ditolak Tuhan, jadi hamba yg setia dan berkenan.

Posted in Renungan | Comments Off on Karakter atau Karunia

Mempercayai Tuhan

DI 16022026

Kisah Para Rasul 3:16 ILT3
Dan karena iman akan Nama-Nya, maka Nama-Nya telah menguatkan dia yang kamu lihat dan kamu kenal, bahkan melalui iman itu, hal itu telah memberikan kepadanya kesehatan sempurna di hadapan kamu semua.

Jadi inilah penjelasan rasul Petrus ttg yang terjadi pd org lumpuh di pintu gerbang Bait Suci, org ini sembuh dan dapat berjalan dg normal.

Faktor utamanya adalah iman, tp iman dari siapa? Org lumpuh itu sendiri tdk meminta kesembuhan pd rasul Petrus dan Yohanes, berarti iman ini ialah iman rasul Petrus yg bekerja saat dia menjamah tubuh org yang lumpuh itu. Dlm ayat ini disebutkan kriteria iman yang dimiliki rasul Petrus: iman akan nama Yesus, sehingga oleh nama Yesus, tubuh org lumpuh ini dibuat memiliki suatu kekuatan utk bangun hingga akhirnya dia diberikan kesehatan yg sempurna, menjadi suatu kesaksian ttg kuasa nama Yesus yg tdk terbantahkan. Di sini kita belajar bahwa meskipun seorg yg sakit tdk beriman, bhw nantinya dia akan sembuh, tp ketika orang yg mendoakannya itu beriman pada Yesus, maka Tuhan bs menyembuhkan sempurna sakit yg diderita. Kita mengenalnya dengan ‘kemurahan’ Tuhan dan kehendak Tuhan.

Kadang kita terlalu ‘memaksa’ orang yang kita doakan itu hrs beriman jg, mgkin saja keadaan org itu hampir kehilangan percaya pd Tuhan, tdk berharap lagi mujizat terjadi, sehingga bila terjd mujizat, kita mengklaim itu karena org sakit ini tdk beriman. Suatu ‘pengalihan’ isu yg lucu, pdhal mujizat tidak terjd mgkin karena kita sendiri yang kurang beriman, tp kesalahan kita timpakan ke org yg kita doakan. Biar tdk malu, bukankah ini sesuatu yg aneh? Yang punya kuasa untuk menyembuhkan itu Tuhan, bukan kita, jika kita mendoakan seseorg tp tdk sembuh jg, koreksi diri, jangan-jangan iman kita masih kecil, kita hanya sok rohani, sok intim dgn Tuhan, supaya dikagumi, untung-untungan kalau terjd mujizat, bukankah semua yang dilakukan tanpa iman itu dosa: “Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa” (Roma 14:23b)

Lakukan dgn iman akan nama Yesus, iman ini yg membuat kuasa Tuhan dinyatakan & menjd suatu kesaksian yg tidak bisa untuk dibantah.

Posted in Renungan | Comments Off on Mempercayai Tuhan

Jangan Lupa Memuji Tuhan

DI 14022026

Kisah Para Rasul 3:6-8
Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”
Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

Seorg yg lumpuh lalu mengalami mujizat, reaksinya sungguh baik, bukan hanya dia menikmati kenormalannya, tp jg tdk lupa utk memuji Tuhan.

Terpesona oleh mujizat Tuhan, seringkali di sinilah penilaian itu diberikan, apakah dia seorg penikmat ataukah seorg yg tahu utk menghargai pembuat mujizatnya. Ada org yg bersaksi hanya menonjolkan betapa dia telah sangat berat melewati badai hidup, ia mengisahkan ttg betapa dia sabar saat hrs menanggung beban berat, menderita bnyk hal, dsbnya. Dlm 30 menit kesaksiannya, ia habiskan 25 menit utk rentetan peristiwa & sisanya barulah ia menyinggung ttg Tuhan dan apa yg telah Dia kerjakan. Org lumpuh ini menikmati kenormalannya sbg org yang bs berjalan, sesuatu yg mgkin tdk masuk di dlm imannya bahwa satu saat dia berjalan spt org lain, hanya bisa meminta sedekah hingga waktunya meninggal nanti. Kadang kita jg spt itu: bahkan utk membayangkan keadaan kita bs mengatasi masalah yang sedang kita hadapi itu, kita tdk berani dan pasrah dgn apa yg akan terjadi.

