Tunjukkan Lewat Hidup

DI 03042025

Filipi 4:5 ILT3
Biarlah kelembutan hatimu diketahui oleh semua orang, Tuhan itu dekat.

Apa yg harus ditunjukkan saat kita hidup dalam kedekatan tibanya waktu Tuhan? Dlm ayat yang ini, rasul Paulus menunjuk kelembutan hati yang hrs ditunjukkan.

Kelembutan hati, dlm bahasa aslinya epieikēs yg berarti pantas (approriate), lembut hati (mild), kesabaran yang lembut dan sederhana (gentle moderation patient). Jadi kita yg hidup di akhir zaman, meyakini bahwa kedatangan Yesus yang kedua kalinya sudah sangat dekat, hrs memiliki & menunjukkan kelembutan hati, kesabaran dan kesederhanaan diri kita. Kalau disederhanakan, kita bs memakai kata ‘tidak emosian dan tidak sombong’. Ini relevan dgn realita yg ada dalam keseharian hidup kita, banyak org sengaja untuk pamer apa yg dimiliki, sombong karena menjadi penguasa, menindas org dgn kekuasaan, tidak lagi mau sabar, maunya instant dan uang menjd pembuat yg sulit menjadi mudah. Tak salah jika kita diingatkan bhw bahaya kalau cinta uang, ini yg seringkali disangkali oleh org yg duniawi. Di dlm pikiran org banyak, uang bukan segalanya tp segalanya butuh uang, ini kebenaran yg tidak seluruhnya benar, benar bhw banyak hal dalam hidup di dunia ini butuh uang, tapi uang hanya bs memperpanjang umur dan menyembuhkan penyakit, tetapi uang tak punya kuasa menahan setiap org utk meninggal ketika waktunya tiba.

Kelembutan hati, artinya punya hati yang ‘sehat’, spt perut yg sehat itu lembut, tp perut yg punya kanker di dalamnya menjd tdk lembut lagi, tapi perut itu mengeras. Org yg lembut hati, belajar dr kehidupan dan mengujinya dgn firman Tuhan yg ada dlm Alkitab. Org biasanya bangga karena punya banyak pengalaman dan pengetahuan, tp seringkali apa yg dihadapi di depan nantinya tdk selalu sama dgn masa lalu, pengetahuan terus berkembang, artinya yg ada sekarang ini belum sempurna, akan terus disempurnakan. Hati yg lembut menyadarkan pemiliknya bhw dia belum sempurna, belum mencapai standart yg Tuhan tetapkan, karenanya butuh dinasehati, ditegur & terus belajar utk menjadi lebih baik di masa yg akan datang. Sadar bhw hidup dlm Tuhan butuh waktu dan kesabaran, tdk instant, proses yang dihadapi pasti tdk mudah tetapi bs utk dilewati dgn baik. Sulit tetapi bisa, inilah yg hrs ditanam dlm pikiran kita yg seringkali ditakut-takuti oleh pikiran kacau kita sendiri. Pikiran kacau timbul karena kita kehilangan ketenangan, tdk sabar, dan membuat kita ragu dgn potensi yg dimiliki. Kuasai diri supaya bs tenang, kalau tenang, bs utk berdoa, menerima pertolongan Tuhan.

Tunjukkan kelembutan hati kita di akhir zaman ini, jgn biarkan keduniawian menggoda nafsu duniawi kita, kuasai diri dan jadilah tenang, jgn menyerah pd keadaan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tunjukkan Lewat Hidup

Berani Membuang

DI 02042025

Kisah Para Rasul 19:19
Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.

Ada hal baik yg patut dipertahankan ketika kita memilih percaya pd Tuhan Yesus, tetapi ada jg hal yg seharusnya dibuang ketika kita menjadi seorg Kristen.

Contoh bukti pertobatan terlihat dlm ayat yang kita baca, mereka mengumpulkan & membakar kitab-kitab sihir di depan umum. Sesuatu yang butuh keberanian karena mgkin saja masih ada org-org yg tetap bertahan tdk mau percaya pada Injil Kristus. Membakar kitab sihir tentu dilihat sbg suatu penistaan atau penghinaan bagi mrka yg teguh mempraktekkan sihirnya. Tetapi inilah karya Tuhan dlm diri org yg sungguh bertobat, selalu ada keberanian utk mengganggap suatu hal sbg ‘sampah’ yg hrs dibuang dan ditiadakan atau dimusnahkan. Memutuskan hubungan dgn yg lalu atau yg sebelumnya, mencerminkan bhw malu dgn masa lalu ketika mulai hidup sebagai seorg Kristen. Ada org yg justru menyimpan dgn rapat hal-hal yg seharusnya diputuskan dr hidup setelah menjd org Kristen. Jd sangat diragukan apakah bertobat atau tdk, karena pertobatan itu pasti ada resiko yg mgkin bs terjd, bahkan dapat saja nyawa terancam karena menjd org Kristen. Pertobatan hrs ‘radikal’, dlm pengertian tdk mau hidup sama spt waktu masih pendosa, hal yang dapat merangsang utk kembali pada dosa harus disingkirkan, jgn disimpan sehingga menjd jerat bagi masa depan.

