Tuhan Yang Mengeraskan Hati

DI 19052026

Roma 9:18 ILT3
Oleh karena itu selanjutnya, Dia merahmati siapa yang Dia kehendaki, dan Dia mengeraskan hati siapa yang Dia kehendaki.

Berhadapan dg org yg keras hati memang amat mengesalkan, menguras kesabaran dan menyita banyak waktu, tapi itu semua ternyata asalnya juga atas kehendak-Nya.

Kisah 10 tulah di Mesir, merupakan suatu contoh yg kita bs pelajari, bkn hanya karna sifat Firaun sndri yg bebal, tp ada campur tangan dari Tuhan: Firman TUHAN kepada Musa: “Pd waktu engkau hendak kembali ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yg telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kau perbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi (Keluaran 4:21). Kekerasan hati seseorang ternyata bs karna Tuhan yg membuatnya demikian, dengan tujuan Dia menyatakan kuasa-Nya pd semua org, dan supaya org itu menerima hukuman dr Tuhan. Hal ini terlihat spt Tuhan tdk mempermudah utk keluar dr situasi sulit, tapi itulah kehendak Tuhan utk menyatakan keadilan-Nya.

Dihukum Tuhan tentu perlu ada kesalahan yg dilakukan, dan ini ditandai dgn seseorg mengalami kekerasan hati yg Tuhan buat. Kedengarannya aneh, tapi di sinilah suatu pelajaran yg bisa kita ambil, hukuman dari Tuhan biasanya disertai dgn penantian utk sebuah pertobatan. Ada kesabaran Tuhan dlm menunggu wkt pelaksanaan hukuman yg Dia ingin berikan. Sodom dan Gomora bs hukuman dibatalkan seandainya ada 10 org benar di dalamnya (Kejadian 18:12) dan bangsa Niniwe batal dihukum Tuhan karena bertobat mengikuti berita yg Yunus sampaikan pd mereka (Yunus 3:10). Kalau Tuhan yg mengeraskan hati, maka hampir pasti hukuman dijatuhkan, kecuali timbul pertobatan yg sungguh-sungguh, jangan pernah kita hidup tanpa pertobatan.

Jangan memancing amarah Tuhan timbul, hiduplah takut akan Tuhan, berbuat yang diperkenan Tuhan dan alami keadaan yg penuh damai sejahtera.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Yang Mengeraskan Hati

Membangun di Atas Dasar Iman

DI 18052026

Yudas 1:20
Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.

Dasar iman yg paling suci atau kudus, ini bkn jenis iman yg hanya utk percaya pada kuasa Tuhan hingga terjd mujizat, tp iman yg menjd dasar utk membangun diri kita.

Dasar iman yg paling suci atau kudus ini, berkaitan dgn kita mempercayakan hidup kita pd Tuhan tanpa keraguan sedikitpun. Memang tdk mudah, karena di sepanjang hidup kita, akan berhadapan dgn berbagai masalah, kesulitan dan tantangan, hal ini membuat kita bisa ragu karena ketakutan dan kekuatiran yg dirasakan. Yg dihadapi kelihatan mustahil ada jalan keluarnya, itu di atas batas kemampuan, tdk ada orang yg menolong, dsbnya. Kadang kita begitu mudah goyah, iman kita masih ‘kecil’ dan kita ‘termakan’ omongan org lain yg justru memperparah situasi yg ada. Beriman itu memang hrs tanpa keraguan sedikitpun, dan ini perlu perjuangan mempertahankan iman kita, apapun yg terjadi, tetap percaya Yesus beserta kita dan memberi solusi.