Memuji Tuhan bukan sekedar menyanyikan lagu rohani saja, tetapi ucapan kita tentang apa yg telah kita alami, bhw itulah karya yg Tuhan kerjakan dlm hidup kita, apakah hal yg sederhana, atau yg luar biasa. Jgn kita ‘tersihir’ oleh pesona mujizat & pertolongan yg Tuhan lakukan bagi kita, tp ingatlah utk bersyukur, berterimakasih dan memuji Dia, saksikan betapa hebatnya Tuhan, bkn ttg hebatnya kita. Ada org lain yang menderita lebih dr yg kita tanggung, org lain ada yang lebih berat masalahnya dr kita. Pujilah Dia dgn hati yg bersyukur, kita ada karena Dia yg selalu menyertai kita, bisakah kesaksian yg kita lakukan itu membuat org lain makin terkagum dan hormat pd Tuhan, org makin teguh imannya percaya akan pertolongan Tuhan yg sdg dia nantikan. Jadi bersaksi & pujilah Tuhan senantiasa.

Ceritakan ttg kehebatan Tuhan, biar orang lain yg tdk percaya Tuhan minimal sadar & mulai menyakini akan keberadaan Tuhan yg nyata lewat kuasa-Nya yg dinyatakan di dlm hidup org yg percaya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Lupa Memuji Tuhan

Itu kedaulatan Tuhan

DI 13022026

Kisah Para Rasul 3:2
Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.

Bagaimana rupa seseorg sejak dlm rahim ibunya kemudian dilahirkan, sepenuhnya ini kedaulatan Tuhan, setelah dilahirkan, nanti hidupnya dipengaruhi bbrpa pihak.

Dilahirkan lumpuh, orang dlm kisah ini jelas tdk dapat mengerti mengapa dia dilahirkan dgn kondisi demikian. Itu kedaulatan yang Tuhan tunjukkan pd setiap manusia. Kalau dilahirkan dgn kondisi yg baik: tidak cacat, mukanya cantik rupawan, otaknya pintar, dsbnya, tentu mudah utk bersyukur dan jg nantinya mengembangkan diri, hidup dlm kondisi yg menyenangkan. Tapi bagi yang dilahirkan dgn cacat fisik, mukanya tidak cantik atau rupawan, otaknya hanya biasa saja, kadang timbul rasa iri yg bs berujung pd penyesalan mengapa dirinya dilahirkan dgn kondisi itu. Kalau cantik atau ganteng, bs mendukung perbaikan nasib, jadi artis terkenal, dsbnya. Belum lagi ada orang yg tdk puas: kenapa lahir di keluarga miskin, bkn di keluarga kaya? Knpa suara fals, tdk spt org lain yg suaranya merdu?

Keadaan yg spt apa sejak kita dilahirkan ke dunia ini, itu sepenuhnya kedaulatan Tuhan yg tdk bs kita protes utk itu. Pasti ada yang Tuhan perhitungkan dan pertimbangkan di dlm menciptakan tubuh bayi dlm rahim ibu, tinggal bgmna kita menghidupinya sesuai dgn yg Tuhan mau. Kadang kelebihan yang org lain miliki justru membuat dia nantinya mengalami yg buruk atau jahat. Kadang yg terdengar spt ini: seandainya tdk jadi artis, mgkin hidupnya damai, tdk sampai bunuh diri, kan? Seandainya begini, tdk perlu jadi spt skrg, dsbnya. Memang kelebihan yang dibawa sejak lahir sangat berguna untuk menunjang kelancaran meraih masa depan yg baik, tp kadang itu bs menjd jerat yang tdk diinginkan, jadi terimalah kondisi sejak lahir yg Tuhan tentukan utk kita, nasib bisa diubah, karena kita beriman, bkn percaya pd takdir.