Jadi memang jgn langsung percaya pd orang yg mengaku bertobat, jika hanya di mulut saja tapi tdk berani mewujudkan pertobatannya melalui perbuatan, ini patut diragukan pertobatannya. Di dlm realita yg ada, bbrpa org mengaku percaya Yesus dan bertobat, tapi mencari keuntungan dr kisah pertobatannya. Ingin menjd viral, bersaksi kesana kemari, dapat uang, ada jg yg karna mau menikah, menjd Kristen supaya bs menikah dgn pasangannya, dsbnya. Setelah terlaksana, hidup kembali ke masa lalu, malas ke gereja, kembali ke kebiasaan buruk, dsbnya. Petobat baru harus mendapat bimbingan ketat, bukan berarti karna seseorg menjd Kristen lalu otomatis gaya hidup dan karakternya berubah, tdk demikian. Untuk seorg petobat baru, jgn diberi ‘panggung’ dahulu karna: “bukan yang baru bertobat, agar jangan karena bermegah, dia jatuh ke dalam penghakiman si iblis. (1 Timotius 3:6 ILT3). Jadi butuh waktu utk melihat pertobatan seseorg, ini jg terlihat dr kisah pertobatan Paulus yang perlu waktu utk semua orang yakin bhw dia bertobat. Paulus berani menganggap semuanya sampah: Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus (Filipi 3:8).

Jangan masih punya ‘sampah’ yang kita simpan dlm kehidupan kita, sampah akan membusuk & baunya pasti menyebar dan tercium, jgn sampai Tuhan menyingkapkannya di depan bnyk orang sehingga kita menjd malu.

Posted in Renungan | Comments Off on Berani Membuang

Bukan Karena Perbuatan Benar

DI 01042025

Titus 3:5 ILT3
bukan atas dasar perbuatan-perbuatan yang ada dalam kebenaran yang telah kita lakukan, melainkan berdasarkan rahmat-Nya, Dia telah menyelamatkan kita melalui permandian kelahiran kembali dan pembaruan Roh Kudus,

Bgmna kita diselamatkan menurut iman seorg Kristen? Menurut paham non Kristen, mereka percaya perbuatan baik merekalah yg jadi satu penentu mereka selamat atau tdk.

Menurut ayat ini, bukan kesalehan kita yg dapat menyelamatkan kita, selamat di sini sederhana dlm arti masuk surga, tdk turut dihukum Tuhan. Jadi bahkan lebih dr perbuatan baik, perbuatan yg kita lakukan sebagai ketaatan pd Tuhan, ini yg dimaksud dlm perbuatan di dlm kebenaran, inipun tdk mgkin akan menyelamatkan kita. Jadi jelas ada perbedaan antara Kristen dan yg non Kristen: kalau non Kristen mengatakan bhw yg menentukan keselamatan mereka adakah diri mereka sendiri melalui kesalehan dan berbuat baik, tetapi dlm Kristen, kita diselamatkan oleh rahmat Tuhan melalui pembaptisan dan karya pembaharuan oleh Roh Kudus dlm diri kita. Ini tentu sesuatu yg secara logika pun bs dipahami: jika surga itu adalah rumah Tuhan, maka yang paling tahu apa yg hrs dipersiapkan utk masuk ke dalamnya adalah pemilik surga itu sendiri. Ini spt seorg tamu tdk mgkin bebas datang masuk dlm rumah seseorg, ada aturan dan perjanjian akan datang jam sekian, barulah dipersilahkan masuk, kalau bs masuk surga karna perbuatan baik, itu ibarat bs masuk rumah org kapan saja asalkan berpakaian rapi dan bersih. Padahal ini bukan ttg pakaiannya, tapi apakah sudah janji atau belum antara tamu dan pemilik rumah.