Membangun diri kita di atas dasar iman, bukan apa yg ditangkap oleh indera kita, bukan atas dorongan omongan orang lain, ini sesuatu yg harusnya terjd dalam hidup kita. Dasar sebuah bangunan menentukan kekuatan bangunan dibangun di atasnya, apakah kuat menahan getaran gempa, bs berapa lantai yg dibangun, jangan sampai nanti bangunannya miring atau roboh. Di sinilah kita melihat hidup kita, bagaimana daya tahan kita, masih mudah takut dan kuatir? Masih bingung ttg masa depan? Di dlm kita masih adakah keraguan tentang Tuhan? Lebih percaya apa kata Tuhan dan Alkitab atau kata dr dunia ini? Masih bnyk lagi hal yg bs kita nilai dr hidup kita sndri, intinya apakah semakin hari semakin kuat dan mengalami pertumbuhan rohani?

Kuat dalam Tuhan, ini terjd apabila dasar iman kita itu yg paling suci, tanpa punya ketahuan sedikitpun ttg Tuhan, semuanya bergantung pd kualitas hubungan dengan Tuhan setiap hari.

Posted in Renungan | Comments Off on Membangun di Atas Dasar Iman

Berebut Pengaruh Dalam Gereja

DI 16052026

3 Yohanes 1:9-10, 12 (TB) Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami.
Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.
Tentang Demetrius semua orang memberi kesaksian yang baik, malah kebenaran sendiri memberi kesaksian yang demikian. Dan kami juga memberi kesaksian yang baik tentang dia, dan engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar.

Rasul Yohanes membahas ttg situasi dlm
gereja, menyebut 2 nama yg pengaruhnya berbeda dan bertolak belakang, tujuannya supaya jemaat paham yg terjd dlm gereja.

Diotrefes, seorg yg ingin terkemuka dalam gereja, artinya ingin terkenal di gereja, gila posisi dlm struktur gereja, ingin dihormati, ingin dipuja puji, ingin memerintah dalam gereja. Bukankah dlm gereja saat inipun, ada jg segelintir org yg ingin menduduki posisi tinggi dlm struktur gereja, ingin bisa mengatur-atur pendeta, menyingkirkan yg dianggap tdk mendukung, dsbnya. Dalam ayat ini, Diotrefes berulangkali menghina rasul Yohanes dan teamnya, menandai yg tdk mendukungnya dan mengucilkannya dr jemaat gereja. Ini spt seorg dari gereja lokal berani melawan org sinode, berbuat gaduh dlm gereja dan merusak hubungan antar jemaat. Jgn sampai dlm gereja kita ada org-org spt ini, gereja bs pecah serta jemaat saling bertengkar.

Demetrius, sebaliknya memiliki kesaksian yg baik di pandangan jemaat gereja, rasul Yohanes sendiri meneguhkan hal itu serta berani utk memberi kesaksian ttg dia. Hal ini tentunya masih bs kita temukan dalam gereja, org-org yg tulus melayani, mencari perdamaian, bukan jabatan dlm gereja, ia tdk gila hormat, tdk ingin memerintah, tp memimpin utk kemajuan bersama, dapat mempertanggung jawabkan kekuasaan yg dia miliki di hadapan jemaat. Dari kisah ini maka kita perlu berhati-hati, ada strategi si jahat yg ingin memanipulasi gereja dan jemaat Tuhan, ada org-org yg terlihat spt malaikat dlm gereja pdhal hatinya jahat & ingin menguasai gereja demi tujuan nafsu kekuasaannya. Jgn beri kesempatan utk mereka menyebar pengaruhnya di tengah jemaat.

Melayani di gereja jgn utk mengejar posisi atau jabatan tertentu, kedekatan dgn para donatur atau leader, jgn dimanipulasi utk mencapai posisi tinggi dlm gereja.

Posted in Renungan | Comments Off on Berebut Pengaruh Dalam Gereja

Lebih Baik Bertemu

DI 15052026

3 Yohanes 1:13-14 (TB)
Banyak hal yang harus kutuliskan kepadamu, tetapi aku tidak mau menulis kepadamu dengan tinta dan pena.
Aku harap segera berjumpa dengan engkau dan berbicara berhadapan muka. (1-15) Damai sejahtera menyertai engkau! Salam dari sahabat-sahabatmu. Sampaikanlah salamku kepada sahabat-sahabat satu per satu.

