DI 09032026
1 Raja-raja 12:7
Mereka berkata: “Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu.”
Prinsip mulia ini ternyata sudah dipikirkan sejak zaman dulu, prinsip ini di zaman yg skrg ini dikenal sbg ‘Servant Leadership’ yg dipakai di banyak institusi/lembaga.
Pemimpin yg adalah hamba, ini yg menjd dasar nasehat dr para tua-tua ketika raja Rehabeam, anak Salomo, menjd raja dan didatangi oleh rakyat. Menjd hamba bagi rakyat, ini tentu bertentangan dgn prinsip kekuasaan, rakyat yg harusnya jd hamba bagi raja mereka, tetapi para tua-tua dgn penuh kesadaran menemukan bhw kalau raja ‘melayani’ rakyatnya dgn baik, rakyat akan meresponinya dgn mengabdi kepada raja dgn tulus dan dlm jangka wkt panjang akan menjd hamba. Tetapi nasehat ini dgn tegas ditolak oleh Rehabeam dgn memilih mengikuti nasehat teman-teman sebaya dirinya yaitu dgn memperlakukan rakyat lebih ‘keras’ drpd sblumnya. Akhirnya kita tahu respon rakyat, hanya 2 dari 12 suku yang tetap mengikuti Rehabeam, sisanya memilih utk dipimpin org lain.
‘Servant Leadership’ ini ditunjukkan dalam kehidupan Yesus yg memimpin 12 murid utama-Nya, peristiwa Yesus membasuh kaki para murid, selain punya makna yang rohani, tapi itu jg menunjukkan bhw Yesus menerapkan prinsip ini: “Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yg adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu” (Yohanes 13:14). Jadi ‘Servant Leadership’ ini adalah satu hal yg isinya ialah keteladanan seorg pemimpin yg hrs dipraktekkan pd sesama, menjadi pemimpin yg menghamba, menciptakan sebuah kepatuhan bukan karena takut, tp karena kasih, pemimpin yg tidak berpikir sukses sendiri, tapi sukses bersama, tidak bersikap otoriter tetapi memberi teladan, menyelesaikan masalah yg timbul dalam sebuah komunitas, bkn hanya menunggu hasil.
Maukah kita menetapkannya di saat kita melayani? Sementara sebagian pelayanan menerapkan ‘penghormatan’ yg berlebihan terhadap mereka yg katanya mengaku sbg ‘hamba Tuhan’ bak layaknya seorg artis.