Bersyukur dgn kelebihan dan kekurangan yg kita miliki, jgn protes pd Tuhan, hiduplah dgn takut akan Tuhan, jauhi yg jahat, maka kehidupan kita terjaga dan aman.

Posted in Renungan | Comments Off on Itu kedaulatan Tuhan

Kehendak Tuhan

DI 12022026

Yohanes 9:1, 6
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi

Tdk dicatat org buta ini bicara minta Yesus untuk menyembuhkan matanya, tapi Yesus sendiri yg berkehendak membuat dia bisa melihat kembali.

Org ini buta bukan karena dosa, tapi dialah yg terpilih utk kuasa Tuhan dinyatakan dgn penyembuhan yg Yesus lakukan. Tdk salah pd zaman itu mengaitkan kecacatan tubuh sbg akibat dosa yg dilakukan, baik dosa yg dilakukan orgtua maupun dirinya sndri. Di sini kita belajar bhw pengaruh dosa itu bisa mempengaruhi fisik kita, ilmu kedokteran jg mendukung hal ini, misalnya org yg suka dan sering minum minuman beralkohol, dia lambat laun bs mengalami gangguan pada penglihatannya hingga bs berakibat menjd tdk bs melihat lagi. Jangankan dosa, stres bs membuat fisik seseorg menjadi rentan menurun imun tubuhnya. Sebaliknya, hati org yg bergembira berdampak positif pada tubuhnya: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22).

Bisa disimpulkan dr perkataan Yesus, org buta ini terpilih utk mengalami kuasa yang Tuhan kerjakan, kadang kita berharap bhw kita jg mengalami kuasa Tuhan dlm hidup kita. Namun bersediakah kita mengalami sesuatu yang tidak normal supaya kuasa Tuhan dinyatakan dlm diri kita? Org ini hrs mengalami kebutaan, mgkin kita dalam hal lainnya, tp seringkali kita melihat sesuatu yg tdk normal yg kita alami ini sbg sebuah ‘kutuk’, bahkan org lain dgn mudahnya dpt menghakimi bhw itu akibat dr dosa yg kita lakukan. Tdk tahu umur brp org buta ini di saat kebutaannya disembuhkan Yesus, tapi org ini dianggap sdh dewasa, tdk perlu lagi diwakili orgtuanya utk berkata-kata, mgkin sdh puluhan tahun karena buta sejak lahir. Puluhan tahun menderita, sanggupkah kita melewatinya? Mgkin sebagian sdh pasrah dan hilang pengharapan.

Terpilih mengalami kuasa Tuhan itu suatu keistimewaan, namun biasanya diawali dg mengalami sesuatu yg di luar ‘normal’, jgn salahkan siapa-siapa, tunggu waktu Tuhan tiba bagi kita mengalami kuasa-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Kehendak Tuhan

Ada Saatnya Bersembunyi

DI 11022026

Yohanes 8:59 ILT3
Oleh karena itu mereka memungut batu-batu supaya mereka dapat melemparkannya kepada-Nya. Namun YESHUA bersembunyi dan keluar dari bait suci sambil berjalan menerobos di antara mereka, dan begitulah Dia berlalu.

Menghindar seringkali dinilai sbg suatu hal yg dikaitkan dgn ‘pengecut’, tdk berani dan wujud ketidak berdayaan, namun tentu ini hrs sesuai konteksnya.

Seandainya Yesus tdk bersembunyi, tetap saja Dia punya kuasa melawan org banyak itu, sebab Dia adalah Tuhan, tapi Dia tetap taat pada Bapa, hidup-Nya hrs dikorbankan utk menebus dosa manusia, bukan untuk sesuatu yg konyol: mati dirajam karna org banyak menentang perkataan-Nya. Hal ini menjd pelajaran bagi kita, ada saatnya kita menyembunyikan diri, menahan emosi, tdk gegabah dlm bertindak sekalipun kita pny kemampuan. Ingat ttg tujuan akhir, bkn hal yg konyol dan memancing emosi saja. Dlm banyak peristiwa yg kita alami, iblis selalu berusaha utk ‘menjatuhkan’ kita, berusaha keras utk menyeret kita keluar dr kehendak dan rencana Tuhan, yang sering dia serang tentu pikiran dan emosi kita. Inilah penting bagi kita utk menahan ego dan emosi kita, jgn terjebak dgn siasat iblis.

