DI 16102026
2 Samuel 3:39 ILT3
Namun aku saat ini masih lemah, walaupun telah diurapi sebagai raja. Dan orang-orang itu, yaitu anak-anak Zeruya terlalu sulit bagiku. Biarlah YAHWEH membalas pelaku kejahatan sesuai dengan kejahatannya.”
Kisah kematian Abner memang suatu yg biasa terjd, lawan yg kemudian berubah jd sekutu, biasanya dicurigai dan tdk mudah dipercaya ketulusannya.
Abner awalnya membela keluarga Saul & suatu wkt terlibat perselisihan dg Isyboset sehingga ini membuat Abner berubah dlm mendukung Saul, dia bertekad mengikuti Daud. Namun anak buah Daud, Yoab dan Abisai, curiga dan bertekad melenyapkan Abner tanpa perintah dr Daud. Tindakan ini pd akhirnya membuat Daud murka, tapi wkt itu kedudukan Daud belumlah terlalu kuat. Pd masa tuanya, Daud berpesan pd Salomo utk melenyapkan Yoab karena yg dia lakukan terhadap Abner (1 Raja-Raja 2: 5). Di sini kita belajar bhw apa yg baik dan benar menurut kita, blm tentu benar dlm pandangan pemimpin kita. Tindakan Yoab di mata Daud adalah sebuah pelanggaran yg diingat seumur hidup, bahkan ini harus dituntaskan oleh Salomo, anaknya, untuk membunuh Yoab.
Benar atau salah, kadang kita terlalu cepat dlm memberi penilaian. Rasa curiga serta pemikiran negatif membuat kita cepat dlm menyimpulkan sesuatu tanpa mengecek terlebih dahulu kebenarannya. Melakukan sesuatu tanpa perintah atasan seringkali dianggap sbg bentuk dukungan, pdhal ini sesuatu yg merugikan citra pemimpin. Di dlm kisah ini, Daud hampir dianggap sbg dalang pembunuhan Abner, walau apa yg Yoab lakukan tampaknya membela Daud. Inisiatif hrs jg disertai oleh kesetiaan, tdk boleh sekedar dorongan yg menurut kita itulah bentuk kesetiaan. Biasakan dalam melakukan tugas, koordinasikan dengan pemimpin terlebih dahulu, mgkin ada hal yg terlewat dan pemimpin bs melihatnya dan memperingatkan kita agar jgn dahulu melakukannya.
Inisiatif bagus, tapi apakah itu benar? Jika tdk, maka pikirkan baik-baik dan bawalah itu pd pemimpin kita, setelah disetujui, bs utk dilaksanakan.