Bisa masuk rumah seseorg, itu bkn berpakaian rapinya, tp kenal tidaknya dgn tuan rumah. Jika kenal maka bs buat perjanjian kpn mau datang dan diperbolehkan masuk nantinya. Kita diajar utk punya hubungan yg intim dgn Tuhan 2 arah, artinya bukan hanya kita mengenal Tuhan, tapi apakah kita dikenal oleh Tuhan dan penghuni di surga, bahkan di alam roh jahat, seseorang yang saleh dikenali: “Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu? (Kisah Para Rasul 19:15) Tak mgkin diizinkan masuk rumah org jika tidak dikenal oleh pemilik rumah. Kita yg percaya pd Injil Yesus Kristus, menjd anak-anak Allah, anak tentu bisa bebas masuk bahkan tinggal dalam rumah bapanya. Dlm Kristen ada kepastian bisa masuk surga, tetapi apakah kita akan masuk di dalamnya, bergantung pd kesetiaan kita, setia beriman pd Kristus? Org yg meninggalkan iman pd Kristus justru menyulitkan diri mereka untuk masuk surga, karena perbuatan mereka tdk bisa menjamin mereka masuk surga. Pertanyaannya adalah mereka mgkin masuk surga versi lain & berbeda dgn surga dlm kekristenan. Walaupun nama mgkin sama yaitu surga, tapi isi di dalam bs sangat berbeda.

Sudah siapkah kita jadi penghuni surga? Ingat bhw masuk surga bukan otomatis karena jadi org Kristen, karena tdk semua org Kristen bisa masuk surga, tetapi yg namanya tercatat dalam kitab kehidupan, ingat itu!

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Karena Perbuatan Benar

Kenapa Aku Dilahirkan?

DI 29032025

Ayub 3:3, 11, 26
“Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku dan malam yang mengatakan: Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan.
Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan?
Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul.”

Ayub pernah mempertanyakan kenapa dia tetap dilahirkan tetapi ketika hidup, dia menderita dan kehilangan hampir semua yg dia miliki, sesuatu yg mgkin banyak org jg mempertanyakan hidup mereka.

Sebagian org meratapi nasibnya yg menurutnya tdk sebaik atau seindah hidup org lain, mengapa dia dilahirkan di keluarga yg miskin, sementara org lain sejak lahir menikmati kemewahan yang tentu saja membuat hidup lebih bahagia. Ada jg yg menyesali hidupnya, kenapa lahir dr orangtua yg menurunkan penyakitnya lewat DNA? Banyak org yg menolak orgtuanya karena kecewa pada karakter orgtuanya yg kasar, pemarah, atau juga karena ternyata orgtuanya seorg kriminal yang dibenci oleh banyak org. Apa yg dialami, sering org mencari ‘kambing hitam’ atau melimpahkan kesalahan pd org lain atau bahkan Tuhan juga disalahkan. Memang benar hal kelahiran adalah kedaulatan Tuhan, tak ada seorgpun yg berhak meminta dilahirkan di keluarga tertentu, tetapi percayalah bhw Tuhan itu adil, jika Dia dengan kedaulatan-Nya memutuskan seseorg lahir dlm sebuah keluarga, apapun kondisi keluarga itu, belajarlah utk bersyukur, tdk ada keluarga yang sempurna, tdk ada orgtua yg sempurna, Tuhan tdk pernah salah menempatkan kita di keluarga yg sekarang adalah keluarga kita. Dia adil dalam segala keputusan-Nya, belajar utk menerima yg Tuhan tetapkan dlm hidup kita.

Menyesali nasib tidak akan merubah nasib! Tapi ketika kita lebih fokus pd masa depan, dengan segala yg kita miliki sekarang, nasib bs diubah & latar belakang kita, tdk lagi menjd hambatan yg trs membayangi hidup kita setiap saat. Memang perlu proses dan waktu utk kita bs berfokus pd masa depan, tetapi keputusan utk berfokus ini sepenuhnya ada pd kesadaran kita. Belum lagi kita hrs menghadapi komentar miring dr orang yg ada di sekitar kita, dr sdr kandung, kerabat, teman kerja, dsbnya. Kita ingin melupakan, tapi orang lain terkadang mengingatkannya kembali, membuat emosi kita terpancing sehingga yang jadi reaksi kita cenderung negatif. Perlu suatu pengendalian diri yg kuat, ingatlah bhw kitalah yg pegang kendali atas hidup kita, jgn biarkan org lain mencoba ‘menyetir’ hidup kita dengan perkataan mereka. Tutuplah telinga utk semua perkataan yg tdk membangun iman dan kasih kita, bergaullah dgn org yg punya visi masa dpn dan punya integritas diri yg kuat, salah memilih teman dlm pergaulan, akan mempengaruhi dlm karakter dan pola pikir kita. Jgn biarkan apa yg baik dlm diri kita dirusak oleh pergaulan yang salah.

