Berkata Benar Tentang Tuhan

DI 20102026

Yohanes 10:40-41
Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.
Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.”

Banyak org mengejar karunia, tp Yohanes Pembaptis jd contoh mengenai menginjil walau tdk berkarunia khusus, tetep dapat membuat banyak org percaya.

Seberapa efektif mengadakan KKR untuk menjangkau jiwa? Dana yang dikeluarkan biasanya sangat besar, tapi apakah jumlah org yg bertobat itu banyak? Seringkali yg mereka kejar bukan pertobatan, tapi hanya mencari kesembuhan dan tanda ajaib dari Tuhan ataupun hamba Tuhan. Kalau nanti sembuh, blm tentu disertai dg pertobatan. Kesembuhan memang bs menarik minat bnyk org utk datang, tp apakah itu efektif mendorong bnyk org pd pertobatan? Yang terjd justru org yang suka ‘langganan’ altar call atau didoakan hamba Tuhan, padahal mereka dr kalangan org Kristen jg, berpikir kalau didoakan hamba Tuhan ‘besar’, bisa menerima impartasi karunia ataupun hal lainnya dr hamba Tuhan itu. Akhirnya yang terjd adalah ‘drama rohani’ semata.

Dlm ayat ini, Yohanes Pembaptis tdk juga membuat satu tanda ajaibpun selama dia melayani, tp dia mengatakan yg benar ttg Yesus, dan ini membuat bnyk org di sana yg percaya. Kalau sekarang mgkin dapat digambarkan spt khotbah yg Alkitabiah vs khotbah ttg kesembuhan, mana yg disukai pendengarnya? Mengatakan yg benar ttg Yesus tdk semudah yg kita duga, khotbah yg Alkitabiah perlu disiapkan dgn matang, dan kadang oleh pencerahan Roh Kudus di saat khotbah diberitakan. Tentu hal ini berbeda dg kebiasaan bbrpa pengkhotbah yg beranggapan pasti Tuhan bicara waktu berkhotbah, tdk perlu persiapan apapun. Ini tentu tdk benar, berkhotbah itu berbeda dgn ‘kesurupan’, penuh Roh Kudus, bukan spt kesurupan, tapi berkhotbah dipimpin & dicerahkan oleh Roh Kudus dg persiapan yg baik.

Beritakan ttg Yesus dgn benar, jgn dengan mengejar tanda ajaib atau mujizat, belum tentu org bertobat setelah disembuhkan atau mengalami mujizat Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berkata Benar Tentang Tuhan

Memberikan Nyawa

DI 19102026

Yohanes 15:13
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Ayat ini memang terasa berat utk menjadi sebuah kenyataan, sulit utk mengerti dan memahami bgmna memberikan yg paling berharga utk org yg tdk sedarah dg kita.

Kalau seorg ayah atau ibu mengorbankan nyawa utk melindungi anak-anaknya, satu hal yg mgkin bs dipahami semua org, tapi memberikan nyawa bagi sahabat, sesuatu yg sulit diterima, sebaik apapun sahabat, dia bukan sedarah. Lalu bgmna dg suami dan istri, bukan sedarah jg, kan? Ini beda, suami dan istri dipersatukan pernikahan, dua menjd satu, meskipun bkn sedarah, tp menjd satu daging (Kejadian 2:24). Hal ini memang tdk mudah dilakukan, tapi Tuhan menempatkannya sbg perbuatan kasih yg paling terbesar, ini tdk bs dibantah. Pasti setiap org berpikir matang sblum memilih utk memberikan nyawanya, apakah perlu sampai demikian? Di zaman skrg ini kita perlu waspada, bnyk org yg kelihatannya perlu ditolong pdhal itu modus kejahatan, perlu waspada, tp jgn sampai kita tertahan utk menolong.

