Sengaja Berdosa

DI 06082026

Yohanes 8:6
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

Kisah perempuan yg kedapatan berzinah tp dibebaskan oleh Yesus ini seringkali kurang tepat dimaknai, sehingga kita kehilangan yg esensi dr kisah ini.

Hal yg sering ditanyakan: di mana si pria yg tertangkap basah dgn perempuan itu waktu mereka berzinah? Kita pakai logika saja yg sederhana: pria ini mati dirajam dg batu. Ini alasannya: yg menggerebek mereka adalah para ahli Taurat dan Farisi, pasti sesuai dgn hukum Taurat, mereka merajam keduanya. Kemungkinan yg terjd adalah muncul suatu pikiran, si pria dihukum, tp si perempuan ini dijadikan ‘sandera’ utk alat mencobai Yesus. Jd secara logika, si pria ini mati dirajam, tdk dilepaskan. Para ahli Taurat dan Farisi ingin memaksa Yesus merajam si perempuan ini, tp kenyataannya mereka sendirilah yg salah sehingga jawaban Yesus bgtu tepat kena pd inti masalahnya ttg ini: Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu (Yohanes 8:7).

Adalah sebuah pelanggaran hukum Taurat jika mendapati perempuan yg berzinah tapi membiarkannya hidup. Inilah dosa mereka, para ahli Taurat dan Farisi. Seringkali jalan pikiran kita ‘sesat’ dgn mengira yg dimaksud Yesus adalah dosa secara menyeluruh, dari sejak lahir hingga saat itu. Kalau demikian, jabatan hakim, polisi, dsbnya, tdk usah ada karena mereka semua pernah berdosa. Kita jgn menegur karena kita jg pernah buat hal yg salah. Bukan begitu pola pikir yang benar tp yg Yesus maksud mereka berdosa karna melanggar hukum Taurat, si pria dirajam tp si perempuan dibiarkan hidup. Lebih parah lagi mereka berniat mencobai Tuhan! Jadi jgn terbiasa berpikir sempit dan pendek. Ini tdk baik bagi pertumbuhan rohani kita, sulit utk memahami Alkitab dgn konteks sesuai keadaannya. Jgn cepat mengambil sebuah kesimpulan tanpa data yg akurat.

Kita semua pernah berdosa, tapi bkn berarti kita tdk usah menegur, mengingatkan serta menasehati, lakukan dgn atas dasar kasih, bukan keinginan menghakimi.

Posted in Renungan | Comments Off on Sengaja Berdosa

Bahaya Mengagumi Berlebihan

DI 05082026

Markus 13:22
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.

Kagum dengan hamba Tuhan yg berkarunia bs membuat mujizat? Waspadalah, Alkitab sdh dgn jelas memperingatkan bhw di akhir zaman ini akan banyak muncul mesias dan nabi palsu.

Org sakit tentu berharap bs sembuh, salah satunya minta dilayani oleh hamba Tuhan. Ini tdk salah, namun kita sulit memastikan, ini hamba Tuhan yg ‘asli’ atau palsu? Tentu yg palsu jg bs bergelar akademis spt STh & seterusnya, bs jg seorg Pdt, asli atau palsu di sini dimaksudkan apakah dia itu sungguh org yg diutus dan dipilih Tuhan utk berhak menggunakan karunia mengadakan mujizat dan membuat tanda ajaib? Kelihatannya bs sama, tapi pasti ada perbedaannya. Pernah dlm bbrpa kasus, ada tudingan seorang Pdt yg menggunakan kuasa gelap dlm praktek kesembuhan dan mujizat. Hanya beberapa org tertentu yg bs membuktikan apakah yg dituduhkan pd seorg hamba Tuhan itu hal yg benar atau salah. Hanya mereka yg pny karunia membedakan roh saja yg bs untuk membuktikan keaslian dr identitas hamba Tuhan, dia benar atau palsu.

