DI 06022026
Matius 23:26 ILT3
Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah terlebih dahulu bagian dalam cawan dan pinggan, supaya bagian luarnya dapat menjadi bersih juga.
Teguran Yesus pd org Farisi ini mgkin agak kasar atau sarkastik kedengarannya, tetapi inilah yg harusnya dilakukan saat kita ingin hidup kita ‘bersih’ luar dalam.
Kita ilustrasikan saja sedang mencuci satu gelas, apa jadinya jika yg kita bersihkan itu hanya bagian luarnya saja? Pikirkanlah ini: bukankah nanti yg kita minum itu kualitas dan kebersihannya bergantung pd keadaan bagian dlm gelasnya? Bagian dalam kotor pasti membuat air di dalamnya jg tercemar dan bs menimbulkan penyakit selesai kita minum. Jadi bgmna, lebih penting bersih bagian mana? Pertanyaan ini jebakan yang membuat kita memilih salah satu bagian dr gelas itu, yg benar adalah bersih bagian luar dan dalam, ini satu paket kebersihan sebuah gelas tadi. Ada org yg peduli hanya tampilan luar, misalnya demi terlihat kaya, pdhal hartanya minim, ingin terlihat seperti org intelek atau pintar, pdhal bodoh, semua dibuat-buat utk ‘menipu’ penglihatan orang lain, tapi Tuhan tembus melihat hati.
Bagian dalam hidup kita, bs bicara tentang hati nurani, karakter, ketaatan pada Tuhan, dsbnya. Kadang org bs terlihat religius, tapi ternyata munafik, melakukan hal cemar yg memalukan nama Tuhan dan kekristenan. Banyak kisah penipuan yg pelakunya tidak kita duga sblumnya, mereka ada yg hamba Tuhan, org yg giat pelayanan, hingga orang biasa. Kisah perselingkuhan, perselisihan, dsbnya, bukan hal baru yg kita dengar, tapi pelakunya justru org yg terlihat religius dan katanya ‘cinta Tuhan’, intim dgn Tuhan dan selalu bicara hal-hal rohani. Tuhan mau utk kita religius, bukan terlihat religius, org bisa kita tipu, tapi Tuhan tidak. Pikirkanlah soal nama baik kita, keluarga kita akan dihargai jika kita punya nama baik yg ‘harum’, tetapi sebaliknya, keluarga kita bs dihujat ketika kita berbuat aib dan jahat.
Benahi bagian dalam diri kita, tampilan luar juga penting, keduanya hrs seiringan serta saling melengkapi, supaya hidup ini bersih di hadapan Tuhan dan manusia.