Menyesali nasib tdk akan merubah nasib, fokus pd apa yg ada di depan, kita dilahirkan di dunia ini pasti ada tujuan mulia yg Tuhan taruh dalam diri kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenapa Aku Dilahirkan?

Karena Kosong

DI 28032025

Matius 12:43-45
“Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.
Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur.
Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”

Tubuh manusia itu bisa menjadi sebuah ‘rumah’ yg akan ditempati oleh roh jahat, spt dlm ayat di atas, ketika roh jahat itu ingin memiliki tempat perhentian, incarannya adalah tubuh manusia yg dahulu pernah ditempatinya.

Salah satu tempat kesukaan roh jahat dr tubuh manusia adalah keadaan yg ‘kosong’, arti kata ‘kosong’ bs beragam, misalnya tidak ada isinya, tdk ada siapa-siapa, dsbnya. Dlm berbagai kisah ttg org yg meninggalkan Tuhan, alasan yg mrka sebutkan karena merasa adanya kekosongan di dlm hidupnya. Kekosongan ini harusnya Tuhan yg mengisinya, tetapi org itulah yg dgn sengaja menolak kehadiran Tuhan dlm hidupnya. Walau pernah mengalami kasih Tuhan, mujizat, banyak tanda dr Tuhan, tetapi itu semua tdk berarti bagi dirinya sama sekali. Memang Tuhannya Kristen itu hebat, tp tuhannya yang lain jg hebat, Kristen melarang ini dan itu, tp yg lain tdk dilarang, jadi terkadang kekosongan tadi hanyalah satu jenis pemalsuan sebab, yg sebenarnya org itu hanya ingin hidupnya bebas merdeka, tdk perlu diatur oleh siapa dan apapun. Pencarian dilakukan & menggunakan cocok logika saja, oh di luar dari Kristen ternyata lebih memuliakan manusianya, lebih simple dan lebih masuk logika. Pemikiran ini jadinya sangat lucu, org itu jadi ‘tuhan’ bagi logikanya sendiri, dia yg menentukan mana yg terbaik, paling banyak kesamaannya dgn apa yg dia kehendaki.

Tempat yg kosong, tdk bertuan, inilah gambaran hidup org-org yg hanya mau ditolong Tuhan tapi tdk percaya Tuhan bs menyelamatkan hidupnya. Sudah kepepet, sudah coba semua cara, sudah pergi ke banyak tuhan, org pintar, paranormal, ya mgkin coba-coba minta tolong pd Tuhannya org Kristen, ditolong ya syukur, tdk ditolong ya sdh nasib, sudah takdirnya. Jadi memang Tuhan tdk diizinkan mengisi hidupnya, tp Tuhan boleh utk menjamah saja, setelah sembuh, setelah dapat solusi, ya selesai urusannya dgn Tuhan. Banyak cerita ketika seseorg justru ‘ditolong’ saat coba terhubung dgn kuasa gelap yg dibilang dengan cara alternatif, penyakitnya sptnya sembuh, tapi iblis menarik dan mengambil lebih banyak drpd yg dia berikan. Sembuh sebentar, nanti kumat & lebih parah kalau tdk memenuhi persyaratan yg iblis berikan. Spt disebutkan ayat di atas, yang berhubungan dg iblis dan kuasa gelap, keadaan dirinya justru lebih buruk drpd sebelumnya. Jadi kalau ada apa-apa, carilah Tuhan, jgn biarkan di dlm diri kita ada kekosongan yg tdk terisi, iblis mengincar org yg ‘kosong’ karena itulah target yg paling ’empuk’ utk dirusak hidupnya. Isilah kekosongan kita dgn mendekat pd Tuhan.

Waspada terhadap iblis dan roh jahat yg selalu berusaha masuk dlm hidup kita, mendekatlah pd Tuhan, biarkan kasih-Nya mengisi yg kosong dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Kosong

Berkata Benar

DI 27032025

Efesus 4:25
Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

Buanglah dusta, dimulai dr kebohongan hingga kesaksian yg palsu, yg tdk sesuai dg kenyataan, ini semua kita lakukan jika memang kita saling mengasihi satu sama lain.