Dlm ayat ini jg diingatkan bhw target yang dipilih ternyata bkn hanya jemaat umum, tp jg org-org pilihan. Siapa ini? Org-org terpilih yg Tuhan pastikan utk diselamatkan. Tujuan dr para mesias dan nabi palsu adalah untuk menyesatkan banyak org termasuk mereka yg terpilih. Sederhananya begini: dibuat jadi kagum pd kehebatan mesias dan nabi palsu lalu mulai didoktrin tertentu hingga akhirnya Tuhan tdk lagi jd yg disembah, tapi berubah ‘menyembah’ mesias dan nabi palsu. Perlu disadari, bgmna mereka bisa menyesatkan kalau mereka tdk bergerak dlm gereja? Jadi waspadalah! Mereka bkn org di luar gereja, identitas KTP mgkin beragama Kristen, tapi mereka tdk menyembah Tuhan, tapi mereka inilah anak buah iblis yg berusaha utk dapat menyesatkan bnyk orang mengikuti mereka dan tentunya menggagalkan org Kristen utk bs masuk surga. Mengerikan bukan?

Cukup sebatas mengagumi saja, lebih dari itu akan berujung pd menyerahkan jiwa pd kegelapan dan melawan Tuhan, ingatlah di akhir zaman ini akan bnyk penyesatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bahaya Mengagumi Berlebihan

Bukan Kasih Yang Manja

DI 04082026

Ibrani 12:6
karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

Apa bentuk kasih Tuhan pd anak-anak-Nya? Seringkali kita ‘terbius’ oleh khotbah, ajaran ataupun renungan yg hanya menceritakan figur Tuhan yg ‘tdk tegas’.

Ayat ini menunjukkan sisi kasih yg berbeda dari Tuhan. Kata menghajar dlm bahasa asli ialah paideuĊ yang berarti to train up a child that is educate or discipline or punishment (untuk melatih seorg anak yg mendidik atau disiplin atau hukuman). Setiap anak pernah melakukan kesalahan yang ‘berat dan besar’ sehingga perlu suatu tindakan supaya tidak terulang demi menjaga masa depan anak di anak bs menjd org yg baik. Maka dipandang perlu bkn sekedar mengajar teori semata, tp jg perlu menghajarnya, ada rasa sakit terasa saat dihajar, itu sbg efek jera sekaligus sbg pengingat supaya lain wkt jgn mengulangi jgn mengulangi perbuatan salahnya. Karna itulah koreksi pikiran kita ttg bgmna Tuhan mengasihi kita sbg anak-Nya: Dia tdk segan menghajar kita bila melakukan kesalahan yg sangat besar dan fatal. Di sinilah kadang org merasa tdk lagi dikasihi Tuhan, padahal dialah yg bermasalah.

Kemudian kata menyesah dlm bahasa asli adalah mastigoĊ yang berarti mencambuk. Bayangkan seorg ayah sedang mencambuk anaknya yg masih muda, zaman skrg sudah dianggap melanggar HAM, tp begitulah cara didikan pd zaman itu. Ada bbrpa tujuan jika orgtua mencambuk anaknya: utk motivasi, utk mengkoreksi, dan sbg hukuman. 3 jenis cambukan ini bertujuan mendidik, dilakukan atas dasar kasih, ini seringkali disebut sbg ‘cambuk kasih’, dan pasti menimbulkan rasa sakit pd tubuh, sbg efek jera. Jgn dibodohi trs dgn gambaran Tuhan yang ‘memanjakan’ anak-Nya: dipeluk, dilindungi, disayangi dgn maksimal, dsbnya. Mulailah berpikir bahwa Tuhan tdk toleran dgn dosa dan kesalahan yg kita lakukan, Dia bkn spt orgtua yg luluh hatinya karena sikap gemas anaknya waktu ketahuan berbuat salah, tdk menghukum & malah memanjakan. Tuhan itu tegas!