Memberi nyawa dlm terjemahan lain dpt diartikan mempertaruhkan nyawa. Hal ini bs kita pahami dr ayat ini: Akulah gembala yang baik. Gembala yg baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (Yoh 10 :11). Memberikan nyawa di sini diartikan sbg memberi hidup, bs dlm arti memberi nyawa, bs jg mendedikasikan hidup bagi domba-dombanya. Mgkin hal yg bisa kita lakukan dgn lebih sederhana adalah dgn melakukan donor darah, dalam darah ada nyawa, mendonorkan darah bs jg diartikan sbg memberi nyawa bagi org lain. Ingatlah bhw ini kasih yg terbesar, berarti ada bnyk tindakan kasih yg lain, ini hanya pd kasus tertentu saja. Tp kalau diperlukan, kita hrs melakukannya. Contoh lain adalah orang yg menjd martir, memberikan nyawa demi keselamatan bnyk org melalui Injil yg bisa diberitakan pdhal sbelumnya tidak.

Memberikan nyawa sbg bentuk kasih tdk selalu diartikan rela mati bagi org lain, tapi pd kasus tertentu, kita hrs melakukannya dgn rela hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Memberikan Nyawa

Kasih Berubah

DI 17102026

1 Raja-raja 2:9 (TB) Sekarang janganlah bebaskan dia dari hukuman, sebab engkau seorang yang bijaksana dan tahu apa yang harus kau lakukan kepadanya untuk membuat yang ubanan itu turun dengan berdarah ke dalam dunia orang mati.”

Pesan Daud yg terakhir sblum meninggal terlihat ada sisi sadisnya, ada bbrpa orang yg dipesankan utk dibunuh oleh Salomo & ini membuat kita bertanya: apakah dahulu demikian dlm prinsip kasih?

Mengapa di zaman PB seolah kasih itu jd ‘lunak’ sifatnya? Hrs mudah mengampuni dan membiarkan begitu saja? Untuk dapat memahami ini, kita pakai perbandingan yg mgkin dpt menolong kita. Salah satu dari 10 hukum Tuhan ini: ⁰Jangan membunuh (Keluaran 20:13). Lalu bgmna jika situasi sedang perang? Apa musuh dibiarkan saja hidup? Pastilah hrs dibunuh! Jadi apa hal ini melanggar hukum Tuhan? Tentu tidak! Yg Tuhan atur itu dlm konteks hidup dlm sebuah lingkungan, tdk boleh membunuh dan kalau dilanggar, ada aturan lain yang mengaturnya. Jadi konteksnya hrs dapat kita pahami dgn benar, dalam peperangan diperbolehkan membunuh pengkhianat & musuh, tetapi dlm konteks hidup di dalam satu lingkungan, tdk diperbolehkan untuk membunuh.

Makin berganti generasi, budaya menjadi berkembang, di sini jg ada aturan yg dulu begini, skrg jadi begitu. Konteks kasih yg sepertinya berubah, mengesankan bahwa Tuhan ikut ‘berubah’, padahal tdk demikian adanya. Tuhan tdk berubah, tp budaya yg telah berubah. Dahulu Taurat hanya untuk org Israel, demikian jg aturan turunannya, tp budaya di zaman PB, ada jg aturan yang bangsa Romawi tetapkan sbg penguasa di zaman itu dan org Israel hrs mematuhinya tanpa syarat. Di zaman kita skrg ini, jg ada hukum negara yg berlaku, ada aparat yang menegang kekuasaan mengurus hukum di negara kita. Kasih dlm Kristen menjadi disempurnakan oleh pengorbanan Kristus sehingga ada pengampunan tanpa harus kita memberi apapun, maka kita jg wajib mengampuni spt Tuhan mengampuni kita, tetapi hukum negara berjalan jg, diampuni tp secara hukum pidana misalnya, kasus bs tetap berjalan kecuali ada perdamaian antara pihak yg berperkara.