Kebohongan itu ada beragam jenisnya, hal yang umum terjadi adalah kebohongan dlm konteks ‘ranah tamah’, misalnya ditanya: sudah makan? Biasanya dijawab dgn ‘sudah’, tujuannya supaya tdk merepotkan tuan rumah, kelihatannya baik, tapi bohong ya tetap bohong, bukan? Bersaksi dusta, ketika ditanya sesuatu yg kita lihat sndri, kadang jawaban yg diberikan itu dusta/bohong, alasannya demi melindungi seseorg, menjaga suasana tetap damai, dsbnya. Kadang hampir semua org bs membenarkan hal itu, daripada terjadi sesuatu yg lebih buruk, ya bohong saja, itu ‘bohong putih’, demi kebaikan, dsbnya. Tapi sbg org Kristen, kita diajar utk berkata ya jika ya dan tidak jika tidak: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat” (Matius 5:37). Jadi tdk ada bohong utk kebaikan atau bohong putih, bohong ya bohong! Sebagian kalangan pasti berkata: ikut perintah Tuhan itu tdk selalu lurus, kadang berbelok dikit dan lebih mengutamakan kepentingan bersama, jadi tak apa sedikit berbohong, yg penting nanti katakan yg sebenarnya. Pemahaman ini banyak dibenarkan dan dianut bbrpa kalangan.

Bersaksi dusta, bisa sangat menentukan nasib seseorg, misalnya org yg sebenarnya tdk salah, tapi ketika ada org yg bersaksi palsu, nasibnya berakhir di penjara, atau kadang dihakimi scra massal, karenanya penting untuk mengucapkan apa yg benar, termasuk di dalamnya ketika kita ditanyakan ttg sesuatu, apa yg Alkitab katakan ttg hal itu, itulah yg seharusnya dikatakan, bkn filsafat atau pendapat kita pribadi. Beranikah kita menanggung resiko ketika mengatakan apa yg benar? Akan selalu ada kalangan atau orang yg tdk suka dgn kejujuran kita, kita disalahkan & dianggap terlalu ‘suci’. Berkata jujur memang tdk selalu baik dampak baliknya utk kita, tetapi kita akan dibenarkan oleh Tuhan saat nantinya setiap dari kita akan bertanggung jawab pada Tuhan utk setiap perkataan kita: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung jawabkannya pada hari penghakiman (Matius 12:36). Pilihan ada di tangan kita, mau jujur atau bohong, mata Tuhan melihat kita, telinga Tuhan mendengar setiap perkataan bohong kita, satu saat kita akan berhadapan dgn Tuhan. Jangan sampai murka Tuhan yg menimpa kita.

Sekali berbohong, perlu tambahan kebohongan lagi utk menyakinkan kebohongan yg pertama, dosa makin banyak, bertobatlah dan mulailah perkatakan apa yg benar.

Posted in Renungan | Comments Off on Berkata Benar

Mengapa Terus Berdosa

DI 26032025

Efesus 4:19 KJV
Who being past feeling have given themselves over unto lasciviousness, to work all uncleanness with greediness.

Yang menjadikan perasaan itu berlalu, telah menyerahkan dirinya kepada hawa nafsu untuk mengerjakan segala sesuatu yang cemar dengan serakah

Siapapun tdk ada yg kebal terhadap dosa, tiap org bs ‘terinfeksi’ oleh ‘virus’ dosa, menjd lemah dan akhirnya tunduk pd hawa nafsu serakah yg membuatnya terus berdosa dari hari ke hari.

Jadi ada 2 jenis org berdosa, pertama, org yang berdosa karena gagal melawan keinginan dosa tetapi menyadari serta bertobat, kemudian dgn sadar berjuang melawan hawa nafsunya untuk berbuat dosa. Jadi org ini memang berdosa, tp tdk trs menerus berdosa, ada perlawanan dan keinginan utk bebas atau menang atas nafsu & keinginan berbuat dosa. Perasaan bersalahnya masih berfungsi layaknya alarm peringatan bhw yg dilakukannya adalah sebuah dosa, Tuhan tdk berkenan jika dia hidup dlm dosa, berusaha utk hidup berkenan di hadapan Tuhan. Bisa jatuh tp tdk sampai tergeletak tak berdaya. Jadi penting bagi kita utk menjaga perasaan bersalah ketika kita berbuat dosa, itu alarm peringatan yg Tuhan taruh dlm batin manusia sbg ‘suara’ Tuhan yang mengingatkan kita bhw dosa akan menghalangi kita intim dgn Tuhan, doa kita tdk akan didengar, dan hidup kita nantinya akan rusak oleh iblis yg memang dgn liciknya sengaja menjebak melalui pola pikir duniawi: “semua org berdosa koq, jadi wajarlah kalau masih trs berdosa, kan masih di dunia, Tuhan jg maklum koq”. Pola pikir ini sesat dan membuat kita semakin lemah tak berdaya, makin hidupnya menjauh dr Tuhan.