Zaman itu karena jarak yg jauh, cara orang komunikasi biasanya lewat surat, jikalau ada kesempatan, barulah saling bertemu, dan ini menimbulkan suatu harapan.

Hal yg terlalu banyak kadang tidak begitu baik jika hanya lewat tulisan. Zaman kini jg walaupun sudah ada teknologi chat, tp dirasa perlu jg jika diungkapkan langsung dgn video call, apalagi kalau berkaitan dgn sesuatu yg sangat penting atau segera. Di dlm mencari informasi yg benar, memang lebih baik berkomunikasi secara verbal dg tatap muka, kadang kalau berupa tulisan saja, bs jadi itu bukan kebenaran, tdk jujur dan ada hal yg ditutupi. Bertatap muka jg belum tentu jujur, tapi paling tdk, ekspresi saat berbicara bs menjd penilaian ekstra utk menilai kejujuran seseorg, walaupun ada segelintir org yg terlalu pandai untuk bermain ‘drama’, berkomunikasi tapi tidak menceritakan yg sebenarnya, dan kadang org mudah tertipu olehnya.

Apakah minat kita lebih utk bertemu atau cukup hanya komunikasi jarak jauh? Pasti ada perbedaan di antara keduanya, setiap org mgkin punya pilihannya sendiri diikuti dgn alasannya. Tapi memang utk hal yang dianggap perlu disampaikan secara detail, ada baiknya disampaikan dgn pertemuan dibandingkan dgn melalui tulisan ataupun suara saja. Kemajuan teknologi sebaiknya jgn membuat kita berkomunikasi dengan berjarak, bertatap muka punya kelebihan tersendiri, rasa kangen bs terobati, secara emosional pun jauh lebih baik. Bagi bbrpa org, berbicara langsung terasa jauh lebih menghormati, misalnya saat hari raya, jika bertemu langsung tentunya bs jd sebuah ‘hadiah tersendiri’ karena sekian lama sdh tidak berjumpa.

Berkomunikasi jg perlu mengutamakan yg penting, menghormati lawan bicara, lebih berguna dan menghemat waktu utk bicara banyak hal, supaya tdk ada salah paham.

Posted in Renungan | Comments Off on Lebih Baik Bertemu

Tidak Mau Berbuat Baik

DI 13052026

Yakobus 4:17
Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Apa definisi berbuat jahat? Merugikan org lain? Menyakitinya? Menjebaknya? Masih banyak lagi wujud berbuat jahat, tapi ayat ini mendefinisikan berbeda.

Tahu berbuat baik tp tdk mau melakukan, ini termasuk dosa, kalau disederhanakan, maka ini adalah menahan org lain utk tdk menerima kebaikan. Tuhan bisa memakai siapa saja utk berbuat baik pd seseorg, tp pilihan utk mau atau tdknya seseorg untuk dipakai Tuhan utk menyalurkan kebaikan, ini bergantung keputusan org itu sendiri. Yesus pernah menggambarkan ini dalam sebuah kisah seorg yg hampir mati dalam perjalanannya, dia dirampok dan terluka (Lukas 10:25-37). 2 org menolak bertindak memberi pertolongan lalu pergi, akhirnya hanya org Samaria ini yg menolong. Satu keputusan yg tentunya masuk penilaian Tuhan, kerohanian seseorg tdk dinilai dari jabatan rohaninya, tp dr perbuatannya dlm hidup kesehariannya.

Menolong hendaknya tulus, berbuat baik bukan sebuah investasi. Bnyk org berpikir bhw menolong seseorg itu hrs ada suatu keuntungannya, menolong berharap diberi upah atau reward, jd berbuat baik menjadi suatu investasi baginya, bukan tulus. Hal ini tentu jgn sampai terjd pd diri kita, jika menolong atau berbuat baik, lakukan dgn tulus, tdk dibalas kebaikan pun, tidak jadi masalah. Sisi lain dr hal ini bs kita lihat dr ayat: “Siapa menahan gandum, ia dikutuki org, tetapi berkat turun di atas kepala org yang menjual gandum (Amsal 11:26). Org butuh yg ada pd kita, tp kita menahan diri utk memberikannya, hal ini dianggap satu sikap ketidak pedulian dan mencari laba di saat org lain dlm kesusahan. Hal ini bs kita temukan banyak di keseharian kita.