Kasih zaman skrg bukan ‘lunak’, tp cermin dr bgmna Kristus mengasihi kita, kita juga hrs mengasihi sesama dgn cara yg sama, karena ada pengorbanan Kristus.

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih Berubah

Terlalu Lemah

DI 16102026

2 Samuel 3:39 ILT3
Namun aku saat ini masih lemah, walaupun telah diurapi sebagai raja. Dan orang-orang itu, yaitu anak-anak Zeruya terlalu sulit bagiku. Biarlah YAHWEH membalas pelaku kejahatan sesuai dengan kejahatannya.”

Kisah kematian Abner memang suatu yg biasa terjd, lawan yg kemudian berubah jd sekutu, biasanya dicurigai dan tdk mudah dipercaya ketulusannya.

Abner awalnya membela keluarga Saul & suatu wkt terlibat perselisihan dg Isyboset sehingga ini membuat Abner berubah dlm mendukung Saul, dia bertekad mengikuti Daud. Namun anak buah Daud, Yoab dan Abisai, curiga dan bertekad melenyapkan Abner tanpa perintah dr Daud. Tindakan ini pd akhirnya membuat Daud murka, tapi wkt itu kedudukan Daud belumlah terlalu kuat. Pd masa tuanya, Daud berpesan pd Salomo utk melenyapkan Yoab karena yg dia lakukan terhadap Abner (1 Raja-Raja 2: 5). Di sini kita belajar bhw apa yg baik dan benar menurut kita, blm tentu benar dlm pandangan pemimpin kita. Tindakan Yoab di mata Daud adalah sebuah pelanggaran yg diingat seumur hidup, bahkan ini harus dituntaskan oleh Salomo, anaknya, untuk membunuh Yoab.

Benar atau salah, kadang kita terlalu cepat dlm memberi penilaian. Rasa curiga serta pemikiran negatif membuat kita cepat dlm menyimpulkan sesuatu tanpa mengecek terlebih dahulu kebenarannya. Melakukan sesuatu tanpa perintah atasan seringkali dianggap sbg bentuk dukungan, pdhal ini sesuatu yg merugikan citra pemimpin. Di dlm kisah ini, Daud hampir dianggap sbg dalang pembunuhan Abner, walau apa yg Yoab lakukan tampaknya membela Daud. Inisiatif hrs jg disertai oleh kesetiaan, tdk boleh sekedar dorongan yg menurut kita itulah bentuk kesetiaan. Biasakan dalam melakukan tugas, koordinasikan dengan pemimpin terlebih dahulu, mgkin ada hal yg terlewat dan pemimpin bs melihatnya dan memperingatkan kita agar jgn dahulu melakukannya.

Inisiatif bagus, tapi apakah itu benar? Jika tdk, maka pikirkan baik-baik dan bawalah itu pd pemimpin kita, setelah disetujui, bs utk dilaksanakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Terlalu Lemah

Dendam Terus Menerus

DI 15102926

2 Samuel 3:1
Peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud berlarut-larut; Daud kian lama kian kuat, sedang keluarga Saul kian lama kian lemah.

Dendam pribadi berkembang jadi dendam keluarga, memang yg diperebutkan adalah sesuatu yg sangat besar yaitu tahta raja, ini sesuatu yg menarik utk direnungkan.

Menjd raja memang punya keuntungan yg besar, selain kekuasaan, ada bbrpa hal lain yg jg menguntungkan raja dan keluarganya. Di mata Tuhan, Daud menggantikan Saul yg dinilai tdk layak lagi menjd raja. Tp di dalam pandangan manusia, keturunan Saul yg jadi penggantinya. Belum lagi intrik politik yang terjadi di hari-hari itu. Dari dendam antara Saul dgn Daud, berubah menjd dendam yg melibatkan keluarga. Keturunan Saul menjd raja menggantikan dia, yaitu Isyboset, ini be kita baca dlm 2 Samuel 2:9), sementara di tempat lain, Daud menjd raja atas Yehuda (2 Samuel 4:4). Perpecahan telah terjd dalam kerajaan Israel, dan tentu saja perang tidak terelakan lagi, dan keluarga Saul semakin lemah, sementara keluarga Daud semakin kuat, dan tentu ini ada penyebabnya selain faktor politik dan militernya.