Kasih Tuhan bukan utk memanjakan kita, di sini kita perlu ingat: Dia tdk toleran akan yg jahat dlm diri kita, terimalah disiplin yg Dia berikan, itu baik utk masa depan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Kasih Yang Manja

Mengagumi Yang Salah

DI 03082026

Markus 13:1-2
Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: “Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!”
Lalu Yesus berkata kepadanya: “Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.”

Para murid mengagumi bangunan Bait Suci yg megah & kokoh, tp ternyata di kemudian hari bangunan itu diruntuhkan, kemegahan yg berubah menjd kehancuran.

Apa yg kita banggakan, suatu saat bs terjadi suatu hal yg mengubah semuanya. Apa yg hebat dibuat manusia, bs hilang dan hancur seketika. Seringkali manusia mengagumi yg bagian ‘luar’ saja, apalah hebatnya bait suci ya megah & kokoh tanpa kehadiran Tuhan di dlmnya? Jadi kita bandingkan dgn kemah yg dibuat Daud utk tempat tabut perjanjian diletakkan. Zaman raja Daud, Israel ada dlm masa kejayaannya. Walaupun hanya dalam kemah, bukan gedung megah dan kokoh, tp kehadiran Tuhan begitu nyata. Memang jd lebih berharga bila gedung megah & kokoh dr bait suci ini ada kehadiran Tuhan di dlm bait sucinya, spt pernah terjd pd zaman raja Salomo, tp sejarah mencatat bhw bait suci inipun akhirnya dirusak dan bangsa Israel dijadikan tawanan oleh kerajaan Babelonia. Jadi ini ttg bgmna mempertahankan supaya kehadiran Tuhan terus ada dlm bait suci.

Hal serupa jg terjd di zaman skrg ini. Gereja yg bergedung megah dianggap gereja yang sukses dan modern. Jumlah jemaat yg dtg ibadah kadang jd ukuran kesuksesannya. Di dlm sejarah gereja modern, pernah muncul bbrpa sinode dan gereja yg megah dan juga berjemaat besar, ada yg hingga jutaan org jemaatnya. Tp itu hanya bertahan tdk lama, konflik intern dlm keluarga hamba Tuhan & kepengurusan gereja, memicu perpecahan dan akhirnya kemegahan yg ada hanya dari kemegahan gedungnya, jemaat berkurang & kisah konflik intern menjd aib yg jd rahasia umum. Ibadah bkn lagi fokusnya pd Tuhan, tapi bgmna meng-entertain jemaat supaya tdk pindah gereja, bs menarik jemaat gereja lain utk akhirnya pindah. Ibadah serasa spt konser lagu-lagu Kristen dan motivasi dgn dalih sebuah khotbah. Lupa bhw kehadiran Tuhan dlm ibadah, inilah yg hrs terjadi, bkn pujian dr manusia.

Jgn hanya kagum penampilan luar, itu akan bs berubah kapan saja, tp kehadiran Tuhan dlm hidup kita itu hrs nyata, jgn tukarkan dg yg lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengagumi Yang Salah

3 Peran Tuhan Yesus

DI 01082026

Matius 25:1
“Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.

Yesus memberikan 3 perumpamaan secara berurutan yg di dalamnya ada tokoh-tokoh yg sebenarnya adalah gambaran ttg Yesus sendiri.

Pertama, Yesus sbg ‘mempelai laki-laki’, ini gambaran ttg kedatangan Dia kembali yang kedua kalinya ke dunia nanti. Bagi yg dapat siap menyambut-Nya, maka mereka masuk dlm ‘pesta’ itu, jadi perumpamaan ini punya tujuan supaya tiap org pada saat menjelang kedatangan-Nya kembali, melakukan suatu persiapan yg matang spya dianggap layak ikut dengan ‘mempelai laki-laki’. Ada orang yg menilai ini gambaran ttg pengangkatan atau ‘rapture’, ya tentunya hrs dihargai. Lalu yg kedua, sbg tuan yg hendak pergi ke luar negeri, dan nanti akan pulang, ini jg sebuah gambaran ttg Yesus yg akan naik ke surga & akan datang kembali ke dunia. Hal yg paling ditekankan dlm perumpamaan ini ialah satu hidup yg bertanggung jawab, terutama dlm hal mengelola harta yg Tuhan percayakan. Selain harta dlm pengertian harta kekayaan, jg harta dlm pengertian semua hal yg Yesus berikan pd semua rasul-Nya, diteruskan dari generasi ke generasi.

