DI 20102026
Yohanes 10:40-41
Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.
Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.”
Banyak org mengejar karunia, tp Yohanes Pembaptis jd contoh mengenai menginjil walau tdk berkarunia khusus, tetep dapat membuat banyak org percaya.
Seberapa efektif mengadakan KKR untuk menjangkau jiwa? Dana yang dikeluarkan biasanya sangat besar, tapi apakah jumlah org yg bertobat itu banyak? Seringkali yg mereka kejar bukan pertobatan, tapi hanya mencari kesembuhan dan tanda ajaib dari Tuhan ataupun hamba Tuhan. Kalau nanti sembuh, blm tentu disertai dg pertobatan. Kesembuhan memang bs menarik minat bnyk org utk datang, tp apakah itu efektif mendorong bnyk org pd pertobatan? Yang terjd justru org yang suka ‘langganan’ altar call atau didoakan hamba Tuhan, padahal mereka dr kalangan org Kristen jg, berpikir kalau didoakan hamba Tuhan ‘besar’, bisa menerima impartasi karunia ataupun hal lainnya dr hamba Tuhan itu. Akhirnya yang terjd adalah ‘drama rohani’ semata.
Dlm ayat ini, Yohanes Pembaptis tdk juga membuat satu tanda ajaibpun selama dia melayani, tp dia mengatakan yg benar ttg Yesus, dan ini membuat bnyk org di sana yg percaya. Kalau sekarang mgkin dapat digambarkan spt khotbah yg Alkitabiah vs khotbah ttg kesembuhan, mana yg disukai pendengarnya? Mengatakan yg benar ttg Yesus tdk semudah yg kita duga, khotbah yg Alkitabiah perlu disiapkan dgn matang, dan kadang oleh pencerahan Roh Kudus di saat khotbah diberitakan. Tentu hal ini berbeda dg kebiasaan bbrpa pengkhotbah yg beranggapan pasti Tuhan bicara waktu berkhotbah, tdk perlu persiapan apapun. Ini tentu tdk benar, berkhotbah itu berbeda dgn ‘kesurupan’, penuh Roh Kudus, bukan spt kesurupan, tapi berkhotbah dipimpin & dicerahkan oleh Roh Kudus dg persiapan yg baik.
Beritakan ttg Yesus dgn benar, jgn dengan mengejar tanda ajaib atau mujizat, belum tentu org bertobat setelah disembuhkan atau mengalami mujizat Tuhan.