DI 16042026
Lukas 10:40
sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
Berbagai penjelasan selalu menilai Marta itu negatif, pdhal coba kita masuk ke dlm cerita ini supaya bs memahaminya secara adil dan benar.
Ada tamu datang ke rumah, pastinya tuan rumah hrs melayani tamu dgn baik, apalg tamu tdk sendirian, ada rombongan yang ikut serta. Melayani tamu rombongan dgn seorg diri saja, pasti kewalahan, jadi dlm posisi ini kalau Marta ingin Maria ikut juga membantunya, apa yg salah? Jika dengan sengaja kita langsung ‘menghakimi’ Marta dgn bnyk menimpakan hal negatif pd dia, agaknya kitalah yg salah. Apalagi terlalu jauh mengaitkan ini dgn dunia pelayanan, berlebihan dan tdk sesuai konteks cerita yg sebenarnya. Melayani di sini dlm arti melayani kebutuhan tamu yg datang, bkn melayani di pelayanan gereja. Khotbah yg asal-asalan justru menyesatkan pikiran si jemaat, membuat kisah ini kehilangan inti pesan yg ingin disampaikan.
Yg jadi masalah adalah Marta dgn berani menyuruh Tuhan agar Maria ikut melayani kebutuhan para tamu. Jadi dalam pikiran Marta ini, kemungkinan kenapa Maria itu duduk dekat kaki Tuhan, karena Yesus yg menyuruh Maria utk itu. Kenapa dia tidak langsung bicara pd Maria, saudarinya itu? Jadi mgkin memang Marta menganggap Maria disuruh Tuhan. Pd kenyataan yang sebenarnya, Maria sndrilah yang memilih utk duduk dekat kaki Yesus mendengar yg Yesus katakan: tetapi hanya satu saja yg perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tdk akan diambil dr padanya.(Lukas 10:42). Prioritas Marta saat itu tdk salah yaitu memenuhi kebutuhan tamu yg datang ke rumahnya, tp kebutuhan Yesus saat itu lebih kepada ada org yg dgn hati rindu mendengar perkataan-Nya.
Kadang kita terlalu sibuk mengejar mimpi kita, tapi mengabaikan keadaan rohani yg semestinya jg hrs diperhatikan, keduanya hrs seimbang.