Ketiga, sbg Raja yg menghakimi, ini tentang akhir dr akhir zaman, adanya penghakiman yg terakhir, yg menentukan seseorg masuk surga atau tidaknya. Yg ditekankan dalam perumpamaan ini adalah bgmna kita harus hidup bkn sekedar menjd org baik, tapi juga jeli melihat org, dlm bbrpa hal, Yesus dalam perumpamaan ini memberi kategori orang yg ada di pihak-Nya, yg disebut ‘saudara-Ku yang paling hina’. Berbuat baik jgn pandang luarnya org itu, apalagi mereka yg sengaja dijauhi oleh masyarakat, dianggap sampah dan sejenisnya. Tuhan melihat dan menilai semua yg kita perbuat, jadi jgn berbuat baik demi sebuah keuntungan, ingin dibalas juga dgn kebaikan, ini bukan yg Tuhan inginkan. Ingatlah suatu hari, kita semua akan diadili Tuhan, mempertanggung jawabkan hidup dan perbuatan kita di hadapan-Nya, terima upah sesuai perbuatan kita.

3 peran Yrsus yaitu: sbg mempelai laki-laki, sbg tuan yg akan pergi dan pulang, sbg Raja yg menghakimi, biarlah ini jg mengingatkan kita utk hidup berkenan di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on 3 Peran Tuhan Yesus

Siapa Dia?

DI 31072026

Matius 25:28
Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.

Ada berapa tokoh dalam perumpamaan ttg talenta ini? Hanya 4? Tuan dan 3 hambanya saja? Kita salah, ada 1 org lagi yang hampir tdk pernah disebut dlm khotbah atau media renungan.

Siapa dia? Bs kita simpulkan 1 org ini ialah hamba dari si tuan ini yg tak ditugaskan utk mengelola talenta. Tokoh ke-5 ini mungkin saja seorg hamba yg paling dekat dgn tuan dlm perumpamaan ini. Apakah pengawal pribadinya, kepala urusan rumah tangganya atau tangan kanannya. Gambarannya mirip spt Yusuf saat di rumah Potifar, Yusuf yang mengatur semuanya di rumah Potifar. Lalu org ini menggambarkan siapa? Seandainya saya benar: tuan = Tuhan, 3 hamba = kita semua, hamba terpercaya ini = pemimpin dr malaikat yg dekat Tuhan. Perumpamaan ini menggambarkan situasi di mana manusia sdg menghadapi pengadilan Tuhan, dinilai cara hidupnya, apa yg diperbuat, dan hasil apa yg diberikan saat hidup di dunia. Yang dinilai setia dan baik, memberi keuntungan bagi Tuhan, akan masuk surga, sebaliknya yg gagal, mengecewakan dan malas, akan ditolak masuk surga.

Walaupun peranan tokoh ke-5 ini hanya ada sebentar saja, tapi kita perlu menyadari bhw kedekatan tiap hamba Tuhan dgn Tuhan itu tdk sama. Sulit melihatnya dg mata jasmani dan hanya Tuhan yg tahu. Jd sekalipun dia seorg yg sederhana, tdk hidup mewah, tidak terlalu terkenal, bisa saja kedekatannya dgn Tuhan melebihi hamba Tuhan yg lain. Orang terbiasa menilai sesamanya dgn apa yang terlihat mata, tp justru yg terpenting bukan yg terlihat mata, tp apa isi hati org itu. Dlm bbrpa bagian Alkitab, disebutkan Tuhan itu melihat hati. Penampilan luar mudah untuk diubah, tp bagian dlm yaitu hati, kemurnian hati sulit utk dipertahankan. Banyak hal yg bisa mengotori hati manusia, kelengahan kita bs membuka celah masuknya kotoran dr luar diri kita. Kedekatan dgn Tuhan ini yg hrs kita jaga, jgn sampai kita tidak bisa lagi utk dipercaya, mengecewakan Tuhan.

