DI 22062026
Mazmur 2:4 ILT3
Dia yang bersemayam di surga akan tertawa; Tuhan akan mengolok-olok mereka.
Salah satu ekspresi Tuhan yg jarang ditemui adalah bhw Dia tertawa, menertawakan apa yg manusia coba lakukan utk melawan Dia, dan ini sesuatu yg unik.
Yang perlu dipahami adalah bhw ini bukan suatu penglihatan, jadi jgn kita berpikiran yg tidak-tidak. Penulis mazmur ini tentunya dia menggunakan suatu gaya bahasa yg unsur sastranya sangat kental. Penggambaran yg dia pakai bhw Tuhan tertawa, ini gambaran ttg betapa bedanya kuasa Tuhan dgn yang manusia miliki, sehingga usaha utk dengan sengaja melawan Tuhan adalah hal sia-sia semata, satu usaha yang hanya memalukan diri manusia itu sendiri. Jenis tertawa yang digambarkan dlm ayat ini adalah tertawa yg mengolok-olok: org bodoh berani melawan orang pintar, kekuasaan RT berani melawan kekuasaan presiden, sdh pasti kalah telak & mempermalukan diri sendiri. Ini jg layaknya org yg sok gengsian, miskin tp pura-pura dia kaya lalu ketahuan, banyak bicara besar tapi ternyata hanya seorg pecundang, cuma cari viral saja.
Apakah kita pernah ‘berani melawan’ Tuhan di waktu lampau? Tdk mau taat perintah yg Tuhan berikan, ini bukti kita berani melawan Tuhan, sdh jelas dilarang, malah dilakukan jg, yg tdk boleh malah dilegalkan dg alasan yg dicari-cari. Sdh menikah ingin nikah lagi, katanya di Alkitab, orang bs beristri banyak. Memang itu benar, tp lihat konteks zaman waktu itu, beda dgn sekarang. Mengerikan memang kalau menafsirkan ayat di Alkitab secara sembarangan, semua pikirannya, ini bs berakibat menyimpulkan sesuatu tetapi salah kesimpulannya. Katanya Tuhan yang suruh bercerai, dengar suara Tuhan secara audible, semakin aneh praktek-praktek spt ini di akhir zaman, membawa-bawa Tuhan supaya org lain yakin dan tidak menyelidiki, semua ujung-ujungnya adalah uang, menjd tenar dan ingin sama spt Tuhan. Sesat yang sangat keterlaluan.
Jgn melawan Tuhan dan kebenaran-Nya, ini hal yg sia-sia, taat pd Tuhan dan tunduk pd kedaulatan yg Dia miliki, Tuhan mengasihi mereka yg mengasihi Dia dgn segenap hati.