DI 07112026
2 Timotius 1:5
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.
Membaca ayat ini jgn langsung bs diartikan bhw iman spt sesuatu yg diimpartasikan dg cara apapun, hati-hati dgn ajaran yg kurang tepat ttg impartasi.
Jadi bgmna iman yg ada pd neneknya dan ibunya jg ada dlm diri Timotius? Ini jg bukan semacam ‘warisan rohani’, tp tepatnya spt ‘penggandaan’ iman. Tentunya apa yg dilihat Timotius pd diri nenek dan ibunya, itu yang jg diikuti oleh Timotius. Contohnya, jika ada satu penemuan bgmna menghasilkan satu kualitas beras yg bagus, bila diterapkan dlm penanaman di tempat lain, hasilnyq jg pasti kualitas lebih baik dr yang pernah ada. Iman tdk bs diimpartasi layaknya karunia, tetapi iman dibangun di atas dasar yg benar, lewat pengalaman berjalan bersama Tuhan, lewat ketaatan kita pd firman Tuhan. Jadi kita dpt meyakini bhw nenek dan ibunya Timotius jg org-org yg taat pd Tuhan, telah berjalan dgn Tuhan sepanjang hidupnya serta iman yang berdiri pd dasar yg benar. Apa yg dilakukan generasi sebelumnya, bs diikuti persis oleh generasi saat ini dan yg seterusnya.
Menariknya disebutkan jenis imannya yaitu iman yg tulus, dlm bahasa Yunaninya ialah anupokritos, yg artinya tulus, tidak munafik, tdk dibuat-buat, tanpa pura-pura. Ada orang yg memanipulasi karunia dan pelayanan utk mendapatkan keuntungan dr situ, kelihatan punya iman yg besar, tetapi ujung-ujungnya tetap uang dan gila hormat. Tdk boleh ada yg lebih apapun dr dia, bila ada maka akan dianggap saingan dan musuh, hrs dengan cara apapun disingkirkan. Tentu kita sudah sering menemukan oknum hamba Tuhan spt ini, kelihatan berwibawa, beriman besar padahal semua itu hanya ‘drama’ buatannya sendiri, spya tampak hebat di mata banyak org. Iman tdk boleh pura-pura, tdk boleh ada kemunafikan, iman hrs tulus, tdk menuntut balasan apapun dr org lain setelah melalui iman kita, sesuatu yg ilahi terjd, itu semua karena Tuhan yg kerjakan.
Miliki iman yg tulus, ingat bhw ini bukan bs diterima melalui impartasi, tp melalui suatu kualitas rohani dan hubungan pribadi yang berkualitas dgn Tuhan.
-
Recent Posts
Archives
Categories
Meta