Jgn menahan diri utk berbuat baik, Tuhan menilai sikap hati kita, berkatilah org lain maka Tuhan yg memberkati kita, jadilah alat Tuhan utk memberkati bnyk org.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Mau Berbuat Baik

Mau Untung Malah Buntung

DI 12052026

Rut 1:1, 5
Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.

Di Israel sedang kelaparan, Naomi dengan keluarganya pergi ke Moab, berharap bisa hidup lebih baik, tp kenyataannya justru ia akhirnya sebatang kara.

Itulah hasil pemikiran dan pertimbangan otak manusia, prediksinya kadang justru meleset, berakibat buruk dan kehilangan yg berharga. Mau untung malah buntung, mengenaskan sekali. Naomi ditemani dua menantunya saja, dan karena kedua anak Naomi meninggal, kedua menantunya jadi orang bebas, Naomi menyarankan mereka utk kembali ke keluarganya, jika mungkin, bs menikah lagi. Nasib Naomi mgkin mirip dgn nasib Ayub, kehilangan keluarganya, ini tentu sangat menyedihkan. Tiap pilihan yg kita ambil punya resikonya tersendiri, misalnya menjalankan satu bisnis, mgkin bs berhasil atau justru gagal. Di keadaan yg serupa, ketika terjadi kelaparan, Ishak diperintah Tuhan supaya tetap tinggal, tdk pergi ke Mesir.

Kalau kita ditanya: lebih percaya pd Tuhan atau pd AI? Banyak hal bs dilakukan oleh teknologi AI, bahkan membuat rancangan khotbahpun, AI bs melakukannya. Tuhan yg tahu apa yg pasti akan terjd di depan, masih meragukan Tuhan? Satu nasehat yg perlu kita camkan: “Jadi sekarang, hai km yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, Sebenarnya kamu hrs berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu (Yakobus 4:13,15). Libatkan Tuhan dalam mengambil keputusan, Dia melindungi spt melindungi Ishak saat terjd kelaparan, jgn andalkan pikiran sendiri spt keluarga dari Naomi.

Hidup dipimpin Tuhan, ini yg seharusnya kita alami sbg org benar, di situasi buruk apapun, Tuhan tetap memelihara dan juga melindungi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mau Untung Malah Buntung

Mau Enaknya Saja

DI 11052026

Bilangan 14:3-4
Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?”
Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: “Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir.”

Ada sebagian org yg sangat manja: ingin tinggal menikmati, org lain yang kerjakan, kan org lain yg berjanji, kenapa harus ikut susah-susah?

Memang benar, Tuhan yg berinisiatif utk membawa bangsa Israel keluar dr Mesir: “Sekarang seruan org Israel telah sampai kepada-Ku; telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi skrg, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir” (Keluaran 3:9-10). Tetapi itu karna penderitaan yang dialami sangat berat. Ditambah ini memang telah dinubuatkan ratusan tahun sblumnya pd Abraham: “Firman TUHAN kepada Abram: “Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yg bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mrka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya (Kejadian 15:13).

Kadang spt itulah yg terjd pd orang yang ingin kita tolong, org itu inginnya tinggal menerima, menikmati saja hasil akhirnya, kalau diajak susah sedikit, tdk mau, satu sikap yg tentu menyulitkan kita utk dapat menolong mereka keluar dr masalahnya. Bangsa Israel menilai masih lebih enak jd budak di Mesir dan berniat kembali saja, ini berakibat buruk, pd akhirnya generasi yg menggerutu itu tdk bs masuk ke tanah perjanjian. Sikap mereka di mata Tuhan ialah satu pemberontakan, tdk mau nurut kehendak Tuhan. Jgn sampai kita seperti bangsa Israel, memang jd org Kristen itu tdk mudah, perlu berjuang dan kadang bs bertahun-tahun barulah ada keadaan yang enak bs dinikmati, jgn menggerutu karena rancangan Tuhan baik untuk masa depan kita kelak.