Tuhan yg memilih Daud utk menggantikan Saul, jd saat keluarga Saul memusuhi Daud, itu secara tdk langsung menentang apa yg jadi kehendak Tuhan, melawan Tuhan sndri. Maka tak heran, kekuatan keluarga Saul jadi semakin lemah, siapa yg sanggup melawan Tuhan? Tapi keluarga Saul memandang ini hanya sbg permusuhan politik, tp Tuhan tdk memandangnya demikian, ini soal siapa yg dipilih-Nya menjd raja atas kerajaan Israel. Org yg memusuhi kita, apabila kita di pihak Tuhan, Dia akan membela kita & membuat mereka semakin lemah. Tentu saja kita jgn berbuat yang melawan perintah Tuhan, tapi selama kita taat dan setia, penyertaan yang Tuhan janjikan pasti Dia tepati. Istilah yang sering kita dengar: jgn buka celah, ini dapat menggambarkan betapa pentingnya untuk kita berdoa dan berjaga-jaga, jgn kita sndri yg keluar dr penyertaan Tuhan.

Kita mgkin dihadapkan dgn org yg tdk suka dgn kita, jgn sampai berkembang jadi satu dendam antar keluarga, jgn lupa bhw Tuhan yg akan menghakimi perkara kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Dendam Terus Menerus

Cara Pandang Yang Benar

DI 14102026

2 Samuel 1:17
Daud menyanyikan nyanyian ratapan ini karena Saul dan Yonatan, anaknya,

Daud meratapi kematian Saul dan Yonatan, berkabung dan menganggap mereka bagian dr para pahlawan kerajaan, suatu sikap yg tdk dimiliki semua org.

Setiap org punya 2 sisi dr hidupnya, saya bs sebut saja sisi ‘Saul’ dan sisi ‘Yonatan’. Dua sisi ini pasti kita temui dlm diri setiap orang bahkan yg dikenal sbg org baik sekalipun. Di satu sisi, tiap org punya sisi ‘Saul’, kita bisa sebut saja sbg sisi negatif dr seseorang. Di dlm keseharian kita, bs kita dengar sebuah ungkapan: dia sih orgnya memang baik, tapi mulutnya itu lho, ‘tajam’ banget, ‘pedes’ kalo ngomong’. Baik, dermawan, tapi ada hal yg kurang disukai, inilah gambaran sisi ‘Saul’ di dlm diri seseorg. Sedangkan sisi ‘Yonatan’ mgkin lebih enak kita sebutkan: biar begitu orangnya, tp suka banget nyumbang, kasih pertolongan. Tdk ada satu orgpun di dunia ini hanya punya sisi ‘Yonatan’ saja, tdk ada yg sempurna, jadi pandanglah org lain dgn cara yg benar, hargai sisi baiknya, tp sadar jg ada sisi buruknya dr setiap org, yg wajar saja dlm menilai org.

Di bagian lain, terkadang penilaian org tidak selalu mengikuti cara pandang Tuhan. Kita cenderung memberi ‘label’ PD seseorg dan sulit mencopotnya. Kesalahan sekali dapat menjd label seumur hidup yg menempel pd diri seseorg. Misalnya org yang melakukan kesalahan pd saat tertentu, pdhal biasanya dia berbuat baik, maka penilaian orang dpt berubah karena hal itu, dan ke depannya bs sulit mendapat citra baik lagi. Sebaliknya, seorg yang sdh dikenal kurang baik citranya, begitu dia berbuat baik, org akan ragu, org ini berubah jadi baik atau ada maksud jahat yg terselubung di balik kebaikan. Memang ada oknum yg spt itu, tetap jahat, jadi ini bs kita nilai kasus per kasus, tiap org berbeda kasusnya, tetapi kita jgn sampai punya satu pandangan kaku yg memanggang org lain tak mgkin berubah, selama masih manusia, perubahan sikap bs saja terjadi.