Kedua, jenis org yg disebut dlm ayat ini, org yg sudah membuang perasaan bersalahnya, alarm peringatannya sudah dihentikan. Ketika berbuat dosa, ya tdk ada rasa menyesal apalg bersalah pd Tuhan, yg ada pikiran utk menikmati hasil dr dosa yg dia perbuat, berburu kenikmatan dunia dan tdk peduli ttg kehidupan setelah Kematian nantinya. Sebagian dr mereka bahkan tdk bisa percaya bhw Tuhan itu ada, bhw ada surga dan neraka, bhw ada hukum tabur tuai, dsbnya. Tapi sebagian kecil dari mereka terjebak dlm situasi ketidak berdayaannya melawan dosa, pasrah pd hawa nafsunya dan dirinya merasa Tuhan tidak akan menolong dan mengampuni dosanya. Tdk punya rasa takut akan Tuhan, bergaul dgn orang yg sama spt mereka, menyukai dosa dan sudah tdk punya alarm peringatan utk bertobat. Tuhan ingin mereka diselamatkan, dimerdekakan dari belenggu dosa, hidup dlm kemerdekaan Kristus yg menjadikan mereka hidup dlm damai, tidak merugikan org lain, menjadi berkat dan terang dunia. Mereka butuh trs diperingatkan dan juga diinjili dgn tekun, walau butuh waktu lama untuk mereka sadar dan bertobat, tapi yg penting bhw mereka pd akhirnya menerima keselamatan dari Tuhan.

Jgn menjd budak dosa dan hawa nafsu kita, itu bukan tujuan hidup yg Tuhan rencanakan dalam hidup kita, berjuang melawan keinginan itu saat muncul dan berusaha mengendalikan hidup kita setiap saat.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Terus Berdosa

Dewasa Rohani

DI 25032025

Efesus 4:13-14 ILT3
hingga kita semua dapat tiba pada kesatuan iman dan pengenalan penuh akan Putra Elohim, sebagai manusia sempurna, menuju taraf kedewasaan kepenuhan HaMashiakh,
sehingga kita tidak lagi menjadi kanak-kanak yang diombang-ambingkan dan terbawa oleh pelbagai angin pengajaran, dalam tipu daya manusia, dalam kelicikan, dengan cara penyesatan.

Begitu banyak pengajaran yg menuntut kita utk bs mengujinya, mana pengajaran yg Alkitabiah, mana pengajaran yg bersumber campuran dari Alkitab dan filsafat manusia, ini semua perlu utk memiliki kedewasaan rohani.

Hal pertama ialah perlu memiliki kesatuan iman, ini berarti bukan ttg iman personal perorangan, tapi dalam kehidupan berjemaat, kesatuan iman yaitu tekad bersama utk menjaga diri dr banyak pengajaran di luar doktrin yg dianut gereja lokal, perlu utk diuji dgn benar. Setiap denominasi itu punya doktrin-doktrin sbg pegangan dlm hidup bergereja, mana yg benar serta Alkitabiah, mana yg berupa dogma atau pengajaran yang sifatnya tdk sesuai doktrin, tetapi hrs dihargai jika gereja lain menganutnya sbg doktrin. Kesatuan iman di sini bs jg diartikan sbg memiliki iman yg sejenis atau sama, apa yg diimani itu hal yg sama, tidak menimbulkan kerancuan di tengah jemaat, tidak membuat menjd sebuah pertengkaran yg ujung akhirnya menjd perpecahan di kalangan jemaat gereja lokal. Inilah pentingnya divisi pengajaran di masing-masing gereja memiliki para teolog yg paham benar ttg Alkitab dan penafsirannya yg benar, sehingga dapat menyaring pengajaran mana yg Alkitabiah dan mana yg sesat. Sampai pd kesatuan iman dimulai dari kesadaran untuk menjaga keselamatan yg Tuhan anugerahkan ini jgn sampai terlepas dr tangan kita akibat tertipu oleh pengajaran yang ternyata menyimpangkan iman kita dr keselamatan.