Belajar utk selalu mengikuti rencana-Nya sekalipun banyak tantangan & hambatan yg hrs dilalui, ujungnya adalah kemuliaan Tuhan dan keadaan baik kita yg luar biasa.

Posted in Renungan | Comments Off on Mau Enaknya Saja

Meninggikan Diri di Hadapan Tuhan

DI 09052026

Bilangan 12:2, 9
Kata mereka: “Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?” Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.
Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia.

Ternyata pembicaraan kita sehari-hari jg dinilai oleh Tuhan, bukan saja doa kita yg Dia dengar, tapi ketika kita membicarakan org lain, itu jg Dia nilai.

Miryam dan Harun, saudara kandung dari Musa, mereka bertiga pd zamannya telah ditentukan Tuhan utk melayani bangsanya untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, namun Musa yg dipilih Tuhan untuk memimpin bangsa itu secara khusus. Dlm melayani Tuhan, ada bbrpa org yg sangat mengagungkan kedudukannya atau posisi dlm struktur pelayanan di gereja atau juga dlm organisasi sinodenya. Ada yg merasa perlu dan pantas menduduki jabatan sbg ketua sinode, ketua majelis, atau gembala jemaat, dsbnya. Tentu sebuah jabatan itu mengandung kekuasaan di dalamnya, ada fasilitas khusus yg diberikan, serta suatu nama besar yg dianggap penting sebagian org. Miryam dan Harun, mereka jg menilai diri mereka sama pentingnya dgn Musa di dlm pandangan Tuhan dan bangsa Israel.

Ketika ada ‘celah’ berupa perkataan atau perbuatan yg dianggap menyimpang dari kebiasaan yg ada, ada saja org-org yang memanfaatkannya utk menjatuhkan para pemimpin di atasnya. Mulai dr bisik-bisik hingga berani terang-terangan menyerang secara verbal. Dlm organisasi, dimulailah usaha utk menjatuhkan posisi org itu dgn cara apapun yg bs dipakai. Tapi masalah spt ini, bukankah Tuhan berdaulat penuh utk menghakimi? Yg terjd kebanyakan itu adalah organisasi yg menghakimi, hal ini memang tdk salah karena ada peraturan yg mengatur ttg itu, tp ingat jg Tuhan pny kedaulatan menghakimi, perlu jg libatkan Tuhan dlm hal ini. Jgn sampai terjadi spt Miryam dan Harun yg dihukum Tuhan dlm ayat ini karena mereka mengatai Musa.

Posisi dlm organisasi kadang berbeda dg posisi di hadapan Tuhan, tiap orang bisa berbuat salah, tp penghakiman perlu juga melibatkan Tuhan di dalamnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Meninggikan Diri di Hadapan Tuhan

Tuhan Salah Memilih?

DI 08052026

1 Samuel 8:6-7
Waktu mereka berkata: “Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami,” perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN.
TUHAN berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.

Bangsa Israel meminta seorang raja untuk memerintah mereka, dan hal ini membuat Tuhan marah karena sikap yg demikian itu sama artinya dgn menolak Tuhan.

Akhirnya Tuhan memilih Saul, anak Kish, menjd raja pertama di Israel, tetapi akhir hidup Saul dan semua perbuatannya itu banyak yg melawan kehendak Tuhan, dan pd akhirnya Tuhan memilih penggantinya yaitu Daud. Kalau begitu, apakah Tuhan salah memilih? Kita perlu tahu dulu latar belakang knpa Tuhan akhirnya memenuhi permintaan bangsa Israel, bukan karena permintaannya itu baik di mata Tuhan, tp alasan mereka yg di mata Tuhan berarti suatu penolakan pd kehendak Tuhan. Dari kisah ini, kita hrs mengerti, permintaan yg dikabulkan Tuhan itu justru berdampak yg buruk pd kita kalau Tuhan memberikannya itu tdk dgn perkenanan-Nya. Diberikan tapi bukan yg spt diharapkan, awalnya mgkin baik, tp ujungnya mengecewakan.