Kedekatan dgn Tuhan bkn utk dipamerkan, tp dijadikan teladan dan memotivasi orang lain utk lebih dekat dgn Tuhan, jgn kita jadi batu sandungan bagi org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Siapa Dia?

Mengapa 3 Hamba?

DI 30072026

Matius 25:14
“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

Mengapa perumpamaan ttg talenta, dipakai 3 org hamba? Karena ini perumpamaan ttg kerajaan sorga, mungkinkah ini gambaran ttg org-org yg akan masuk surga?

Pendekatan pikiran saya ini pastinya tidak sempurna, paling tdk, saya bagikan apa yg saya pahami ttg perumpamaan ini. 3 hamba dipanggil menghadap dan dipercayakan yg disebut ‘harta’ berupa talenta. Kita tdk akan mencarikan harta atau talenta sbg potensi & bakat spt arti talenta pd masa kini. Harta berupa talenta tetap kita artikan sbg harta dlm arti kekayaan yg dimiliki. Hamba yang dipercayakan 5 talenta saya maknai orang yg dianugerahkan kekayaan yg jumlahnya lebih besar dan banyak. Mgkin zaman skrg tergolong konglomerat. Hamba yg diberi 2 talenta menggambarkan org yg dipercayai harta yg tdk banyak, tp jg tdk sedikit. Mgkin bs kita gambarkan org yg sering berkata ini: pas ada kebutuhan, uangnya cukup. Hamba yg ketiga diberi 1 talenta, ini gambaran org yg tdk kaya, kemampuan mengelola harta masih rendah, diberi kesempatan utk bisa jadi org yg lebih punya banyak harta. Dalam perumpamaan ini jg disebut sesuai dengan kesanggupannya (Matius 25:15).

Jadi apakah ada kaitannya antara harta dgn surga? Agaknya demikian, ukuran yg Tuhan pakai utk menentukan kesetiaan seseorang adalah dlm hal mengelola hartanya. 2 label yg diberikan Tuhan pd 2 hamba yg berhasil memberi keuntungan pd tuannya itu adalah org yg baik dan setia (Matius 25:21,23). Ini punya makna bhw keberhasilan mengelola harta yg Tuhan percayakan, bkn sekedar jd lebih banyak, tp apakah harta yg kita kelola ini memberi keuntungan pd Tuhan? Artinya apakah kita memuliakan Tuhan dgn harta kita? Atau justru kita terlena dgn harta yang berlimpah dan menghabiskannya utk nafsu duniawi kita? Hamba yg diberi 1 talenta ini mengingatkan kita agar jgn salah dalam hal mengelola harta, jgn ‘dipendam’ dlm tanah, kalo blm sanggup atau kurang terampil dlm mengelola harta, belajar dr org lain atau bs diinvestasikan di bidang yg tepat sehingga bs menghasilkan keuntungan.

Upah pengelolaan harta yg baik adalah kita ikut dlm kebahagiaan Tuhan: tinggal kekal di dlm surga, tp bila gagal, kita hanya akan tinggal di luar surga.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa 3 Hamba?

Tidak Mau Memberi Keuntungan

DI 29072026

Matius 25:24
Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

Hamba yg hanya diberi 1 talenta ini ternyata pikirannyalah yg membuat dia tidak berbuat sesuatu pun dan pada akhirnya dia dihukum oleh tuannya.