Jgn cepat memberi ‘label’ pd seseorg, nanti kita kaget dan kecewa, pandanglah seseorg dgn sewajarnya, manusia bs berubah, ikuti saja bgmna mereka hidup.

Posted in Renungan | Comments Off on Cara Pandang Yang Benar

Berani Memihak Yang Benar

DI 13102026

1 Samuel 20:42
Kemudian berkatalah Yonatan kepada Daud: “Pergilah dengan selamat; bukankah kita berdua telah bersumpah demi nama TUHAN, demikian: TUHAN akan ada di antara aku dan engkau serta di antara keturunanku dan keturunanmu sampai selamanya.” (20-43) Setelah itu bangunlah Daud dan pergi; dan Yonatan pun pulang ke kota.

Sikap Yonatan yg memihak pd Daud adalah suatu keberanian yg amat sangat, karena ini berarti menentang ayahnya yg adakah raja Israel saat itu.

Kebencian raja Saul bahkan hampir saja bs membunuh Yonatan, anak kandung sendiri: “Lalu Saul melemparkan tombaknya kepada Yonatan utk membunuhnya. Maka tahulah Yonatan, bahwa ayahnya telah mengambil keputusan utk membunuh Daud (1 Samuel 20:33). Siapa saja yg membela Daud pasti menjd musuh raja Saul. Di mata Tuhan, yg Dia pilih adalah Daud menggantikan Saul yg awalnya dipilih Tuhan tetapi justru lakukan bnyk ketidak taatan pd perintah Tuhan, dan Yonatan memihak yg benar, sekalipun ayah kandungnya sendiri di pihak yang berbeda. Sikap memihak pd yg benar ini patut untuk dicontoh, sekalipun nyawa jd taruhannya. Tentu saja ini butuh keberanian ekstra, jika hrs melawan pihak yg punya kekuasaan dan bisa bertindak semaunya kapan saja, tetapi ini menunjukkan integritas seseorg.

Kesetiaan Yonatan tetap ditunjukkan pada ayahnya dengan tetap mendampingi hingga dia mati bersama ayahnya dlm peperangan: “Jadi Saul, ketiga anaknya dan pembawa senjatanya, dan seluruh tentaranya sama-sama mati pada hari itu (1 Samuel 31:6). Berpihak pd yang benar bukan berarti mengabaikan kewajiban, kecuali terjd suatu pemutusan hubungan, dan Yonatan menjd satu contoh yg baik dlm hal ini. Kewajiban dia sbg anak, sbg rakyat, tetap ditunjukkan walau dia berpihak pd Daud. Walau hal ini sungguh disayangkan, tetapi integritas diri kadang hrs dibayar dgn nyawa. Daud saat mendengar kabar itu sangat sedih, apapun kondisinya, Saul dan Yonatan itu mertua & iparnya, mereka masih 1 keluarga. Konflik yg terjd, tetapi hubungan di antara mereka memang unik, ini jadi suatu pelajaran bagi kita.

Memihak pd yg benar, memang tdk mudah dan ada resikonya, tetapi itulah integritas yg dimiliki oleh seseorg yang cinta kebenaran & berpihak pd kepentingan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berani Memihak Yang Benar

Terakhir Kalinya

DI 12102026

Kisah Para Rasul 20:38
Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.

Kapan kita akan melihat seseorg utk yang terakhir kali? Ada kesempatan utk itu, tetapi sebagian org bahkan tdk menyadari bahwa saat itulah yg terakhir baginya maupun org lain.