Tuhan jg pernah mengabulkan permintaan bangsa Israel tp justru berakibat buruk pd mereka: “Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan org Israel pun menangislah pula serta berkata: “Siapakah yang akan memberi kita makan daging? Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka Tuhan terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu dgn suatu tulah yang sangat besar (Bilangan 11:4,33). Bersungut-sungut, ‘memaksa’ pd Tuhan utk memenuhi keinginan, tapi yang Tuhan beri justru berdampak buruk, satu pelajaran penting, jgn kurang ajar dan juga memaksa Tuhan mengikuti keinginan kita, justru kita ini hamba, Dia itu Tuan, jangan dibolak-balik posisinya.

Jgn mempermainkan Tuhan, Dia sayang kita, bukan berarti mengabulkan semua yg kita minta, Dia tdk ingin kita celaka karena salah meminta.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Salah Memilih?

Harus Tahu Alasannya

DI 07052026

1 Korintus 9:26 ILT3
Jadi, aku berlari sedemikian rupa bukan seperti tanpa tujuan, aku meninju sedemikian rupa bukan seperti memukul angin.

Sebagian org, percaya bhw hidupnya telah ada dlm sebuah aturan takdir, dr kelahiran hingga kematiannya, apa yg bisa dimiliki & yg tdk bs dimiliki.

Bgmna dlm kekristenan? Apakah takdir itu ada dan berlaku dlm hidup kita? Yg harus kita pahami adalah bhw kedaulatan Tuhan berlaku dlm hidup kita. Tuhan berdaulat di dlm menetapkan sesuatu dlm hidup kita, tetapi beda dgn pengertian takdir. Tuhan menetapkan kelahiran kita dan porsi umur kita hidup di dunia. Kita lahir di keluarga yg spt apa, umur brpa kita meninggal, hal ini sdh Tuhan tetapkan. Tetapi bgmna dlm menjalani hidup ini, ada bbrpa faktor yang mempengaruhinya. Ada faktor Tuhan, diri kita sndri, iblis, org lain dan jg alam. Jadi bkn takdir, tetapi hidup yg berjalan dengan banyak hal yg mempengaruhinya. Org bs jd kaya ada bbrpa kemungkinan: Tuhan yg membuatnya kaya, atau iblis yg membuat dia kaya lewat okultisme, atau karena org tuanya memang sdh kaya, dsbnya.

Karena itulah, kita hrs tahu alasan dalam melakukan sesuatu, kalau berlari hrs tahu tujuan yg ingin dicapai, memukul bkn spt memukul angin. Hrs dipersiapkan dengan baik semua keinginan dan rencana dalam hidup kita, apa yg hrs dilakukan, haruslah mengarah pd tujuan, jgn bodoh spt orang yg memukul angin, sia-sia membuang yg kita miliki, hrs berlatih menjaga stamina, supaya bs menikmati kemenangan saat tiba di tujuan kita. Diri kita sendirilah yang akan berpengaruh besar pd apa yang akan kita alami dan nikmati. Harta tdk turun dr langit, iblis tdk memberi tanpa mengambil lebih dr kita, tdk semua org punya maksud baik dan tulus bagi kita, bencana alam bs terjd kapan saja. Semua faktor inilah yang memberi ‘warna’ dlm hidup kita.

Jgn hidup tanpa persiapan & perencanaan yg baik, jgn ditipu dgn prinsip takdir, tetapi usahakanlah apa yg baik, sehingga suatu saat kita menikmati yg baik jg.

Posted in Renungan, Uncategorized | Comments Off on Harus Tahu Alasannya