Pikirannya adalah bhw tuannya manusa yg kejam, menuai di tempat di mana tuannya tdk menabur dan memungut dari tempat di mana tuannya tdk menanam. Maksudnya apa? Pertama, serajin apapun, sesetia dan sebertanggung jawab apapun si hamba ini, dia berpikir yg kaya dan dapat untung cuma tuannya, dia berpikir itu spt tugas tambahan baginya dan tdk ada tambahan upah sesdh tugasnya selesai. Ibarat disuruh lembur tapi tdk ada uang lemburnya. Org spt ini punya prinsip bekerja sesuai besaran upah yg dia terima, tdk ada yg ‘gratisan’. Memang saat tuannya memberi tugas, tdk disebutkan apa yg akan diberikan sbg upah, tp sdh telanjur dlm pikiran si hamba ini bhw tuannya orang yg keras, kejam, hanya mau terima untung, padahal tuannya telah menyediakan upah yg nilainya jauh melebihi uang, yg dia terima justru siksaan.

Kedua, si hamba ini tdk punya kemampuan dlm hal ekonomi, ini terlihat dr jawaban dari tuannya: “Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kau berikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembali ku, aku menerimanya serta dengan bunganya (Matius 25:27). Diberi tugas tp tidak sesuai dgn kemampuan, kelihatannya sesuatu yg kejam, tp sebenarnya itu satu kesempatan utk menambah kemampuan baru, otak hrs diputar lebih lagi, temukan cara supaya apa yg ditugaskan itu bisa terwujud dan tuntas. Yg hamba ini lakukan hanya diam, talenta yg diberikan hanya dipendam, ini bs dinilai sbg suatu sikap memberontak, tdk patuh & merendahkan perkataan tuannya. Kalau tdk suka bekerja pd tuannya, harusnya keluar & cari tuan yg baru. Ini gambaran org yg tidak banyak kemampuan, diberi kesempatan tapi menyia-nyiakannya, malas & berpandangan jahat terhadap tuannya.

Kepercayaan apa yg Tuhan percayakan tapi kita tdk mengerjakannya? Ingatlah bhw ada hukuman yg menanti jika kita gagal, jangan memberontak terhadap Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Mau Memberi Keuntungan

Setia Walau Sedikit

DI 28072026

Matius 25:21 ILT3
Dan tuannya berkata kepadanya: Baiklah, hai hamba yang baik dan setia; atas yang sedikit engkau telah setia, aku akan menetapkan engkau atas yang banyak. Masuklah ke dalam sukacita tuanmu!

Sering kita dengar ttg setia pd perkara kecil, tp kali ini justru setia pd jumlah yang sedikit, mgkin ada sesuatu yg berbeda, karena ada perbedaan ttg ukuran dgn jumlah.

Yg dilihat adalah tanggung jawabnya, bukan ttg kepercayaannya. Ada org yg awalnya bs dipercaya, tp di tengah jalan malah berubah, misalnya melarikan uang dlm jumlah besar, ada jg yg korupsi, dsbnya. Awalnya terlihat bs dipercaya, tp begitu jumlah makin besar, mulai terlihat banyak keanehan, kecurigaan hingga akhirnya terbukti melakukan banyak penyelewengan. Org tertipu biasanya bukan saat pertama, yg pertama terlihat baik dan terpercaya, ini hanya sebuah pancingan utk dpt ‘mangsa’ yg lebih besar, diiming-imingi dulu dgn janji manis, dlm jumlah sedikit bisa menghasilkan, tp begitu jumlah besar, dana dibawa kabur. Memang kita perlu waspada dgn janji-janji keuntungan yg besar, jangan kita terbawa nafsu serakah, pertimbangkan dan cari informasi selengkapnya, baru ambil keputusan, walau tetap ada resiko dlm tiap keputusan yg kita ambil.