Kedua, adalah pengenalan akan Yesus sebagai manusia sempurna, teladan satu-satunya yg dpt diteladani tanpa cela. Yesus hidup di dunia tapi Dia tdk berdosa sama sekali. Apa yg membuat Dia mampu spt itu? Inilah yg perlu dipelajari dan dipraktekkan dlm hidup kita. Yesus mengalami apa yg semua manusia lain alami, tapi Dia tidak berdosa sampai akhir, sementara kita ini masih terkadang berbuat dosa karena kelengahan dan kelemahan yg kita miliki. Belajar ttg siapa Yesus itu, bagaimana cara Dia hidup sewaktu di dunia, bagaimana Dia menyikapi situasi yg Dia hadapi, bgmna Dia bs menang melawan godaan iblis & tetap setia sampai akhir. Apabila 2 hal ini dapat dipraktekkan dan dimiliki oleh jemaat gereja, ini menjd sebuah benteng pertahanan utk melawan serangan terhadap gereja melalui pengajaran & tipu daya manusia yg licik dan tujuannya untuk menyesatkan jemaat, membuat jemaat hilang keselamatan dan hidup mengikuti hawa nafsu kedagingan yg terus menerus bekerja dlm tubuh jasmani. Tuhan ingin jemaat-Nya hidup kudus & berkenan di hadapan-Nya, tetapi iblis ingin kita menjauh dr hadapan Tuhan, merusak hidup kita dgn tawarannya yg menyesatkan.

Apakah kita sudah memiliki kesatuan iman dan mengenal Yesus sbg manusia sempurna? Perlu berhati-hati dgn pengajaran yg ternyata berbeda dgn kebenaran yg Alkitabiah, jgn disesatkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dewasa Rohani

Yang Butuh Perhatian Lebih

DI 24032025

1 Korintus 12:22-25 (ILT3
Malah sebaliknya, banyak anggota tubuh yang menganggap diri lebih lemah, dia itulah yang diperlukan.
Dan mereka yang kita anggap sebagai kurang terhormat dari tubuh, kepada merekalah kita melingkupkan lebih banyak kehormatan, juga mereka yang kurang elok pada kita, dia memperoleh lebih banyak keelokan,
dan mereka yang elok pada kita, dia tidak punya kebutuhan. Tetapi Elohim telah menyusun tubuh dengan memberikan lebih banyak kehormatan kepada yang membutuhkan,
supaya tidak ada perpecahan di dalam tubuh, sebaliknya anggota-anggota itu dapat saling memedulikan seorang terhadap yang lain.

Jemaat dalam gereja kita, biasanya berasal dari beragam latar belakang, jenjang pendidikan dan sosial yg berbeda, suku yg berbeda, dsbnya, ini semua kadang menjd sebuah masalah di dalam kehidupan berjemaat.

Tdk bs dihindari jika dlm sebuah jemaat gereja timbul berbagai kelompok-kelompok kecil yang sifatnya ‘eksklusif’, org-org yang sesuku, selevel dlm status sosialnya, dsbnya, ini mgkin karena lebih mudah berkomunikasi dan memahami dlm bergaul, berjemaat dan berinteraksi. Dlm gereja dgn jumlah besar biasanya mudah terlihat satu pengelompokan, belum tentu saling kenal, cuma tahu oh dia itu satu gereja, tp tdk pernah untuk membangun komunikasi. Dlm ayat yg kita baca ini, ada kelompok tubuh Kristus (jemaat) yang kurang atau tdk elok, tp merekalah yg harusnya mendapat perhatian lebih. Mereka yg biasanya ada di panggung saat ibadah, mudah dikenali & biasanya dihargai lebih drpd jemaat biasa, krna mereka terlibat pelayanan yg kelihatan, tp ada jg mereka melayani yang ‘di balik layar’, merapikan barisan kursi, cleaning service, dsbnya, atau jg mereka yg berkekurangan dlm hal finansial, dlm pendanaan gereja biasanya ada persembahan diakonia yg penggunaannya diperuntukkan bagi kebutuhan mereka yang berkekurangan. Spt kita merawat seluruh bagian anggota tubuh kita, itu menjd gambaran bgmna Tuhan merawat gereja dan org percaya.