Bersembunyi sementara, bukan wujud satu ketakutan, tp suatu hikmat, kebijakan, satu wujud penyerahan pd Tuhan. Tentu selalu ada waktunya utk tetap tampil, tp ada wkt jg kita menghindar utk sesuatu yang jauh lebih utama. Berpikir panjang, ini nasehat yg sering kita dengar, bukan memikirkan yg sesaat saja, tp bgmna pengaruhnya untuk masa depan, org lain serta diri kita sendiri.
Hidup kita sangat berharga, jgn dirusak dg sesuatu yg ‘receh’ dan tdk penting, ego hrs ditekan, dan kepentingan Tuhan & bersama yg diutamakan. Jgn korbankan org lain utk ‘nama harum’ kita, kita dipuji bukan karena kita kuat, hebat, tetapi biarlah dipuji karena kita sabar, bijak, berhikmat dan mampu utk menguasai diri. Org kuat tdk selalu menjadi pemenang, tapi org yg sabar dan tekun, yg kadang menang dan unggul.

Pujian dr manusia bersifat sementara, bisa berubah seiring kejadian yg kita alami, jgn mencari pujian manusia, tp kejarlah untuk mendapatkan perkenanan dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Saatnya Bersembunyi

Tidak Bisa Mendengar Perkataan Tuhan

DI 10022026

Yohanes 8:43 ILT3
Mengapa kamu tidak mengerti perkataan-Ku? Sebab, kamu tidak bisa mendengarkan firman-Ku!

Tentu saja konteks tdk bs mendengar bkn dlm wujud telinga tuli, tetapi tdk bisa untuk memahami apa yg Yesus katakan pd mrka, ibarat spt 2 org yg bicara dgn bahasa yang berbeda.

Bayangkan spt org dr 2 negara berbeda yg keduanya bicara bahasanya sendiri, tdk bs bahasa Inggris, sulit utk memahami apa yg dimaksud dlm pembicaraan. Mgkin zaman sekarang bs menggunakan teknologi AI yg berupa terjemahan suara langsung sesuai bahasa yg dipahami, tp sblum adanya alat spt ini, yg terjd mgkin mirip spt peristiwa di menara Babel, tdk paham bahasa org lain. Ini tdk bs digambarkan spt tdk paham ttg khotbah yg didengar, konteksnya tentang pengajaran Yesus di zaman itu yg sangat berbeda dr pengajaran yg ada sebelumnya. Karena itulah bbrpa murid di luar 12 murid utama, ada yg mengundurkan diri, bahkan org-org ada yg melemparkan Dia dgn batu. Jadi memang ini sesuatu yg sulit dipahami kalau hanya mengandalkan pengertian yg lama telah ada.

Memahami firman Tuhan hanya dg logika saja tentu sangat sulit, bbrpa orang punya pandangan bhw pengajaran sebuah agama itu hrs masuk logika, di sinilah terletak hal anehnya, kalau hrs masuk logika, buat apa ada tuhan di setiap keyakinan, bukan? Ada yg supranatural, artinya di luar nalar logika yg dimiliki manusia, bukankah manusia itu menyembah pribadi yg lebih tinggi? Artinya pribadi yg disembah itu jg di luar logikanya, kalau masuk logika, berarti tdk lebih hebat dr manusia yg ada. Mujizat Tuhan itu terjd bukan karena logika, tp karena iman yang aktif, ‘mengerakkan’ tangan Tuhan untuk menyatakan kuasa-Nya. Jadi jgn terlalu mengandalkan logika, itulah alasan kenapa timbul perdebatan, semua harus bisa dgn logika dijelaskan, padahal otak manusia itu terbatas pemahamannya.

Kenali Tuhan dan hidup bergaul dgn firman Tuhan, tdk selalu firman-Nya mudah untuk dipahami, butuh Roh Kudus mencerahkan sehingga kita bs memahaminya dg benar.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Bisa Mendengar Perkataan Tuhan