Pertanggung jawaban dijadikan dari mereka yg punya 2 jenis kriteria: baik dan setia. Baik di sini berarti tdk berniat jahat, taat, berniat melakukan sebaik mgkin tugas yg diberikan sedangkan setia berarti tidak melarikan diri, mudah ditemui, berniat menyelesaikan yang ditugaskan. Hamba yg setia bs menjaga dg baik perihal nama baik tuannya, tdk lakukan yg membuat malu tuannya, tdk tergiur oleh tawaran luar yg membuatnya mengkhianati tuannya, dsbnya. 2 sifat ini hrs ada pada diri setiap kita, bukan sekedar bs dipercaya, tapi baik dan setia. Upah yg diberikan bkn saja dlm hal gaji misalnya, tp kebahagiaan yang dinikmati tuannya jg bs ikut dinikmati. Satu contoh sederhana saja, seorg ART yg kerja pd seorg konglomerat, asalkan dia bekerja dgn baik, bisa menikmati fasilitas di rumah tempat dia bekerja, lebih baik dibandingkan ART lain yg bekerja pd org biasa.

Jaga kepercayaan yg org lain berikan pada kita, tunjukkan kebaikan dan kesetiaan yang kita miliki, jadilah org yg bertanggung jawab dgn melakukan tugas hingga selesai dan jg baik hasilnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Setia Walau Sedikit

Kesetiaan dan Ketaatan

DI 27072026

Matius 25:15, 17
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.

3 orang hamba diberikan talenta sesuai dgn kemampuan masing-masing, tetapi terlihat perbedaan yg mencolok, pelajaran apa yang bs kita temukan?

Walaupun ini terbatas hanya perumpamaan saja, tetapi ada nilai yg ingin Yesus beritahu pd kita semua. Biasanya yg dibahas hanya hamba yg diberi 5 dan 1 talenta saja, tetapi kita fokus pd hamba yg menerima 2 talenta ini. Karena diberikan sesuai kemampuan, ini berarti hamba yg diberi 2 talenta ini berada pd level menengah: tdk buruk tp tdk terlalu hebat jg, biasa-biasa saja. Kalau karyawan di perusahaan, org ini termasuk orang ‘lama’ yg prestasi kerjanya biasa saja, tp memiliki nilai plus, spt setia dan patuh. Dan org spt ini harusnya punya kerendahan hati, rajin & tekun, serta setia. Tdk iri dgn org lain yang lebih mampu, hebat, dsbnya, tetapi jg tidak menurunkan performa kerjanya atau berani bersikap tdk baik terhadap pemimpinnya. Di sinilah nilai positif yg bisa kita pelajari yaitu selama kita diberikan kepercayaan, lakukan yg terbaik sesuai kemampuan yg kita miliki.

Sebagian org berada di level menengah ini, tdk terlalu hebat dan menonjol, tdk jg butik perfomanya. Godaan terbesar adalah iri dgn yg lebih hebat dan berusaha menyingkirkan dgn cara apapun. Bs menerima ‘porsi’ yang Tuhan berikan sbg hak penuh Tuhan, adalah suatu sikap rendah hati dan bersyukur atas anugerah yg Tuhan beri. Tuhan mengangkat derajat seseorg tdk selalu utk menjd yang nomor 1. Dalam Alkitab, Yusuf anak Yakub, Daniel, diangkat derajatnya oleh Tuhan, tapi bukan yg tertinggi atau nomor 1. Mereka ini org nomor 2 di kerajaan, tp mereka kerjakan kepercayaan yg Tuhan berikan. Mereka tdk berusaha kudeta atau menggulingkan raja yg berkuasa, tp mengabdi dg sepenuh hati. Tdk menjd yg nomor 1, tetaplah bersyukur, mgkin skrg belum saatnya, tetap setia dan selalu lakukan yg terbaik. Ini pelajaran yang bs kita ambil dr perumpamaan ini.

Kita yg berkemampuan di level ‘menengah’ hrs tetap tunjukkan performa yg baik, tidak perlu iri dgn org yg lebih hebat dr kita, tetapi belajarlah dr mereka ttg apa yg berkualitas.

Posted in Renungan | Comments Off on Kesetiaan dan Ketaatan