Tujuannya adalah supaya semua jemaat saling peduli satu sama lainnya. Spt jemaat mula-mula yg terlihat sangat peduli satu sama lain, dengan begitu cara hidup mereka menjd sebuah bukti & kesaksian yg menarik minat orang utk mengenal ttg Injil Kristus. Jumlah mereka bertambah dgn pesat dan kasih dipraktekkan dgn nyata, dapat terlihat hasilnya. Penginjilan melalui perbuatan kasih, lebih efektif drpd perdebatan ttg doktrin, lebih efektif drpd penjabaran Alkitab ttg kasih Tuhan, orang lebih suka praktek dan bukti nyata dibandingkan teori yg Alkitabiah. Mujizat dapat menjd pintu masuk org mendengar Injil, tp dlm kenyataannya, tdk semua orang yg mengalami mujizat itu akhirnya percaya pd Kristus, hanya mau mujizat-Nya, tapi tdk Injil-Nya. Pedulilah pd mereka yg berkebutuhan spya keseimbangan di dalam praktek berjemaat itu bs terjadi. Yesus di saat melayani di dunia ini, Dia berinteraksi dgn semua kalangan, org miskin dan org kaya, yang berpendidikan maupun org awan, yg dianggap hina dan dikucilkan, tetapi Yesus juga ada bagi mereka, begitu juga kita seharusnya, mengasihi sesama dgn kasih yg tulus.

Saling peduli satu sama lain, jangan malah dgn sengaja membuat kelompok ekslusif, praktek kasih harus nyata, bukan sekedar teori, suatu gaya hidup Kristus perlu jadi teladan bagi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Butuh Perhatian Lebih

Manusia Lama

DI 22032025

Efesus 2:3
Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

Seperti apa manusia lama kita sebelum menjadi seorg Kristen karena percaya pd Injil Kristus? Di dlm ayat ini ada gambaran ttg itu, karena dahulu rasul Paulus hidup di dalamnya.

Pertama, hidup di dalam hawa nafsu daging, ini ttg apa yg berkenaan dgn kenikmatan utk tubuh jasmani kita, wujudnya beragam, bukan saja yg berkaitan dgn dosa seksual dan moralitas, tapi jg misalnya kerakusan dlm hal makan, berbuat yg jahat terhadap org lain karena dendam, tidak bs menolak keinginan utk berbuat dosa, dsbnya. Semua yg bersifat nafsu yg arahnya negatif, yg berlebihan dan merusak hidup baik scra lambat maupun instant. Hawa nafsu diperlukan, tetapi hrs dikendalikan dan digunakan dg tepat sesuai dgn tujuan yg baik. Makan sampai kenyang itu baik, tapi rakus dgn makan berlebihan, tentu ini bs menimbulkan ketidak nyamanan tubuh. Seks jg demikian, dilakukan dlm batasan yang benar menjd suatu pengikat kasih suami istri. Daging dlm bbrpa pengertian disebut sbg lawan dr roh, keinginan daging berlawanan dgn keinginan roh. Kuncinya adalah memiliki pengendalian diri yg kuat dan disiplin diri yg trs menerus. Keinginan yg timbul dr hawa nafsu daging akan selalu ada dan muncul, bila kita bs kendalikan, kita dapat menghindari utk berbuat dosa melawan Tuhan dan tdk merugikan org lain, efeknya akan dapat membuat kita panjang umur dan hidup damai.

Kedua, pikiran yg jahat, pikiran yg tdk berdasar pd kasih Kristus. Benih dosa dlm kedagingan yg ada pd tubuh kita akan merangsang munculnya beragam pikiran yg tdk kudus dan jahat. Makna dr pikiran jahat adalah pikiran yg tdk sejalan dgn pikiran Tuhan. Ada yg menyebutnya dgn pikiran yg berasal dr iblis, dr kedagingan, dr luka batin, dr hawa nafsu jahat, dsbnya. Pikiran yg tujuan akhirnya adalah bgmna membuat org lain hidup dlm tdk damai, menderita fisik maupun kejiwaan yg parah, berani melawan Tuhan. Sesama orang percaya hrsnya saling membangun, bkn saling menjatuhkan, harusnya saling menolong, bukan saling membuat org lain menderita, hrsnya ada saling mengasihi, bukan saling memusuhi dan bertengkar terus menerus. Tidak suka berdamai dan menjd pembuat masalah di manapun orang ini berada. Harusnya kita jadi berkat, bkn orang yg dikutuki kehadirannya, harusnya org merasa nyaman berada dekat kita, bukan merasa sebal dan takut. Pikiran jahat bs saja muncul, tp kita hrs segera ‘mematikannya’, jika tdk, maka dosa yg awalnya hanya dlm pikiran akan berubah jadi sebuah perbuatan dosa. Semua yg jahat tidak sejalan dgn kasih Kristus.

Kuasailah hawa nafsu daging dan pikiran jahat yg bisa saja muncul, pengendalian diri yg kuat, ikatan kasih yg murni, akan bs menang darinya, jgn sampai kita berdosa karenanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Manusia Lama