DI 20032026
Filipi 4:2 ILT3
Aku menasihati Euodia, aku juga menasihati Sintikhe, agar memikirkan hal yang sama di dalam Tuhan.
Perbedaan pikiran dan perencanaan kerap kali terjd dlm dunia pelayanan, dlm ayat di atas, rasul Paulus menasehati 2 org yang tampaknya berbeda pandangan & pikiran ttg sesuatu.
Kedua wanita ini agaknya tergolong para pemimpin di gereja Filipi, mgkin sbg para diaken, dlm suatu kondisi, mereka timbul perdebatan yg sengit sehingga perlu bagi rasul Paulus utk menasehati mereka. Isi dari nasehat rasul Paulus adalah supaya mereka berpikiran yg sama di dlm Tuhan. Jadi ini masalah perbedaan pikiran yang mereka miliki masing-masing, merasa yg paling benar dan pikiran orang lain kurang tepat. Terlihat bhw mereka masih kuat di dlm memegang ego masing-masing, dlm hal berpikir masih mengandalkan logika & jalan pikiran masing-masing yg dianggap yg paling benar utk diterapkan. Nasihat ini meluruskan masalah yg ada bhw di dalam melayani, pikiran yg ada dlm Kristus yang hrs jadi pedoman.
Intinya adalah bgmna utk mewujudkan yg jadi maunya Tuhan, bukan maunya sndri, jadi lihatlah dgn cara pandang Tuhan, ini bkn sesuatu yg mudah. 2 org yg menonjol kadang sulit utk saling tenggang rasa, utk saling mengalah, apalagi mgkin ada para pelayan lain yg mendukung mereka, jadi ada kelompok atau kubu masing-masing sehingga bs menimbulkan perpecahan di ujungnya. Padahal keduanya amat sangat membantu Paulus dlm pelayanannya, jadi jgn sampai berakhir perpecahan, masalah di antara mereka hrs terselesaikan supaya pelayanan di Filipi tetap berlangsung baik. Kalau ada yg lebih baik, knpa tidak diakui dan dipakai saja idenya? Kepentingan utk bersama yg harusnya dikedepankan, bkn ego masing-masing.
Berpikirlah spt Tuhan berpikir, sesuatu yg tdk mudah tp itulah cara utk menengahi perbedaan pandangan serta pikiran dalam dunia pelayanan, supaya jgn terjd sesuatu yg berujung perpecahan.