Di dunia ini, kita akan hanya punya 2 pilihan yaitu meninggalkan atau ditinggalkan orang lain, ini tentu dlm arti meninggal dunia. Kita tak tahu kapan waktunya ditinggal org lain, sebagian mungkin dapat menebaknya kalau org lain itu sakit, waktunya sdh dekat, tetapi sebagian lagi terjd begitu tiba-tiba, baru dua jam lalu ngobrol, eh sekarang sdh tidak ada. Belum lagi yg meninggal karena kecelakaan atau kriminalitas, dsbnya. Kita tak tahu bila waktu org itu sudah sangat dekat, sebagian ada yg memberi tanda-tanda, sebagian lagi pergi begitu saja. Kitapun mgkin demikian, apakah nanti sempat memberi tanda-tanda atau tdk sempat, kita tidak tahu. Yang pasti, hargailah setiap perjumpaan, karena mgkin itu waktu yg terakhir utk bertemu, usia yang masih muda, bukan jaminan dua pasti akan berumur panjang, umur di tangan Tuhan, tp jg dipengaruhi oleh perbuatan manusia.

Ada pepatah: “orang baik cepat dipanggil”, tentu ini lahir dr bgtu banyak org baik tetapi tdk berumur panjang. Mgkin ada yg terjadi demikian, kita tdk bs membantahnya, tetapi firman Tuhan menjanjikan umur panjang pd umat-Nya dgn persyaratan khusus: hormati orgtua (Keluaran 20:12), takut akan Tuhan (Ulangan 6:2), hidup berkenan (Mazmur 91: 16), hidup berhikmat (Amsal 9:11), dsbnya. Cara kita hidup jelas menentukan umur yg akan Tuhan berikan, jika hidup disia-siakan, maka Tuhan akan minta bertanggung jawab saat menghadap Tuhan. Bgmna mereka yg bunuh diri? Mati sblum waktunya, tentu ini sesuatu yg melawan kehendak Tuhan bagi org percaya, penghakiman Tuhan akan dtg pd org itu. Gunakan hidup dgn baik, jangan gunakan waktu utk hal yg sia-sia, ingatlah bhw kita hidup hanya sekali saja di dunia.

Selagi masih hidup, hargailah waktu yang ada, setiap moment yg ada, karena kita tdk tahu apakah itu jadi yang terakhir bagi kita atau bagi org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Terakhir Kalinya

Durasi Khotbah

DI 10102026

Kisah Para Rasul 20:9-10
Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati.
Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: “Jangan ribut, sebab ia masih hidup.”

Org meninggal karena khotbah terlalu lama, entah pernah terjd di zaman ini atau tdk, tp Alkitab mencatat kisah seorg muda yg jatuh dr jendela karena kantuk mendengar Paulus berbicara terlalu lama.

Knpa ada jemaat mengantuk saat khotbah didengarkan? Banyak faktor bs jadi alasan mengapa ini terjd, mgkin terlalu lelah, mgkin kurang tidur, atau memang orgnya memang datang ke gereja sekedar ‘absensi’ saja, dtg supaya tdk dicari-cari team pastoral gereja karena tdk beribadah. Atau mgkin khotbah yg disampaikan topiknya monoton, pendeta cara berkhotbahnya kurang menarik. Mgkin juga karena AC terlalu dingin. Jadi memang hrs ditemukan penyebabnya, jgn sampai di dlm ibadah terjd hal-hal yg tdk sopan, yang terjadi misalnya tiba-tiba terdengar suara dr dengkuran seseorg saat khotbah, jemaat yg perlahan-lahan meninggalkan ruangan krna khotbah terlalu panjang, dsbnya. AC jangan terlalu dingin sehingga membuat mata jadi mudah mengantuk. Banyak hal dievaluasi, jadi hasilnya bs jauh lebih baik.

