DI 09092026
Roma 12:14
Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!
Dlm hidup ini selalu ada org yg membenci & menganiaya kita, baik secara fisik, emosi & moral, tp kita diajar utk jgn mengutuk tetapi justru memberkati.
Prinsip ini memang bertentangan dg prinsip yg dianut bnyk org: jgn biarkan diri ditindas, balas kalau dipukul, jgn kasih ampun, bunuh kalau perlu. Teraniaya itu bukti orang lemah, kalangan bawah dan tdk punya kekuasaan. Kadang memang apa yg kita miliki tidaklah cukup kuat utk melawan keadaan dan orang yg berniat jahat pd kita, hanya bs menerima dan pasrah. Biasanya kalau fisik merasakan sakit, mulut akan mengatakan sesuatu yang tdk baik, kalau masih tahan, mgkin hanya 1 keluhan kecil, tp kalau sdh sangat sakit, yg dikatakan adalah kata-kata umpatan, kutuk, dan sejenisnya. Yg hrs kita sadari ialah bhw apapun yg sedang kita alami, yg buruk juga yg tdk diinginkan terjd, jgn sampai keadaan ini mendorong kita berbuat dosa, terutama dosa lewat perkataan kita. Ini bs dilakukan kalau kita bisa mengendalikan diri dan juga berpikir jernih.
Knpa hrs memberkati yg menganiaya kita? Ingat kisah Saulus sblum menjd Paulus, ia begitu sangat menganiaya jemaat pd saat gereja awal berdiri. Kalau kita baca apa yg dia lakukan, sangat kejam: “Namun Saulus terus memorakporandakan gereja dengan memasuki rumah demi rumah; sambil menyeret baik pria maupun wanita, dia menyerahkan mereka ke dalam penjara (Kisah Para Rasul 8:3 ILT3). Namun Saulus kemudian malah menjd salah satu rasul di zaman gereja awal, org jahat diubah Tuhan jd org baik, penganiaya org Kristen berubah jd rasul. Org yg menganiaya kita pasti punya niat jahat dlm hatinya, tetapi Tuhan jg punya rencana indah utk membuat mereka jd org baik dan malah menjadi berkat bagi banyak org. Berkatilah mereka, doakan supaya ada pertobatan dlm hidupnya dan menjadi satu bagian dgn kita sbg anak-anak Tuhan yang diselamatkan.
Berkatilah, jgn mengutuk, jgn berdosa karna keadaan yg sdg kita alami, kendalikan hati & pikiran kita dr yg jahat, doakan mereka yang menganiaya kita supaya mengalami suatu pertobatan yg benar.