DI 18022026
Matius 7:22-23 ILT3
Banyak orang akan berkata kepada-Ku pada hari itu: Tuhan, Tuhan, bukankah dalam Nama-Mu kami telah bernubuat, dan dalam Nama-Mu kami mengusir roh jahat, dan dalam Nama-Mu kami melakukan banyak mukjizat?
Dan pada waktu itu Aku akan menyatakan kepada mereka: Aku tidak pernah mengenal kamu, enyahlah dari-Ku, hai kamu yang mengerjakan kejahatan!”
Org yg berkarunia hebat malah dinilai sbg mengerjakan kejahatan? Kalau begitu ada yg salah dlm org-org yg disebut dlm ayat ini, apa itu?
Jgn salah paham, berkarunia itu tdk salah atau sesat, tp memang Tuhan yg memberi: “Namun, Roh yang satu dan yang sama mengerjakan semuanya itu dengan membagi-bagikan kepada masing-masing, sendiri-sendiri, seperti yg Dia maksudkan (1 Korintus 12:11 ILT3). Spt seorg petugas keamanan yg diberikan senjata, bisa saja dia menyalah gunakan senjata, harusnya menembak penjahat atau teroris, tapi yang ditembak teman petugasnya sendiri. Dlm bbrpa kasus, hal ini pernah terjd. Jadi jika berkarunia, itu sesuatu hal yg baik, tetapi bgmna kita bertanggung jwb memakainya, ini yg jadi fokus perhatian kita. Sewaktu ia hanya jemaat biasa, bs menjaga hati tetap murni, tp begitu diberikan karunia, sikap & karakternya mulai bergeser ke arah yg tdk murni lagi.
Giat melayani tp ditolak masuk surga, itu sesuatu yg menyakitkan. Berkarunia beda dgn berkenan di hadapan Tuhan, manusia mgkin menilai org yg berkarunia itu, sudah punya kelayakan dr Tuhan, sdh berkenan, pdhal bukan itu yg dinilai Tuhan. Kejarlah perkenanan Tuhan, bertanggung jawab dlm menggunakan karunia yg Tuhan berikan pd setiap kita, jgn ambil keuntungan saat kita melayani. Biasanya org berkarunia itu bisa jatuh karena uang, kedudukan dan pujian dr manusia. Tuhan menilai karakter kita di dlm hal keserupaan dlm Kristus, karakter yg spt punyanya Kristus. Ketaatan menjadi satu karakter yg Tuhan inginkan. Memang manusia tdk sempurna, tp Tuhan tdk ingin kita terjebak oleh ketidak sempurnaan yg kita miliki, Dia mendidik dan membentuk karakter kita supaya serupa dgn karakter Kristus.
Jgn kejar karunia saja, kerjalah perkenanan Tuhan, supaya pelayanan kita tdk sia-sia & akhirnya kita tdk ditolak Tuhan, jadi hamba yg setia dan berkenan.