Lalu idealnya gmna? Tentu khotbah harus berisi firman Tuhan, bukan motivasi atau filsafat manusia. Boleh saja diselingi oleh motivasi dan filsafat, namun jgn sebagian besar isinya demikian. Durasinya jgn terlalu lama, idealnya 40 menit, karena daya ingat tiap org berbeda, kasihan jemaat yg lansia, mereka tidak sanggup terlalu lama dengar khotbah panjang, jgn terlalu banyak bahas bahasa aslinya, seperlunya saja, jgn pakai istilah yg terlalu akademis dan formal karna jemaat terdiri dr beragam latar pendidikan. Jgn juga terlalu banyak humor karna ini bkn acara stand up comedy. Tampillah sebagai representasi Tuhan saat berkhotbah, harus tetap tampil berwibawa namun tetap ramah dan santun. Tiap org pny cara pembawaan masing-masing, kenali dgn benar kekuatan dan kelemahannya, perbaiki yg kurang baik dan tetap tenang.

Berkhotbah bkn berpidato, yg dikedepankan itu Tuhan, bukan diri kita, jgn sampai orang hanya mengagumi kita tanpa terlalu kagum dgn Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Durasi Khotbah

Pertumbuhan Gereja

DI 09102026

Kisah Para Rasul 9:31 ILT3
Kemudian sesungguhnya, gereja-gereja di seluruh Yudea dan Galilea dan Samaria memperoleh damai sejahtera, sambil dibangun dan bergerak maju dalam takut akan YAHWEH dan dalam penghiburan Roh Kudus, mereka terus dilipatgandakan.

Gereja tentunya dimaknai sbg organisasi tp jg sebuah organisme, ada gedungnya tetapi jemaat yg ada sebenarnya adalah gereja itu sendiri.

Pertumbuhan gereja, hrs dilihat dari sisi apa saja? Apakah hanya pertambahan jumlah & jam ibadah? Pembukaan cabang baru? Pny gembala yg terkenal? Kalau dr sisi ini saja, cukup hanya oleh pengelolaan yg baik, cara management sebuah gereja yg butuh suatu kemampuan mengatur dr manusia. Realita yg ada seringkali bicara ttg gereja yg secara ekonominya lebih kuat, dpt menguasai satu gereja lainnya. Contoh: gereja yg kuat dana, lebih mudah mengambil alih lokasi strategis yg sebelumnya dipakai oleh gereja yg lama yg dananya lebih lemah. Atau 2 gereja yang saling berhadapan di satu lantai gedung yg sama, adu kemewahan multimedia dan hal konsumsi misalnya. Apakah pertumbuhan sebuah gereja berdasarkan kuat finansial & dana operasionalnya? Tentunya gereja tidak boleh dipandang sbg sebuah ‘perusahaan’.

Dlm ayat ini, kita dihadapkan pd kriteria yg dipakai untuk sebuah pertumbuhan gereja, pertama, ada damai sejahtera. Gereja bisa diterima kehadirannya di masyarakat umum kecuali memang di bbrpa daerah ekstrim yg menentang hadirnya gereja di sana. Selain itu jg ditandai dg rukunnya antara gembala, para pelayan Tuhan serta jemaat. Kedua, di dalam gereja ada kemajuan dan pergerakan maju dlm takut akan Tuhan. Adanya religius yg bukan pencitraan yang ada dalam gereja itu. Semua dilakukan atas dasar takut akan Tuhan, bukan supaya terlihat religius. Lalu ketiga, oleh penghiburan Roh Kudus, jumlah jemaat makin dilipatgandakan. Jadi ini bkn cuma tata kelola organisasi gereja yg baik, tp jg ada karya Roh Kudus di dalam gereja. Penghiburan Roh Kudus menjadi kekuatan yg menopang gereja saat ada dlm situasi yg menekan.

Tentu kita ingin gereja kita bertumbuh, tapi biarlah ada ‘kerjasama’ antara Tuhan dan jg pihak pemimpin gereja, hasilnya tentu akan sangat baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Pertumbuhan Gereja